You are currently browsing the monthly archive for Mei, 2008.

Sambungan kemarin

Dari obrolan sekitar dua jam, kami yang datang sedikit menyinggung mengapa Pak Allo tidak mencalonkan menjadi Bupati dan kami memberi jaminan jika Ia mencalonkan diri sudah dipastikan akan menang meskipun tanpa kampanye. Kami berani memberikan garansi seperti itu karena selama beliau memimpin Mimika menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan lima tahun yang lalu.

Dengan bijak Bupati mengatakan bahwa Ia tidak mampu memenuhi permintaan partai politik agar memberika sejumlah uang. Di Mimika satu koalisi ada yang berjumlah 10 Parpol dan setiap parpol meminta sekitar Rp. 600 juta.

Dengan jumlah uang sebanyak itu dikalikan 10 parpol tentunya jumlah yang sangat besar. Jangankan Rp 6 Miliar, Rp 600 juta saja jumlah yang sangat besar, begitu katanya kepada kami. Selain masalah keuangan, salah satu tujuannya menjadi penjabat Bupati untuk menyukseskan Pemilu Kada Mimika sehingga tidak dapat mencalonkan menjadi Cabup.

Jika Pemilu Kada berjalan dengan lancar tanpa terjadi sesuatu yang diinginkan, masa jabatannya akan berakhir. Akan tetapi karyanya tak akan dilupakan oleh masyarakat di kabupaten ini. Mimika sebenarnya membutuhkan pemimpin yang benar-benar merakyat seperti yang ada dalam diri Bupati saat ini. Dengan APBD yang melimpah, mestinya Mimika menjadi Kabupaten yang maju dalam hal insfrastruktur maupun kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakatnya. Yang terjadi malah sebaliknya uang melimpah Mimika seperti tak ada perkembangannya, hanya penduduknya saja yang semakin tahun semakin meningkat sekitar 10 persen.

Selain bercerita mengapa Ia tidak mencalonkan diri menjadi Bupati untuk periode ini, Ia juga bercerita tentang pengalamannya saat mengunjungi Distrik Jita. Di Distrik itu, pusat pemerintahannya sangat jauh dari pemukiman penduduk. Ketika Ia datang, Ia disambut oleh Kepala Distrik. Ia cukup heran sebuah Distrik yang ditumbuhi rumput liar yang tingginya hamper setengah badan orang dewasa.

Di Jita jarak Puskesmas dengan Kantor Distrik sekitar satu kilometer, Polsek juga satu kilometer, kemudian jarak pemukiman penduduk dengan kantor Distrik sekitar satu jam perjalanan. “Saya heran siapa yang bangun Distrik seperti ini,” katanya kepada kami dengan wajah yang penuh rasa heran.

Seperti layaknya seorang teman, Bupati sedikit curhat kepada kami. Ia menilai program pendidikan yang menelan ratusan miliar rupiah seakan sia-sia. Banyak gedung sekolah yang berada di kampung-kampung di Mimika oleh Dinas P & P kebanyakan tak digunakan dan kondisinya tak layak pakai.

Di Jila (kalau saya tidak salah dengar :) ) ada sebuah gedung sekolah yang benar-benar tak digunakan, ketika ia berkunjung ke daerah itu, menurut masyarakat setempat gedung itu tak pernah digunakan dan tak ada satupun guru apalagi murid.

Tetapi yang di tulis di Koran seorang pejabat Dinas P & P mengatakan bahwa didaerah itu ada aktifitas belajar mengajar . Membaca berita itu rupanya Bupati geram, “Saya akan cari orang yang bicara seperti itu dan akan saya kipas dia,” katanya disambut tawa kami.

Pandangan-pandangannya serta pemikirannya untuk Mimika di masa depan ada dalam dirinya akan tetapi tak akan terealisasi karena jabatannya akan segera berakhir. Mudah-mudahan Bupati yang terpilih nanti bisa meneruskan apa yang sudah di rintis oleh Bupati saat ini, Allo Rafra, SH.
SEMOGA….

Seperti mimpi di siang bolong, saya tidak menyangka hari ini bisa bertandang ke rumah sekaligus kantor Penjabat Bupati Mimika, Allo Rafra.  Memang bukan kali ini saya bertemu bupati. Dalam berbagai acara saat dihadiri oleh bupati, saya ada untuk mengabadikannya.

Tapi kali ini benar-benar spesial, saya bisa ke ruang kerja bupati dan mengambil foto secara langsung satu lawan satu. Keperluan saya dan teman-teman dari KPAD Mimika untuk mengambil gambar bupati dan akan dijadikan bahan pembuatan poster tentang HIV/AIDS.

Kami hanya diberi waktu lima menit, karena bupati sudah sangat lelah dengan segudang pekerjaan dan permasalahan yang harus di selesaikan. Tapi ternyata bukan hanya lima menit kami bercengkrama akan tetapi sekitar dua jam.

Sambutan pertama yang keluar dari mulut bupati, “jadi bupati itu tidak enak, kalian kira enak kah”. Kami hanya tertawa kecil. Setelah mengutarakan maksud kedatangan kami, bupati menyambut baik. Yang ada dalam pikiran saya saat itu, selesai menjelaskan maksud dan tujuan kami kemudian dilanjutkan dengan pemotretan.

Tapi yang terjadi bupati bercerita ngalor ngidul. Ia menceritakan permasalahan yang dihadapi di Kabupaten Mimika serta pandangan-pandangannya kedepan untuk Mimika.

Kurang lebih setahun Ia memimpin kabupaten ini dan telah menghasilkan karya yang cukup luar biasa,  pembangunan jalan dan proyek-proyek fisik lainnya sudah berjalan dan terbukti. Banyak sekali cerita yang dapat saya tuliskan disini tapi saya pun sudah lelah dan harus segera pulang.

Tunggu postingan dilain kesempatan :)

Senin (19/5) PEMILU KADA Mimika digelar, banyak kendala mulai dari salah nama hingga pemilih tak terdaftar tapi bagaimanapun itu pemilukada tetap digelar dan telah selesai dilaksanakan.

Saat pencoblosan ada kejadian lucu di TPS kampung saya, seorang ibu tidak mendapatkan kartu pemilih, kemudian ia mendengar bahwa tanpa kartu pemilih pun bisa asal mempunyai KTP. Ia pun ikut mengantri, saat gilirannya ia ditolak oleh petugas. Petugas menyarankan agar melihat daftar yang ditempel. Jika dalam daftar itu ada namanya, maka tanpa kartu pemilih tetap bisa ikut memilih dengan menunjukan KTP.

Si Ibu kemudian mencari namanya, namun sial namanya tak tercantum dalam daftar. Si ibu menghadap petugas, lalu petugas itu menyarankan agar si ibu pulang dan tak usah memilih. Dengan spontan ibu itu berkata,”Wah Kalo saya nga nyoblos ntar nga dapat duit, ya rugi saya”.

Semua orang yang mendengar kata itu lantas tertawa dan sang petugas memberitahukan pada si ibu bahwa disini hanya untuk nyoblos bukan bagi-bagi duit.

Ibu itu sudah terhasut dengan desas desus bahwa kalau memilih pasangan ….. atau …. akan di beri uang. Atau apakah memang ada praktek money politik??? Saya tidak tahu :D tanyakan saja ke Panwaslu :)

Hari ini Senin (19/5), PEMILU KADA Mimika berlangsung. Masyarakat se Kabuaten Mimika berbondong-bondong ke TPS terdekat, jika biasanya di pagi hari jalanan ramai dengan kendaraaan berlalulalang, hari ini sedikit lenggang. KPUD Mimika sepertinya kurang siap dan terkesan memaksakan agar Pemilu Kada segera dilakukan.

Di Kampung saya, hingga tadi malam banyak warga yang belum mendapatkan kartu pemilih. Kebetulan saya dan Ketua Panwaslu pernah satu kantor sehingga saya mempertanyakan masalah kartu pemilih yang belum dibagikan. Lalu ia menjelaskan dan memberitahukan petugas TPS di wilayah kampung saya.

Malam berlalu hingga pagi tiba, seorang tetangga dengan tergesa-gesa memberikan lembaran bukti tanda terima kartu pemilih beserta kartunya ke rumah saya. Dan ternyata kartu yang dibagikan tidak sesuai dengan nama kami. Dari lima buah kartu yang kami terima semua menggunakan nama orang lain. Nama saya  menjadi AGUS IWAN Kelahiran tahun 1969. (Tua Bangetz…. :( ) meskipun alamatnya sama.

Itu masalah kartu pemilih  yang dibagikan dengan sembarangan. Ada lagi bukti bahwa KPUD belum siap yaitu pagi tadi kawan saya melihat panitia masih sibuk menarik tenda dan membuat TPS. Seharusnya semua masalah kartu pemilih dan TPS sudah siap pada H -2 atau H-1 sehingga pada hari H pemilih tinggal memilih bukan masih sibuk dengan kartu dan membuat TPS, semua itu terkesan PEMILU KADA Mimika dilakukan tanpa persiapan yang matang dan terburu-buru.

Kalau saya mendapatkan kartu pemilih dengan nama dan usia yang tuaaaaa. ada orang lain sama sekali tidak mendapatkan kartu. mudah-mudahan PEMILU KADA Mimika berjalan dengan baik dan aman. SEMOGA…..

Beberapa bulan lalu, saya pernah menulis Mendulang, Pekerjaan Penuh Risiko. Senin (5/5) terjadi longsor di Kampung Sugima, Distrik tembagapura. 19 orang tewas dan diperkirakan masih ada tiga orang yang belum ditemukan. Korban longsor tersebut adalah para pendulang.

Pendulang sisa-sisa tambang PT Freeport memang banyak ditemui di tepian sungai tempat mengalirnya tailing. Kondisi camp pendulang pun seadanya, mereka mendulang seperti tanpa memperhitungkan risiko jika terjadi hujan terus menerus. 19 korban tersebut adalah penghuni Camp 55 di mile 72.

Letak camp-camp pendulang berada disisi sungai dan tebing gunung yang menjulang. Jadi jika longsor, camp akan tertimbun longsor kemudian akan jatuh ke sungai. Arus sungai pun derasnya tergantung curah hujan, jangankan manusia sebuah batu yang sangat besar saja bisa hanyut diterjang derasnyya arus sungai yang bercampur lumpur sisa tambang.

Apapun pekerjaan memang penuh risiko tapi mendulang di medan yang mengerikan… sungguh pekerjaan yang membutuhkan keberanian luar biasa.

Sejak kamis lalu sudah mulai libur tapi pada rabu sore ada sebuah undangan utuk menghadiri penanaman dusun sagu di nayaro dan saya yang ditunjuk untuk mengikuti acara tersebut–nga ada orang lg seh :) . Meskipun libur sebagai bawahan yang baik dan sudah menjadi bagian dari pekerjaan, saya tetap menghadiri acara itu. lagian diitung lembur kok :D

Tidak seperti biasanya, saya selalu membawa jaket. Tapi kali ini saya meninggalkan jaket kulit di kantor dan pergi dengan asumsi di Nayaro pasti panas akan tetapi justru sebaliknya, hujan lebat mengguyur Nayaro. Turun dari bis, saya tidak dapat mengambil gambar, sayang kameranya ntar rusak kena air :D

Kemudian saya berlari mendahului rombongan Bupati, Danlanal, Danlanud, Uskup dan pejabat lainnya yang berjalan dengan dilindungi payung, sedangkan saya berlari tanpa payung, sekujur tubuh basah. Sampai di Tenda, saya bisa menggambil gambar meskipun kamera sedikit kena air. Untungnya hujan tak lama. Saat penanaman, hujan berhenti total.

Tapi bagaimanapun juga akibat air hujan yang mengguyur saya, kepala jadi pening dan terasa berat.

Uuh.. mudah2an tidak sakit nanti.

Sapaan penulis

SELAMAT DATANG dan SELAMAT MENIKMATI. Blog ini dibuat untuk menampung tulisan2ku baik yang telah dimuat di tabloidku maupun kisah2 perjalanku, juga tempat menuangkan segala macam uneng2 pribadi. Jika merasa keberatan JANGAN MENGAKSES blog ini. Tapi jika Anda tetap bersikeras mengakses blog ini, saya mengharapkan kritik dan saran serta pertanyaan, silakan beri komentar.

Tentang Landas

LAndAS, buletin internal Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), untuk selengkapnya silakan kunjungi tautan LPMAK.

Arsip

Penanggalan

Mei 2008
M S S R K J S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Yang mengomen

fauzy mulia kam di Foto Kuala Kencana
rianto di Foto Kuala Kencana
budee di Proses Bakar Batu
o di Biofile
Jar di Bom Bunuh Diri dan Kemenangan…

yang Mampir

  • 17,988 Pelancong

Yang Iseng Saat Ini

who's online
Add to Technorati Favorites