You are currently browsing the monthly archive for April, 2008.

Ada seorang bapak yang bisa menciptakan sebuah robot. Robot itu bisa mendeteksi apakah manusia itu jujur atau tidak. Suatu malam bapak ini pu anak baru pulang dari bajalan. Bapak Tanya diapu anak begini, “Anak ko darimana?”. Jawab anak itu,”sa dari belajar”. Langsung si robot menampar muka anak itu.

Bapak bilang lagi,”ko bicara yang jujur, kalo ko tipu robot ini akan tampar ko lagi,”.

“Sa baru nonton film perang,” kata anak itu dan robot menampar muka anak itu. “Ko bicara jujur, nonton film apa,” kata bapak. “Film porno,” kata anak itu dan si robot tak menampar.

Lalu si bapak mulai memberi wejangan kepada anaknya,”Kamu ini masih kecil trus su nonton film porno. Bapak dulu itu tara pernah nonton film porno” lalu si robot menampar si bapak.

Kemudian si ibu muncul dari belakang lalu bilang,”pace, biar jelek-jelek begitu, itu kopu anak juga” tiba-tiba si robot menampar si ibu.

Anak lelaki kecil itu duduk bersila di lantai. Dihadapannya ada semangku mie rebus. Tangannya yang kecil meraih sebuah sendok, lalu mengambil mie dari dalam mangkuk dan ia memindahkan dua sendok mie ke piring kecil agar lebih cepat dingin. Setelah dingin ia menyantap mie tersebut. Cara itu sering dilakukannya jika hendak menyantap mie, baik yang rebus maupun mie goreng.

Sejak ia dilahirkan ke dunia, ia menjadikan mie sebagai makanan yang paling digemari. Saat ini usianya enam tahun dan selama itu ia tak pernah memakan nasi walaupun hanya satu butir saja. Mengonsumsi mie instant sudah menjadi kebiasaan. Ketika ia masih kecil, semua jenis makanan bayi hanya sampai di mulutnya saja. Selebihnya dimuntahkan.

Jangankan untuk makan nasi, mencium aroma uap nasi panas saja ia langsung muntah. Seperti orang mabuk laut atau mabuk karena minuman keras. Suatu hari ketika Ibu dan Kakak sedang asyik menonton tivi, tiba-tiba anak kecil itu menangis sejadi-jadinya padahal tak ada yang menganggunya. Ia sendirian didapur. Mendengar tangisan yang sangat keras, Ibu dan Kakak serentak menuju dapur, mereka mengira anak kecil itu kena pisau.

Sesampainya di dapur, anak kecil itu mengangkat kakinya dan berkata, “Ada nasiiiii……” sambil menjerit-jerit dan menangis sekencang-kencangnya. Ibu lalu mengambil sebutir nasi yang terselip diantara jempol kaki dan telunjuk kakinya. Seketika itu Ia langsung diam dan melanjutkan kegiatannya.

Jika kami makan, maka kami yang harus mengalah karena ia akan berteriak-teriak dan lebih parah lagi, ia akan memuntahkan semua isi perutnya saat itu juga. Tapi berbeda ceritanya jika kami bersama-sama menyantap sate. Ia tak mencium bau nasi dan seakan tak peduli dengan nasi disampingnya. Ia melahap sate dengan nikmatnya.

Ada cerita lagi, suatu hari ada seorang penjual sate lewat di depan rumah kami. Anak kecil itu menangis dan meminta Ibu untuk membelikan sate. Ibu mau membelikan sate asal makan dengan nasi. Anak kecil itu menyanggupinya. Dihadapannya sate dan nasi tersedia, lalu ia mengambil satu tusuk sate kemudian satu sendok nasi. Ajaib, ia tidak muntah. Ia mengunyah-nguyah dan lebih ajaib lagi daging sate bisa di telan tapi nasi tertinggal dalam mulutnya lalu dikeluarkan dan dibuang.

Enam tahun sudah ia tak pernah makan nasi, untuk makanan sehari-hari, ia mengonsumsi mie instan, pentolan, susu ultra dan makanan ringan lainnya. Bujukan maupun rayuan agar ia makan nasi semuanya sia-sia bahkan saya berjanji akan membelikan sepeda jika bisa makan nasi tapi tetap saja tak berhasil, ia memilih tak memiliki sepeda daripada makan nasi.

Adakah cara agar adik kecil saya bisa makan nasi seperti saya??

Ada satu hal yang menjadi kebiasaan atau mungkin sudah tradisi bagi Suku Kamoro. Selain Senyum dan Ucapan selamat saat bertemu seseorang, panggilan Bapa, Mama atau Anak sering terdengar.

Ketika Saya berkunjung ke Kaokanao, salah satu pemukiman di daerah pesisir yang merupakan pemukiman suku Kamoro. Lelaki yang sudah tua dipanggil Bapa, Perempuan tua disapa Mama dan anak-anak muda maupun anak-anak dipanggil Anak. Tapi kalau anak kecil memanggil orang muda dengan sebutan Om.

Saya mendapat kehormatan dipanggil Anak :D . tentunya yang memanggil
seperti itu yah bapa-bapa atau mama-mama, kalau usianya dibawah saya, ya memanggilnya OM :D . Memang agak lain terdengar ketika saya dipanggil Anak, biasanya Emak atau
Bapak memanggil saya Le’ bahkan dengan nama langsung.

Tapi apapun panggilan semua itu tetap sopan tidak seperti di pasar atau di Timika Kota, memanggil orang yang tak dikenalnya dengan panggilan Oiiii… atau Sssst…. Eh eh, Benar-benar tidak sopan dan tak tahu aturan. Minimal kalau tak kenal kan bisa dengan sebutan Om atau Pak bahkan Mas  :D

Sejak pertama kali bertemu, entah sudah beberapa bulan yang lalu ternyata baru ku sadari bahwa aku jatuh cinta.

Ya, aku saat ini sedang jatuh cinta. Engkau begitu indah dan menggagumkan saat dipandang, membuat pikiran ini melayang dan ingin sekali aku menyentuhmu.

Ingin sekali aku menghabiskan waktu bersamamu saat senja mulai tampak hingga menghilang di kegelapan malam. Oh Sunset di perairan sungai wania engkau begitu indah dan menawan. Tak bosan diri ini untuk terus memotretmu.

Sunset di Sungai Wania

SIAPA yang jadi sarjana tanpa sekolah? Yoooo, salah satu diantaranya Sob Komen, hebat ‘kan ? Lho, Kok bisa ? Hmmmm, dalam jaman edan (gila-Red) sekarang ini, semua hal yang nggak masuk akal bisa diakali sedemikian rupa sampai menjadi ‘masuk akal kok, hehehehehe’.

Potongan percakapan di atas ini, satu wartawan dia yang rekam waktu dia beli rokok di warung kopi. Di situ, ada beberapa orang yang duduk minum kopi, sambil dorang bicara macam-macam masalah. Karena merasa tertarik, akhirnya wartawan ini duduk di bangku warung, trus dia pesan satu gelas kopi dan kue. Tape kecil yang dia bawa, sengaja dia buka terus untuk rekam dorang pu ceritera. Ternyata dorang pu ceritera makin menarik karena dorang sisip dengan mop-mop sampe dorang pica-pica ketawa.

Ada satu mop, katanya pernah terjadi di Nabire. Ada satu ibu yang tidak tamat SD tapi karena dia ikut ujian persamaan SD, trus ujian persamaan SMP dan juga ujian persamaan SMA, akhirnya dia masuk Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) yang baru dibuka di Nabire. Waktu kuliah, dosen yang ajar bidang study Ketata Negaraan dia tanya sama ibu itu.

“Bagaimana hubungan Presiden dan MPR?” Dosen itu pu maksud, apakah di dalam struktur tata negara, Presiden lebih tinggi dari MPR atau sebaliknya ? Tapi ibu itu yang pake bibir merah menyala dan alis mata biru-biru langsung menjawab, “Boooo, selama ini Presiden dan MPR dorang dua bae-bae saja moooo.”

Dengar jawaban begitu, si dosen dan semua mahasiswa di ruang kuliah langsung pica ketawa, “huhahahahahahahaha,………. huahahahahah.”

Begitulah jaman gila sekarang, ada mahasiswa yang tara bisa baca, tulis dan berhitung, karena sekolah-sekolah mulai dari SD sampai SMU/SMK, bukan kase lulus, tapi kase ‘lolos’ anak, yang penting bisa bayar.

“Begitu juga di Universitas, dengan bekal ijazah hasil ujian persamaan, saya bisa dapat wisuda dan karena saya bayar dorang dengan uang yang cukup besar, saya dapat nilai paling tinggi dan dorang bilang saya, ‘Cum Laude’, padahal saya tara pernah kuliah, hehehehehehe.” Sob Komen dia sambung dari belakang sampe bikin kaget orang-orang yang duduk di warung kopi. Akhirnya pemilik warung itu dia robah nama warung kopinya dengan nama,  ‘Warung Edan’. (*)

Jumat lalu saya, beberapa teman beserta 2 orang dari TVRI Papua dan dua orang dari Persipura ke Kaokanao. Tujuan kami utuk melakukan diskusi sekaligus survey untuk membuat Sekolah Sepak Bola. Dalam rombongan itu, ada dua orang perempuan. Berangkat pukul 5 sore dari perairan Cenderawasih sampai di Kaokanao pukul 9 malam. Tidak seperti beberapa bulan yang lalu saat ke Kaokanao saya tidur di geladak pelabuhan Atapo tapi kali ini persiapan cukup baik sehingga kami dapat beristirahat di asrama milik pastoran Kaokanao.

Malam kami beristirahat, tapi sayang saya dan beberapa orang teman tidak dapat menikmati tidur. Selain nyamuk yang ganas, suara ngorok seorang teman membuat kami tak dapat tidur. Malam hingga pagi hari gerimis. Saat kami datang ke Kakokanao, jalan maupun lokasi seluruh Kaokanao sangat becek karena sedang musim air pasang sehingga air naik merendam seluruh Kaokanao.

Sabtu siang kami mengadakan pertemuan dengan Camat setempat dan tokoh masyarakat Kaokanao. Setelah pertemuan kami berkemas dan akan kembali ke Timika. Pukul tujuh malam kami meninggalkan Kaokanao. Keperian kami diiringi tangisan dari beberapa orang yang mengantar kami sampai Pelabuhan Atapo.

Kami mengarungi sungai di kegelapan malam. ditengah perjalanan salah seorang Ibu dituntut panggilan alam (halah pengen pipis). Kamipun mencari daratan yang bisa tempat berlabuh boat dan juga bisa kami singgahi untuk mengantar si Ibu pipis.

Ah ternyata ribet jadi perempuan itu. Pipis aja musti nyari tempat yang nyaman, berbeda dengan laki-laki kalo ingin pipis tak perlu mencari daratan. Berdiri saja dibelakan dan bisa pipis dengan risiko aliran pipisnya berlengak-lengok mengikuti hembusan angin :D . Ini pengalaman pribadi daripada menahan pipis dan ginjal jebol lebih baik hambur aja dibelakang boat :) .

dahliana abdullah: Loe digaji buat kerja
dahliana abdullah: Ga usah ngeluh
meno timika: emang…
meno timika: cuma kan nga sesuai ama perjanjian

>>> diedit<<<
dahliana abdullah: Mending
>>> diedit <<<
dahliana abdullah: Bagus lah
dahliana abdullah: Cpt2 nikah sudah
meno timika: nikah ?? mang penting
dahliana abdullah: Penting lah
meno timika: knapa?
dahliana abdullah: Gmana seh
dahliana abdullah: Masa seh ga penting
meno timika: ya pentingnya itu apa?
dahliana abdullah: Ya ga tau
meno timika: :))
meno timika: nah sekarang tante dah nikah.. ada manfaat nga

dahliana abdullah: Ga perlu dijawab deh spt nya
meno timika: :))
meno timika: skarang tujuan dr nikah itu apa??

dahliana abdullah: Ada lah
dahliana abdullah: Buat gw seh
dahliana abdullah: BRB
meno timika: :))
meno timika: payah, gw kan mo konsultasi..
meno timika: sbgi yg udah nikah
meno timika: jawaaaaaaaaaaaaab

meno timika: Not at My Desk…
meno timika: cuma ALASAN…

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya dijawab begini

dahliana abdullah: Sorry, sibuk neh
dahliana abdullah: Ntar ya

Masalah nikah bukan kali ini saja orang bertanya kepada saya. Sejak kembali ke Timika lagi setelah 4 tahun di Balikpapan, teman-teman maupun tetangga yang bertemu dengan saya selalu menanyakan istri atau udah nikah. Dengan senyum dan ketawa-ketiwi saya menjawab, kontraknya habis. Kalo ngerantau di Kalimantan pake sistim kawin kontrak aja, kalo nga gitu nga bisa pulang.

Ada yang percaya dan ada juga yang menganggap saya ‘gila’. Jawaban itu sih terbukti efektif dan orang tak bertanya lagi tentang nikah :) . Lagian apa nga ada pertanyaan lain selain nikah?? kalaupun saya harus nikah ama siapa?? wong anak kucing aja geli ama saya apalagi perempuan :)) :D

nb: tanda titik titik naskah diedit :D



Sebenarnya pekerjaan saya saat awal masuk sesuai job desc hanya layout tabloid dan desain media promosi lainnya selain itu ada pekerjaan lain yaitu membantu dokumentasi foto apapun kegiatan kantor. Tapi apa yang terjadi sodara-sodara setahun lebih bekerja, pekerjaan yang sifatnya hanya membantu jadi pekerjaan wajib.

Tapi semua tetap saya kerjakan, kalau saya tidak bergerak pekerjaan saya juga kena dampaknya. Dari semua apa yang saya lakukan, saya mendapatkan pelajaran yang baru yaitu mengerti dunia foto dan menulis berita, yah meskipun sering menyusahkan kawan-kawan di Jakarta dan Balikpapan sana. Nanya mulu via YM :)

Karya yang saya hasilkan cukup lumayan untuk di Timika, malah ada yang memuji hasil kerja saya. Tapi pujian itu sama sekali tidak saya butuhkan. Yang dibutuhkan ya GAJI :) memangnya pujian bisa buat beli beras.

Salah satu sifat manusia  ialah tidak pernah puas dengan apa yang didapat. Punya istri satu nga puas jadi beristri dua malah ada yang lebih. Punya pacar satu, masih nyari serepnya (emang ban pake serep).

Pokoknya saya hanya butuh GAJI bukan Pujian.

Sapaan penulis

SELAMAT DATANG dan SELAMAT MENIKMATI. Blog ini dibuat untuk menampung tulisan2ku baik yang telah dimuat di tabloidku maupun kisah2 perjalanku, juga tempat menuangkan segala macam uneng2 pribadi. Jika merasa keberatan JANGAN MENGAKSES blog ini. Tapi jika Anda tetap bersikeras mengakses blog ini, saya mengharapkan kritik dan saran serta pertanyaan, silakan beri komentar.

Tentang Landas

LAndAS, buletin internal Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), untuk selengkapnya silakan kunjungi tautan LPMAK.

Arsip

Penanggalan

April 2008
M S S R K J S
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Yang mengomen

fauzy mulia kam di Foto Kuala Kencana
rianto di Foto Kuala Kencana
budee di Proses Bakar Batu
o di Biofile
Jar di Bom Bunuh Diri dan Kemenangan…

yang Mampir

  • 17,991 Pelancong

Yang Iseng Saat Ini

who's online
Add to Technorati Favorites