You are currently browsing the monthly archive for Februari 2008.

Suatu hari seorang Pendeta dan Haji mau pergi ke kampung tetangga. Pendeta melayani jemaatnya begitu juga pak Haji, ia mau dakwa di pengajian. Mereka melewati hutan belantara dan untuk mencapai ke kampung tetangga harus menyebrangi sungai.

Pendeta : “Pak haji sa tara tau berenang ni, ko pikul saya dolo”
Pak Haji memikul pendeta.  Haji menyebrangi sungai sambil mikul pendeta, begitu sampe di tengah sungai pendeta batariak “Baru kali ini ada Pendeta Naik Haji”.

Pace Haji ni emosi dan dia lempar pendeta sambil bilang “Ini juga baru pertama kali Haji baptis Pendeta”. 

Sinetron-sinetron yang menyebalkan itu ternyata membawa berkah bagi saya. Berkah yang saya maksud bukan dari tontonan yang disajikan tapi dengan banyaknya pengemar sinetron di keluarga saya, saya jadi gemar membaca. Padahal dulu saya jarang sekali membaca, selain pulang kerja dini hari juga lebih banyak waktu saya gunakan untuk jalan-jalan.

Tapi begitu ke Timika, saya jadi malas jalan-jalan, maklum tidak ada t4 yang asik buat nongkrong. Yah daripada hanya tidur-tiduran ato nonton sinetron-sinetron yang menyebalkan itu lebih baik sebelum tidur saya membaca. Katanya seh kalo banyak membaca jadi banyak tahu dan banyak tahu jadi wawasan dan pengetahuan tambah luas. :)

Sayangnya mencari buku di Timika tidak banyak pilihan, jumlah dan jenis buku
terbatas
selain itu harganya muaaaahal…… kemarin saya membeli buku
The Secret harganya 
Rp 109. 000 tapi mau bagaimana lagi nga ada pilihan  sih.
Kalau mau pesan online lebih mahal biaya kirimnya daripada harga bukunya.

Seperti biasa pukul 6 pagi (lewat2 dikit) saya sudah bangun, setelah melakukan
semua persiapan saya siap pergi ke kantor. Pukul 07. 35 saya meluncur ke kantor, beberapa meter sebelum sampai di kantor, saya mampir untuk membeli nasi
kuning karena di rumah belum sarapan. Penjual sayur langganan itu tidak berjualan sehinnga tidak ada yang bisa dimasak kecuali nasi :(

Sesampainya di kantor saya menyantap nasi kuning itu. Setelah satu jam
dikantor  saya baru sadar bahwa celana yang saya pakai ternyata robek.
Seandainya robek dibagian lutut atau paha tidak masalah, ini robeknya tepat di paha bagian dalam jadi sewaktu duduk angin sepoi-sepoi masuk kedaerah rawan :D

Saya dan seorang teman tertawa terbahak-bahak, ia menyaran agar saya tidak
usah ganti celana, katanya nga kelihatan jadi nga apa-apa. Tapi saya tak mengindahkan idenya, motor kreditan itu saya pacu sekencang-kencangnya menuju ke rumah hanya untuk menganti celana yang robek. Ibu saya pun sempat heran kok baru
jam 9 pagi sudah pulang. 

Saya menceritakan kejadian yang saya alami dan Ia tertawa…..
setelah ganti saya pun menuju 
kesini  

Untuk saja tidak ada Ibu-ibu dan Janda-janda di kantor yang lihat,
seandainya ada?? nga kebayang deh :D

Kejadian ini saya alami 4 hari yang lalu.

Pemerintah Kabupaten Mimika mengeluarkan kebijakan Ujian Nasional Tahun 2008 GRATIS/tidak dipungut biaya. Kebijakan tersebut tentunya disambut gembira oleh para orang tua/wali murid ditengah-tengah kebutuhan hidup yang serba mahal.

Mudah-mudahan saja kebijakan itu dapat terlaksana dengan baik serta tidak ada parktek kecurangan yang dilakukan pihak sekolah. Tahun lalu, ketika adik saya mengikuti Ujian Akhir Nasional harus membayar Rp 600.000. Alasan pihak sekolah uang itu sebagian akan digunakan untuk biaya perpisahan dan belum turunnya dana dari pemerintah. Dan pihak sekolah berjanji jika dana dari pemerintah sudah cair maka akan dikembalikan. Nyatanya sampai sekarang tidak ada kabarnya.

Keputusan Pemda Mimika menggratiskan biaya UN merupakan angin segar bagi orang tua/wali murid. Mengapa Pemda Mimika baru berani menggratiskan biaya UN saja? padahal di daerah lainnya SD hingga SLTA GRATIS.

Untuk sementara nikmati saja dulu UN gratis lumayan kan saya tidak mengeluarkan biaya tambahan buat adik-adik yang masih sekolah :) sambil menunggu sekolah Gratis. Tapi KAPAN??

 Sampul Tempo

Majalah Mingguan Tempo, selain sebuah majalah terbesar di Indonesia juga majalah yang tampil dengan isi yang cerdas. Tapi kali ini sampul edisi edisi 4 – 10 Februari 2008 bergambar ilustrasi Soeharto (mantan Presiden RI) bersama anak-anaknya yang hampir sama dengan karya The Last Supper Leonardo da Vinci.

Lukisan Leonardo da Vinci tentang Perjamuan Kudus Yesus dan murid-muridnya hampir mirip dengan sampul tersebut dimana Soeharto duduk diantara anak-anaknya. Sampul Majalah Mingguan Tempo edisi 4-10 Februari 2008 tersebut, telah menghina dan menyakiti hati umat Kristiani serta dinilai melecehkan Perjamuan Kudus serta Yesus kristus.

Tempo memang masih beruntung, meskipun mengecewakan umat Kristen tak ada reaksi yang berlebihan. Seandainya tempo melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh media di Denmark, mungkin saja kantor tempo bisa luluh lantak oleh kemarahan umatnya.

Media Denmark saja yang jauh di negeri seberang diprotes besar-besaran apalagi terjadi di Indonesia? Mengapa Tempo kali ini benar-benar ceroboh??

Dan secara resmi Pihak tempo meminta maaf, lengkapnya lihat disini 

Sapaan penulis

SELAMAT DATANG dan SELAMAT MENIKMATI. Blog ini dibuat untuk menampung tulisan2ku baik yang telah dimuat di tabloidku maupun kisah2 perjalanku, juga tempat menuangkan segala macam uneng2 pribadi. Jika merasa keberatan JANGAN MENGAKSES blog ini. Tapi jika Anda tetap bersikeras mengakses blog ini, saya mengharapkan kritik dan saran serta pertanyaan, silakan beri komentar.

Tentang Landas

LAndAS, buletin internal Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), untuk selengkapnya silakan kunjungi tautan LPMAK.

a

Arsip

Penanggalan

Februari 2008
M S S R K J S
« Jan   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
242526272829  

yang Mampir

  • 52,941 Pelancong

Yang Iseng Saat Ini

who's online
Add to Technorati Favorites