Beberapa bulan lalu, saya pernah menulis Mendulang, Pekerjaan Penuh Risiko. Senin (5/5) terjadi longsor di Kampung Sugima, Distrik tembagapura. 19 orang tewas dan diperkirakan masih ada tiga orang yang belum ditemukan. Korban longsor tersebut adalah para pendulang.
Pendulang sisa-sisa tambang PT Freeport memang banyak ditemui di tepian sungai tempat mengalirnya tailing. Kondisi camp pendulang pun seadanya, mereka mendulang seperti tanpa memperhitungkan risiko jika terjadi hujan terus menerus. 19 korban tersebut adalah penghuni Camp 55 di mile 72.
Letak camp-camp pendulang berada disisi sungai dan tebing gunung yang menjulang. Jadi jika longsor, camp akan tertimbun longsor kemudian akan jatuh ke sungai. Arus sungai pun derasnya tergantung curah hujan, jangankan manusia sebuah batu yang sangat besar saja bisa hanyut diterjang derasnyya arus sungai yang bercampur lumpur sisa tambang.
Apapun pekerjaan memang penuh risiko tapi mendulang di medan yang mengerikan… sungguh pekerjaan yang membutuhkan keberanian luar biasa.


No comments
Pengumpan komentar untuk artikel ini