Berabad-abad  yang lalu, saya pernah menulis mengenai obat malaria terbaru yang namanya Duo-Cotexcin. Banyak pertanyaan baik yang di tulis di kolom komentar maupun via email.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut diantaranya : Duo-Cotexcin dapat di beli dimana? apakah obat ini bisa menyembuhkan malaria?

Duo-Cotexcin hanya tersedia di puskesmas maupun rumah sakit di Timika, Kabupaten Mimika yaitu Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), Puskesmas Timika, Puskesmas SP 2, RS Waa-Banti dan Puskesmas Kwamki Lama (kalo nga salah :) ).

Duo Cotexcin tidak diperjualbelikan karena masih dibawah penelitian, dan saat ini Duo Cetexcin sudah tidak ada lagi sebagai gantinya yaitu ARTERAKINE. Bahan Obat dan khasiatnya sama, hanya beda nama dagangnya saja dan tersedia di tempat-tempat yg sudah saya sebutkan tadi.

Dua minggu lalu saya terserang malaria Tropika plus 4 dan istri plus 2.  Kami berobat di RSMM dan diberi ARTERAKINE dengan dosis 4 x 1 selama 3 hari ditambah pil primaquin 3 butir minum pagi hari. Menurut kawan saya yang seorang peneliti malaria dosis obat tersebut tergantung berat badan pasien.

Tiga hari kemudian setelah minum ARTERAKINE, malaria langsung lewat. Obat ini dapat menyembuhkan Malaria Tropika maupun Tertiana.

CATATAN: ARTERAKINE hanya ada di puskesmas dan RS tertentu dan belum di jual bebas.

uah akhirnya ngeblog juga setelah off beratus tahun lamanya :)

Mau semua urusan mudah?? gampang tinggal pake jalur khusus, dijamin semua urusan lancar. Bukan bermaksud mengajak menggunakan jalur ituh tapi ini sekadar pengalaman yang mungkin berguna :D (padahal hanya karena rasa kesal aja makanya di posting).

Waktu saya urus SIM C lewat jalur yang benar habisnya 250 ribu (pdhl sejatinya hanya 75ribu)sedangkan SIM C tembak 300 ribu. Hanya beda 50 ribu, mana yang ada pilih?? mengikuti peraturan yang dalam prosesnya sangat berbeli-belit ato tembak hanya beda 50 ribu, proses cepat dan hanya tinggal ambil sidik jari kemudia foto jadi deh SIM C

Begitu juga KTP, harga ngurus hanya lima ribu tapi kalo lewat perantara bisa 50ribu dan sehari jadi. Kalo ngurus sendiri murah yah jadinya lama, karna di republik ini sesuatu yang mudah dipersulit dan sesuatu yang sulit bisa dipermudah semua hanya satu alatnya UANG.

Kalau ada UANG semuanya lanca…………….R

Tadi ngurus kartu kelurga milik seorang teman, saya ke kepala kampung, beliau menyarankan agar membeli blangko terlebih dahulu di kantor kecamatan seharga lima ribu begitu di kecamatan ternyata harganya sepuluh ribu (korup lima ribu).

Blangko kartu keluarga sudah ditangan tinggal mengikuti jalurnya untuk tanda tangan yaitu Ketua RT, Kepala Kampung dan Camat. Sesampainya dirumah ketua RT, setelah basa basi samapai basi. Ketua RT memberikan balngko yang sudah ditandatangani oleh Camat, Kepala Kampung dan RT.

Katanya ganti ongkos transport, satu tandatangan sepuluh ribu, karna ada tiga jadi 30 ribu tapi si RT minta 100 ribu. Berhubung tuh kartu keluarga sangat dibutuhkan saya pun menyanggupinya dengan pertimbangan daripada buang2 waktu dan tenaga lebih baik bayar saja walaupun terlampau mahal :( .

Apa sih yang tak bisa dibeli di REPUBLIK ini??? semua bisa dibeli Hati Nurani ajah bisa apalagi kartu keluarga, SIM dan KTP…

Malas menggunakan jalur resmi karna ituh tadi yang mudah jadi sulit, yang sulit jadi mudah….. uuh…..

RESPEK (Rencana Strategis Pembangunan Kampung), sebuah program dari pemerintah Provinsi Papua dimana setiap kampung mendapatkan RP 200 juta. Pencairan dana dua tahapan yaitu pada tahap pertama Rp 100 juta. Setelah tahap pertama digunakan dan dapat di pertanggungjawabkan maka dana tahap kedua bisa dicairkan.

Dengan dana itu pemerintah berharap kampung-kampung menjadi maju dalam hal pembangunan. Tiap kampung bebas menggunakan dana itu untuk membangun fasilitas yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Memang ada mekanisme dan skala prioritas mana yang terlebih dahulu dibangun, semua itu harus disepakati oleh badan musyawarah kampung yang dipilih oleh masyarakat.

Akan tetapi Program RESPEK tidak semua berjalan sesuai dengan harapan. Tak perlu jauh-jauh mengambil contoh kegagalan RESPEK, di kampung saya tinggal dana RESPEK tahap satu sejak tahun lalu dikucurkan tapi tidak ada pembangunan yang berjalan.

Memang ada beberapa jalan yang sudah diaspal tapi itu tidak menggunakan dana RESPEK. Seperti jembatan yang di kompleks saya, baru saja selesai dikerjakan akhir januari lalu. Saya mengira pembangunan jembatan itu bersumber dari dana RESPEK, ternyata itu dari Program Pembangunan Distrik tahun 2007.

Semakin membingungkan proyek 2007 kok baru dikerjakan awal tahun 2009?? yang jelas Program RESPEK dikampung saya gagal total. Dan yang jadi pertanyaan kemana dana Rp 100 juta ituh?? siapa yang menghabiskannya??

Ah niat baik seorang pemimpin tanpa dukungan bawahannya, maka sebagus apapun program ituh tetap saja tingkat keberhasilannya rendah. Memang dibutuhkan orang-orang yang bekerja dengan hati untuk membangun tanah ini. dicari!!


Sakit Kepala, semua orang pasti pernah merasakannya kecuali bagi mereka yang nga punya kepala :D . Tiada hari tanpa sakit kepala itulah yang saya alami sejak 2 tahun lalu hingga sekarang. Entah ketika tensi darah normal atau tensi tinggi.

Dua minggu lalu, saya ke dokter untuk memeriksakan bejolan kecil di tengkorak kepala bagian belakang. Yang kata Ibuku sejak kecil memang sudah ada tulang ituh. Setelah difoto, dokter mengatakan memang ada benjolan yang menonjol keluar.

Entah ada hubungannya atau tidak antara sakit kepala yg saya derita dengan benjolan ituh. Yang jelas disekitar benjolan itu terasa tegang dan kepala bagian belakang menjadi sakit.

Dari hasil penelusuran di Inet Via Mbah Google, banyak artikel yang membuat saya semakin cemas dan menimbulkan ketakutan. Tapi menurut dokter yang memeriksa saya tidak di temukan gejala tumor dan katanya kalo memang tumor biasanya ada keluhan yang tidak disebutkan oleh pasien.

Masih menurut dokter cantik ituh, penyebab sakit kepala bermacam-macam, bisa gigi, mata, tensi darah malah kantong kering juga bisa atau karena belum menikah. Kalau gigi tidak ada yang berlubang atau sakit, mata memang sudah minus tapi kacamata yang saya gunakan cocok. Kantong kering? em.. nga pernah tuh (selama di Timika – Sombong yak :D ). Kalau belum nikah ya emang, cuma blom dipikirkan jadi nga bisa jadi penyebab sakit kepala.

Dilihat dari hasil foto, ada tonjolan keluar pada bagian kepala belakang, sehingga dokter hanya memberi obat. Apabila masih belum teratasi maka akan dilakukan tindakan selanjutnya.

Tapi saya akan mencoba untuk berolahraga pada pagi hari selama sebulan (mudah2an rutin sayah lakukan :D ), itu saran Inet. Jika memang tak ada perubahan maka tentunya saya kembali memeriksakannya dan meminta dilakukan CT Scan agar mengetahui penyebab sakit kepala yang terus menerus saya derita.

Sangat menderita memang… hari-hari sakit kepala…. :( …..

23 januari lalu genap sudah dua tahun setelah kembali dari Balikpapan. Selama dalam perantauan tentunya banyak peristiwa, pengalaman baik suka maupun duka.

Satu hal yang dirindukan yaitu teman – teman. Di sana, kami biasa berolok-olok atau mengunakan kritik yang negatif sebagai candaan. Tak tahu yang dikritik marah atau tersinggung tetapi reaksinya tertawa dan menikmati candaan meskipun menohok. Kebiasaan seperti itu jadi hiburan dan menghilangkan kepenatan di kantor.

Itu satu hal yang selalu dirindukan, selain itu  saya bisa berdebat dan mencela atasan, seperti seorang kawan yang kini di BBC juga merindukan hal yang sama. Empat tahun bekerja bersama antara satu dan lainnya sudah mengenal karakter dan tahu mana kata yang candaan maupun serius (kayanya yg serius aja jd candaan).

Setelah kembali ke timika (kantor baru) tentunya harus beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang ada. Lain orang lain pula karakternya. Tak seperti dulu ada saat- saat berkumpul bersama entah di kantin, lapangan badminton maupun di ruang kerja yang desainnya bercampur antara wartawan, redaktur dan leot.

Disini hanya beberapa saja yang bisa berkumpul, selebihnya super sibuk entah sibuk urusan kantor atau urusan pribadi yang jelas tak ada saat berkumpul bersama untuk bersenda gurau.

Dan kebiasaan saya dahulu masih terbawa, selalu mengkritik ceplas ceplos, malah ada yang berpikir bahwa saya selalu berpikiran negatif. Padahal maksud saya hanya bercanda. Tapi itulah manusia, lain orang lain karakter dan penilaian.

Masih butuh waktu untuk saya merubah kebiasaan itu, masih butuh waktu untuk mengenal teman-teman meskipun 2 tahun waktu yang cukup lama. Jarangnya bertemu dan rutinitas pekerjaan yang sangat banyak membuat 2 tahun belumlah cukup mengenal satu dan lainnya.

Atau memang saya yang selalu berpikir negatif ?? Atau yang mendengar penilaian saya terlalu sensitif??? Atau tingkat pendidikan yang rendah sehingga membuat saya tidak bisa menyaring sebuah komentar atau penilaian??

Ah memang saya harus lebih banyak belajar, belajar melihat, mengamati dan menyimpulkan serta belajar memahami perasaan orang lain agar tersakiti ketika saya berkomentar atau memberi penilaian……

Sapaan penulis

SELAMAT DATANG dan SELAMAT MENIKMATI. Blog ini dibuat untuk menampung tulisan2ku baik yang telah dimuat di tabloidku maupun kisah2 perjalanku, juga tempat menuangkan segala macam uneng2 pribadi. Jika merasa keberatan JANGAN MENGAKSES blog ini. Tapi jika Anda tetap bersikeras mengakses blog ini, saya mengharapkan kritik dan saran serta pertanyaan, silakan beri komentar.

Tentang Landas

LAndAS, buletin internal Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), untuk selengkapnya silakan kunjungi tautan LPMAK.

a

Arsip

Penanggalan

November 2009
M S S R K J S
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Yang mengomen

Iim di Petaka Ismed Sofyan
Nur di Petaka Ismed Sofyan
vc di Sejarah Mimika
Shepta hendri h di Foto Kuala Kencana
lilis di Malaria……

yang Mampir

  • 51,643 Pelancong

Yang Iseng Saat Ini

who's online
Add to Technorati Favorites