You are currently browsing the monthly archive for Maret 2008.

Untung di Indonesia ada satu bahasa pemersatu yaitu Bahasa Indonesia, seandainya tidak ada, saya orang yang paling tersiksa dalam bekerja :D . Di Kabupaten Mimika ada 7 suku asli yaitu, Amungme, Kamoro, Dani, Damal, Mee, Moni dan Nduga. Setahu saya pasti satu suku satu bahasa.

Harus benar-benar sensitif telinga saya kalu mendengar cara mereka mengucapkan kata dalam bahasa indonesia kecuali Suku Kamoro mereka bahasa indonesianya sudah cukup fasih. Berbeda dengan keenam suku yang lain, khususnya masyarakat yang tidak mengenyam pendidikan dengan cukup baik.

Kata-kata bahasa Indonesia diucapkan dengan lidah mengikuti seperti mengucapkan bahasa daerahnya. Seperti KSM, diucapkan dengan KSEM. Dan jadi Ndan, Susu jadi Cucu, bisik-bisik jadi bitik-bitik. Pokoknya jangan coba-coba mewawancari penduduk asli yang tidak begitu fasih dengan bahasa Indonesia tanpa membawa seorang guide, bukan berita yang didapat tapi kepala pusing mereka-reka apa kata yang diungkapkan tadi.

Sayapun mengalaminya saat ikut monitoring maupun sosialisasi program. Saya tidak mendengarkan mereka percuma tidak mengerti, dengarkan penerjemahnya saja. Kalau hanya sekali atau dua kali bisa saya catat tapi kalau sampai sehari terus diskusi dengan bahasa daerah… wuiih…. nunggu aja acara selesai dan minta point-pointnya dari guide :)

Tidak bermaksud meremehkan mereka tapi begitulah faktanya. Papua memang hebat, ada orang-orang jenius sampai bisa ke NASA tapi ada juga orang-orang yang berkuliah tapi sama sekali tak bisa membaca. :)

Jadi setiap ada kegiatan apapun yang melibatkan per suku, memang lebih efektif menggunakan bahasa daerah. 

Reuni SMP N 2 TimikaSMP N 2 Timika merayakan ulang tahun ke 17, Sabtu (29/3). Selain Ultah, juga digelar reuni akbar angkatan 1-10. Tak banyak para alumni yang datang tetapi acara tetap meriah.

Teman-teman seangkatan saya yang datang bisa dihitung dengan jari. Terutama yang cewek, meskipun mereka tidak membawa anak dan suaminya. Wajah-wajah mereka sudah Ibu-ibu (nga segar lagi :D ).

Tak semua cewek sudah menjadi seorang ibu. Ada beberapa adik kelas di SMP maupun STM masih single dan malah terlihat lebih cantik dan sueeeger… :) .Guru-guru yang saya kenal tak banyak, kebanyakan guru baru. Guru pada masa saya sekolah kebanyakan sudah pindah atau menjadi kepala sekolah di sekolah lain.

Meskipun tak banyak teman-teman yang datang, bagi saya lumayanlah untuk refreshing dan menghilangkan sedikit kepenatan di Kantor.

Reuni SMP N 2 Reuni SMP N 2 Timika_1

reuni-smpn2_046.jpg reuni-smpn2_044.jpg

Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata sudah lama saya dengar saat saya masih di Balikpapan dan sampai masuk acara kick andy di Metro TV. Desas desus yang saya dengar tak memancing minat saya untuk membaca apalagi membeli :D saya lebih cenderung membeli dan membaca buku-buku yang berbau komputer dan desain. Saat itu untuk novel bukan buku yang saya gemari.

Begitu kembali ke Timika, saya membaca semua jenis buku dan tiap bulan saya menyiapkan budget khusus untuk membeli buku, semua itu saya lakukan untuk mengisi waktu daripada nonton sinetron2 yang menyebalkan itu. Kemaren, saya berburu buku dan yang saya buru adalah Novel Laskar Pelangi. Beberapa toko buku yang saya datangi hanya menyediakan dua yaitu Sang Pemimpi dan Endensor sementara Laskar Pelangi tidak saya temukan (habis kale, kan dah lama :D ).

Selain harga yang mahal, tak banyak koleksi buku di Timika. Saya pun membeli dua buku tersebut. Ketika pulang ke rumah listrik dari PLN yang Brengsek itu padam. Dengan ditemani dua buah lilin saya membaca novel itu untuk mengusir rasa penasaran. Memang saat itu saya tidak menyelesaikan membacanya, saya hanya membuka mozaik demi mozaik.

Alangkah terkejutnya saya ketika melihat Mozaik 15, Ekstrapolasi Kurva yang Menanjak yang berakhir di halaman 213, nomor halamannya langsung berubah ke 247. Ada selisih 34 Halaman dan saya tak dapat membaca 1,5 bab. Hiks…. :(

Kok bisa ya selisih sampai 34 halaman. seandenya hanya 2 ato 4 halaman saya masih memaklumi. Yang terjadi 34 halaman, kesalahan yang sangat besar. Novel yang bagus itu ketika saya membaca terkadang mengingatkan masa kecil saya saat berjuang dengan sekuat tenaga mulai dari pikul kayu dari hutan hingga jualan nasi kuning disekolah hanya untuk sekolah harus ternoda dengan kesalahan saat penjilidan.

Saya pun akhirnya mengirimkan email ke Penerbit dan memberikan komentar pada blog resmi Andrea Hirata.

Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang kembali dan Endesor yang saya beli lengkap tanpa cacat.

Dalam dunia mode, beraneka macam model rambut mulai dari mohak, shagy hingga rebounding. Di Timika ada sebuah model rambut yang sangat tradisional. Rambut ini bergaya tanduk, jadi rambut di ikat hingga seperti tanduk. Dalam satu kepala bisa empat atau lima bahkan lebih.

Kalau saya lebih suka menyebut dengan gaya antena :D Seperti foto dibawah ini: 

rambut tanduk 

Model rambut seperti ini biasa dilakukan oleh penduduk asli di Mimika, bagaimana? Anda berminat :)

Foto diambil saat saya mengikuti kegiatan sosialisasi program di lembaga ini

Kemajuan Teknologi menawarkan sesuatu yang serba mudah. Mau beli sebuah produk nga perlu ke tempat jualannya via online juga bisa. pengen denger suara orang tinggal telpon ata via YM juga bisa. Pokoknya gampang banget (bagi yg mengenal tehnologi) :D

Tapi di jaman yang serba digital gini, semua serba mahal. Mulai dari SEMBAKO ampe biaya pendidikan, Biaya Berobat dan masih banyak lagi biaya-biaya yang muahal. Bagi kalangan berduit mungkin semua tak masalah tapi bagaimana dengan kaum marjinal??.

Tadi pagi saya berobat ke klinik, sebenarnya saya dapat fasilitas berobat gratis dari kantor cuma RS nya jauh dan Antrinya paling cepet 1 jam, saya memutuskan ke klinik saja. Konsekuensi dari pilihan saya ya harus bayar dan tentunya mahal :(

Karena saya masih punya penghasilan, biaya obat masih dapat di tebus termasuk biaya suntik. Tapi bagaimana dengan saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang lain yang masuk dalam kelompok GAKIN???

Pagi tadi sebelum saya berangkat ke kantor, saya menonton berita di tipi, ada seorang bayi yang menderita gizi buruk yang akhirnya meninggal dunia. Keluarganya termasuk Gakin, mereka sempat ditolak oleh RS karena mereka GAKIN.

Padahal GAKIN kan dibiayai dan dijamin oleh pemerintah mengapa tak diterima di RS. Sekarang ini RS hanya mementingkan uang daripada keselamatan pasien. Setelah ada kasus kemudian pihak RS mengeluarkan bantahan.

Dunia semakin tua dan manusia hanya mementingkan diri sendiri dan materi lebih utama.

Aaah… tau ah, bahas apa ini…. Yang jelas saat ini bekas suntikkan dari suster yang setengah cantik itu terasa masih kram… 

Sapaan penulis

SELAMAT DATANG dan SELAMAT MENIKMATI. Blog ini dibuat untuk menampung tulisan2ku baik yang telah dimuat di tabloidku maupun kisah2 perjalanku, juga tempat menuangkan segala macam uneng2 pribadi. Jika merasa keberatan JANGAN MENGAKSES blog ini. Tapi jika Anda tetap bersikeras mengakses blog ini, saya mengharapkan kritik dan saran serta pertanyaan, silakan beri komentar.

Tentang Landas

LAndAS, buletin internal Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), untuk selengkapnya silakan kunjungi tautan LPMAK.

a

Arsip

Penanggalan

Maret 2008
M S S R K J S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

yang Mampir

  • 52,955 Pelancong

Yang Iseng Saat Ini

who's online
Add to Technorati Favorites