23 januari lalu genap sudah dua tahun setelah kembali dari Balikpapan. Selama dalam perantauan tentunya banyak peristiwa, pengalaman baik suka maupun duka.

Satu hal yang dirindukan yaitu teman – teman. Di sana, kami biasa berolok-olok atau mengunakan kritik yang negatif sebagai candaan. Tak tahu yang dikritik marah atau tersinggung tetapi reaksinya tertawa dan menikmati candaan meskipun menohok. Kebiasaan seperti itu jadi hiburan dan menghilangkan kepenatan di kantor.

Itu satu hal yang selalu dirindukan, selain itu  saya bisa berdebat dan mencela atasan, seperti seorang kawan yang kini di BBC juga merindukan hal yang sama. Empat tahun bekerja bersama antara satu dan lainnya sudah mengenal karakter dan tahu mana kata yang candaan maupun serius (kayanya yg serius aja jd candaan).

Setelah kembali ke timika (kantor baru) tentunya harus beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang ada. Lain orang lain pula karakternya. Tak seperti dulu ada saat- saat berkumpul bersama entah di kantin, lapangan badminton maupun di ruang kerja yang desainnya bercampur antara wartawan, redaktur dan leot.

Disini hanya beberapa saja yang bisa berkumpul, selebihnya super sibuk entah sibuk urusan kantor atau urusan pribadi yang jelas tak ada saat berkumpul bersama untuk bersenda gurau.

Dan kebiasaan saya dahulu masih terbawa, selalu mengkritik ceplas ceplos, malah ada yang berpikir bahwa saya selalu berpikiran negatif. Padahal maksud saya hanya bercanda. Tapi itulah manusia, lain orang lain karakter dan penilaian.

Masih butuh waktu untuk saya merubah kebiasaan itu, masih butuh waktu untuk mengenal teman-teman meskipun 2 tahun waktu yang cukup lama. Jarangnya bertemu dan rutinitas pekerjaan yang sangat banyak membuat 2 tahun belumlah cukup mengenal satu dan lainnya.

Atau memang saya yang selalu berpikir negatif ?? Atau yang mendengar penilaian saya terlalu sensitif??? Atau tingkat pendidikan yang rendah sehingga membuat saya tidak bisa menyaring sebuah komentar atau penilaian??

Ah memang saya harus lebih banyak belajar, belajar melihat, mengamati dan menyimpulkan serta belajar memahami perasaan orang lain agar tersakiti ketika saya berkomentar atau memberi penilaian……