Putra Daerah yang bukan asli putra daerah, melewati masa kecil bukan di tempat kelahiran. Timika menjadi Kampung halamanku, disinilah aku menjalani aktifitas sehari-hari, kecuali maret 2003 hingga januari 2007 gw bekerja di Balikpapan sekalian mencari pengalaman dan ilmu.
Sejak 1985 aku sudah di Timika, ikut kedua ortuku transmigrasi. Di Timikalah aku dibesarkan, banyak suka maupun duka ku lalui.
Tentang aku: Kata teman-temanku di Balikpapan, aku orangnya baik, empatinya tinggi dan ada juga yang bilang aku kasar dan cerewet. Tapi pada dasarnya aku memang baek, hehehehe.
kalo nga percaya aku baek, baca aja testi dari teman2ku di FSku
Aku sih pengennya merubah dunia, yang buruk jadi baek, yang baek tambah baek. Tapi apa dayaku, Aku aja nga berubah dari dulu ya begini aja
O iya ini karya-karyaku ato perjalan hidupku selama di Timika
lIhat aja disini


6 comments
Comments feed for this article
Agustus 29, 2007 pada 2:12 pm
aRuL
Salam kenal
Februari 22, 2008 pada 1:27 pm
drhandri
numpang mampir…..
silahkan mampir ketempat saya ya… drhandri.wordpress.com
trims
Mei 11, 2008 pada 1:14 am
regita
Hi! ‘ga sengaja sy nyasar kesini….
tapi ternyata kok blog anda menarik juga.
kebetulan sy pernah mampir ke timika, tepatnya di RSMM,
sayang cuma sekejap.
semula ragu ketika diajak utk ke sana, kebayang tempat yg jauh, asing,
seram (malarianya bo!),
ternyata….ga “serem-serem” amat, bahkan sebaliknya.
ingin suatu saat berkesempatan ke sana lagi.
salam!
@ Thanks dah mampir. Timika terkenal perang suku aja jadi kesannya serem, padahal asik di timika.
Mei 21, 2008 pada 2:52 am
regita
Hi!
kesampaian juga saya balik ke timika minggu lalu sampai senin kemarin, tepatnya ke RSMM lagi, untuk riset malaria.
tapi juga tidak lama dan gak sempat kemana-mana.
kebetulan pas ada pilkada, jadi pada libur ya….!
ikutan pilkada jugakah?
sekarang sdh di jkt lagi. gimana suasana timika pasca pilkada?
smoga damai aja ga ada perang suku ya.
slamat harkitnas!
cheers!
Mei 21, 2008 pada 1:48 pm
kan
@ Regita
Ke Timika Kok nga mampir ke T4 saya
Sebut nama saya Dokter Enie pasti tau, hehehe.
Riset malaria mulu, meskipun ada obat baru duo cotecxin, malaria tetep yang terhebat di Papua, kekeke…
saya nga ikut pilkada, sejak punya hak memilih hanya sekali saja menggunakannya.
Juni 7, 2008 pada 5:32 pm
o
halo…lam kenal…