RESPEK (Rencana Strategis Pembangunan Kampung), sebuah program dari pemerintah Provinsi Papua dimana setiap kampung mendapatkan RP 200 juta. Pencairan dana dua tahapan yaitu pada tahap pertama Rp 100 juta. Setelah tahap pertama digunakan dan dapat di pertanggungjawabkan maka dana tahap kedua bisa dicairkan.

Dengan dana itu pemerintah berharap kampung-kampung menjadi maju dalam hal pembangunan. Tiap kampung bebas menggunakan dana itu untuk membangun fasilitas yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Memang ada mekanisme dan skala prioritas mana yang terlebih dahulu dibangun, semua itu harus disepakati oleh badan musyawarah kampung yang dipilih oleh masyarakat.

Akan tetapi Program RESPEK tidak semua berjalan sesuai dengan harapan. Tak perlu jauh-jauh mengambil contoh kegagalan RESPEK, di kampung saya tinggal dana RESPEK tahap satu sejak tahun lalu dikucurkan tapi tidak ada pembangunan yang berjalan.

Memang ada beberapa jalan yang sudah diaspal tapi itu tidak menggunakan dana RESPEK. Seperti jembatan yang di kompleks saya, baru saja selesai dikerjakan akhir januari lalu. Saya mengira pembangunan jembatan itu bersumber dari dana RESPEK, ternyata itu dari Program Pembangunan Distrik tahun 2007.

Semakin membingungkan proyek 2007 kok baru dikerjakan awal tahun 2009?? yang jelas Program RESPEK dikampung saya gagal total. Dan yang jadi pertanyaan kemana dana Rp 100 juta ituh?? siapa yang menghabiskannya??

Ah niat baik seorang pemimpin tanpa dukungan bawahannya, maka sebagus apapun program ituh tetap saja tingkat keberhasilannya rendah. Memang dibutuhkan orang-orang yang bekerja dengan hati untuk membangun tanah ini. dicari!!