“Proyek apa sih itu?”, begitulah komentarku ketika melihat pekerja sedang menambal jalan raya yang berlubang di depan pasar Timika.
“Biasalah Pak, tiap tahun juga begitu proyeknya”, kata temanku.
Kami pun ngobrol ngalor ngidul tentang pembangunan di Mimika yang intinya menghujat Pemerintah dengan proyek-proyeknya.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mimika berada diurutan ke-4 setelah Kutai Kartanegara, Riau dan Jakarta yang berarti Kabupaten Mimika kaya raya dan sebenarnya dana bukan jadi kendala dalam membangun daerah ini. Alokasi dana dari APBD untuk tahun 2007 sebesar Rp 934 Miliar, sebanyak Rp 600 Miliar untuk belanja publik yang tercakup dalam 779 kegiatan.
Dengan dana yang melimpah seharusnya Mimika bisa menjadi lebih baik, dana sebesar itu jika digunakan secara maksimal, Mimika menjadi sebuah Kabupaten yang cukup maju baik dalam pembangunan maupun masyarakatnya sendiri.
Data UNDP, Indeks Pembangunan Manusia (IPB) di Mimika berada di urutan ke 202 dari 349 Kabupaten. PAD besar Mimika kalah dibandingkan dengan Sorong yang berada pada posisi 20an.
Kemana larinya dana tersebut??? Pasti ada yang salah dalam pemakaian dan-dana tersebut. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Papua menemukan ketidakwajaran dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Mimika yang jumlahnya sekitar Rp 37 Miliar lebih. Gila kmana duit sebanyak itu?? Ada keanehan seperti itu di Timika biasa aja, benar-benar aneh…….
ah ngomongin korupsi emang susah, korupsi udah jadi borok negara, lagian susah juga maling teriak maling begitu kata temanku.


No comments
Pengumpan komentar untuk artikel ini