Membaca postingan ini yang dibuat oleh ini, saya jadi ingin menceritakan sedikit tentang lowongan pekerjaan di Timika. Timika belum tentu dikenal oleh semua orang tetapi jika menyebut Freeport orang akan mengenalnya. Freeport sebuah perusahaan tambang emas dan tembaga di Timika, keberadaanya menjadi daya tarik bagi orang-orang yang ingin mencari kerja.

5 tahun atau 10 tahun lalu mencari pekerjaan di Timika masih mudah, tetapi sekarang sangat susah, dengan bertambahnya penduduk persaingan semakin ketat. Bukan hanya modal keahlian saja untuk dapat mendapat pekerjaan tapi butuh keberuntungan dan orang dalam bahkan dari mana asalnya (suku) .


Nah ’orang dalam’ ini yang menarik dibahas. Jika anda melamar pekerjaan, anda akan mengikuti beberapa tes seperti tes lisan kemudian wawancara, tes praktek dan yang terakhir medical cek-up. Kalau Anda lolos seorang diri bisa langsung diterima tapi berbeda jika 2 atau lebih yang lolos tes biasanya yang dilihat ya sukunya, seandainya di perusahaan itu bosnya/orang yang membutuhkan tenaga kerja asalnya dari Manado sedangkan anda orang Jawa atau Makassar dan saingan Anda orang Manado, sudah pasti Anda akan tersingkir. Maka tak heran jika dalam satu perusahaan di Timika para petingginya Manado ya kebanyakan anak buahnya Manado, Bosnya Batak anak buahnya Batak, Bosnya Jawa anak buahnya Jawa, dan kalau satu suku cepat promosinya, pokoknya nepotisme!!!!

Jika ingin berwiraswata di Timika membutuhkan modal yang besar, biaya hidup di Timika sangat mahal uang Rp 500 saja tak ada harganya.

Alternatif lain jika tidak dapat pekerjaan ya jadi pengojek. Mudah kok jadi pengojek, modal Rp 1.000.000 pinjam rekening listrik ibu kost dapat deh motor untuk ngojek.