AWALNYA Mimika merupakan sebuah kecamatan dari wilayah administrasi Kabupaten Fakfak, berdasarkan peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 1996, Kecamatan Mimika ditetapkan sebagai Kabupaten Administratif, kemudian berdasarkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999, Mimika menjadi Kabupaten Otonom.
Kabupaten Mimika memiliki luas sekitar 20.039 km² atau 4,75% dari luas wilayah Provinsi Papua dengan topografi dataran tinggi dan rendah.
Kabupaten Mimika sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Paniani dan Puncak Jaya, sebelah Selatan Laut Arafuru, sebelah Timur Kabupaten Merauke dan sebelah Barat Kabupaten Fakfak.
Mimika didiami oleh 7 suku asli, dua suku besar yaitu Amungme yang mendiami wilayah pegunungan dan Kamoro di wilayah pantai. Selain kedua suku tersebut masih ada lima suku kekerabatan yaitu, Dani/Lani, Damal, Mee, Nduga dan Moni.
Kabupaten Mimika saat ini memiliki 12 Kecamatan yaitu Kecamatan Mimika Timur, Mimika Timur Tengah, Mimika Timur Jauh, Mimika Barat, Mimika Barat Tengah, Mimika Barat Jauh, Mimika Baru, Kuala Kencana, Tembagapura, Agimuga, Jila dan Jita.


23 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
November 7, 2007 pada 9:17 pm
Noy
Halo kaka2 dan adik2
sa mo tanya nih ke kalian semua….
” Ada yang tahu Profil atau gambaran umum, sejarah atau semua data2 tentang kilo sepuluh timika kah ? ”
Saya butuh data tersebut untuk saya puna skripsi
Terima Kasih sebelumnya
Amole
Rhino Noy
Oktober 12, 2011 pada 12:09 pm
Rahma Rasyid
kilo 10 adalah tempat orang-orang kesepian yang mencari kesenangan dunia….
Oktober 13, 2008 pada 6:50 pm
monthee
“Mimika didiami oleh 7 suku asli, dua suku besar yaitu Amungme yang mendiami wilayah pegunungan dan Kamoro di wilayah pantai. Selain kedua suku tersebut masih ada lima suku kekerabatan yaitu, Dani/Lani, Damal, Mee, Nduga dan Moni”
kepada operator meno timika, tolong dikoreksi mengenai pernyataan diatas mengenai suku pribumi di mimika. Pada daerah mimika hanya terdapat dua suku pribumi yaitu 1) Amungme dan 2) Kamoro. Tolong diperhatikan agar tidak terjadi salah tafsir pada publik.
terimakasih
Oktober 15, 2008 pada 10:37 am
MenoTimika
@monthee
Thanks atas koreksinya.
Di Mimika suku asli yaitu Amungme dan Kamoro selain itu ada lima suku yang disebut dengan suku kekerabatan.
Yang di maksud suku kekerabatan yaitu suku-suku yang berasal dari kabupaten lain/suku tetangga akan tetapi mereka sudah lama tinggal di Kabupaten Mimika.
Mohon koreksi kembali jika salah
Amole, nimao
November 12, 2008 pada 3:28 am
Iwhong
mana lanjutannya mas, ku baca dari jawa nich
Januari 3, 2009 pada 1:14 pm
titus
salam hangat
tulisan-tulisan korektif sangat itu sifatnya sangat dan saling menyelamatkan maka perlu bangun diskusi dan diskusi.
Hal yang perlu ketahui dan klasifikasi juga itu, dalam sebuah buku judulnya tidak ingat bhw — disana menjelaskan suku sempan di sempan. Berarti sekarang kota Timika itu. Sedangkan Kamoro lebih tertarik atau senang tinggal di sepanjang pesisir pantai selatan sedangkan amungme bukan orang pesisir pantai tetapi daratan tinggi sampai rendah. Oleh karena itu, musti perjelas karena penduduk yang datang sekali di Mimika inginnya mau menetap disana tanpa mengenal siapa tuannya, antara suku sempan, kamoro, amungme, dll.
salam
chrit
Januari 3, 2009 pada 1:20 pm
dedy
salam natal dan tahun baru
Belem lama saya baca informasi singkat di media.
Orang Amungme rampas harta milik orang Mee di daerah Irigasi. Apakah, tuturkan keringat itu dari orang Mee atau Amungme hanya datang mengambil alias rampas harta miliknya.
Kedepannya, sikap dan tindakan main rampas setelah orang lain bersikan, korban nyawa selama bertahun-tahun itu menjadi catatan proteksi semestinya. Tanpa ikut aktor seperti hans Magal dan juga Yopie dkk
semoga dalam tahun ini kembali membangun kebersamaan dan kekeluargaan secara harmoni dengan mengedepankan papua tanah damai itu mas.
maturnuwun mas
dedy
Juni 11, 2009 pada 7:31 pm
sarah
MIMIKA TIMUR, KILO 10 ?
wah kilo 10 sama halx seperti di jayapura mengatakan tanjung yang t4x di sentani…
Agustus 8, 2009 pada 1:52 pm
tarto
Dengan bergabung dulu di :
http://www.bisnis-tiket-pesawat.com/?id=tarto
Anda akan mendapatkan webreplika sendiri seumur hidup. Dari webreplika anda sendiri, anda bisa transaksi booking dan cetak tiket lewat komputer anda sendiri, anda tidak repot2 ke agen, bahkan anda akan mendapatkan berbagai komisi. Komisi jaringan, sponsor, dan komisi transaksi pembelian/penjualan tidak. Sehingga aktivitas anda akan lebih mudah dan efisien
Oktober 26, 2009 pada 10:54 pm
vc
ado……
kam ni kilo trus
mingo2 banyak bru!
di kilo tu su banyak yg tra prwan lg
hhe
Agustus 17, 2010 pada 7:19 pm
evhi magal
COWO2 pApUa stoped talk about KILO 10 someting
Is noT good 4 u guys
April 27, 2010 pada 11:12 am
muchtar
timika,,,pembangunan yang belum merata …jalan-jalan masih banyak yang belim rata…jadi pemerintah tolong dong diperhatikan,,,,
kapan timika,,,punya tim sepak bola….
dikuala kencanakan ada lapangan yang bagus,,,,he,he,,,
Juni 17, 2010 pada 1:19 pm
kwamki enong
lalu bgmna dgn KWAKILAMA masa kam lupa tu…..
Agustus 17, 2010 pada 7:14 pm
evhi magal
tImIkA aLWAYSSSS is the Best
mri ToNG bnGUN tong PU tmk TRcNTA………
bEbASkN KORUPSI, RASIS, nEpotisme, N kePeRnGannnn
MrI Hduppppp BrDAMI krJA bSR, sLing MmBNTU sTU SMA yG LAEEEEEEENNNNNNNNNNNN………………,,,,,,,,,,,,,
November 4, 2010 pada 2:27 pm
dy
hallo…salam kenal
Seminggu rencananya saya akan ke Tembagapura untuk riset di freeport.
Ini kali pertamanya saya ke kota tersebut.
Boleh minta infonya gambaran tentang Tembagapura?
Saya dapat info dari rekan kantor, kalau mau berangkat kesana harus minum pil kina ya untuk mencegah terkena malaria? Apakah saya perlu minum pilnya setiap harinya? Berapa dosisnya untuk pencegahan?
Terima kasih sebelumnya atas infonya
November 26, 2010 pada 11:28 pm
JenLy.KUs_kus KWamKILma
BAa TImIka tuuu BukaN BAru tu Da LAma YAng LEBIh LAma tu KWamKILama Ehehehe Tezzz To0o0o
Februari 18, 2011 pada 11:07 am
paulus kemeyau
meno timika@:tuh memang btul jga….,tp kenyataannya ada puluan suku yang tinggal di stu,jdi tlong d koreksi ulang mana yang suku asli dan mana yang tdak…..suku komoro tinggal d pantai,dan suku amume d pegunungan,tp lima suku lainx tinggal d mana??????????
Juni 21, 2011 pada 1:50 pm
boys
bha ne bru sjarah kilo 10 tho bagaimana thoooooo
tolong jelaskan dulu …………….
Juli 27, 2011 pada 2:41 pm
Priskila de Fretes
slamat siang…mau bertanya,,,adakah kebiasaan / kebudayaan dari masyrakt Mimika yang sudah sgt mendarah daging dr setiap suku,*contohnya seperti: Suku Dani di Wamena yang ketika berduka mereka memotong jari2 mreka.
adakah budaya2 yang bisa saya ktahui dari suku2 di Mimika ?? *saya sangat tertarik untuk menelitinya…. terimakasih, salam..
September 26, 2011 pada 1:32 am
Abdul Razak Macap
ada salah satunya upacara pendewasaan anak (inisiasi) pada suku besar kamoro yang dilakukan di rumah adat karapau yang masih ditemui dan masih banyak unsur lain dari budaya suku kamoro yang menarik untuk di teliti.
November 7, 2011 pada 3:09 pm
Mommy'na BalQis
aku pernah tinggal di timika selama 8bln, nemenin suami kerja…
dsana suasana kondusif, nyaman…
waktu aQ dsana dlu (kurleb 3th yg lalu) Amaaaaan bgt, sampai2 dsana g ada tukang parkir, mo naruh spda dmn aja aman.. Entah skr gmn kondisinya, ingin sekali berangkat ksana lagi….
Desember 21, 2011 pada 2:26 pm
Everardus Kukuareyau
timika bkan 7 suku, tetapi 2 suku. Jangn karna kita tahu lalu kta ktakan bnar tetpi kembli kpda sjarah…..
Apa dn mngapa smpai 7 suku penghuni timika? ini sbuah prtnyaan
Februari 11, 2012 pada 11:52 am
leo
Serikat Pekerja Sektor Informal Indonesia ( SPINDO ) akan meluaskan programnya di Timika. Kami berharap dukungan Masyarakat Timika agar kita dapat bersama sama melaksanakan program percepatan pembangunan Mimika pada khususnya dan Papua pada umumnya.
Dari : Leo.TD Sarumpaet,SH ( Sekjen SPINDO )