You are currently browsing the category archive for the 'Berita' category.
Sudah empat kali saya ke Kaokanao. Kota tua yang benar-benar terlupakan, kota yang penuh sejarah namun masih sedikit tersentuh pembangunan. Di Kaokanao ada sebuah SMA Negeri, ketika saya berkunjung kesana saat itu telah selesai ujian akhir nasional.
Seperti biasa, saya dan kawan - kawan menginap di pastoran. Di situ kami bercengkerama dengan beberapa orang tua. Mereka bercerita bahwa siswa/i SMA itu tahun ini yang LULUS 0.09 % atau bisa dikatakan hampir semua TAK LULUS benar-benar menyedihkan. Menurut mereka guru-guru yang mengajar di SMA itu tak mengajar sampai berbulan-bulan, pantas saja mereka tidak lulus. Melihat kenyataan itu membuat geram para orang tua di Kaokanao.
Ah… benar- benar menyedihkan. Ada cerita lain. Di Kaokanao ada sebuah lapangan sepak bola, seperti kebanyakan lapangan di kampung tentunya lapangan itu ditumbuhi rumput liar. Upaya pemerintah untuk memperbaiki memang ada tapi, yah begitulah pemerintah bekerja asal-asalan. Di lapangan itu dibangun yang kata penduduk Kaokano adalah sebuah tribun penonton.
Tapi apa yang ada tampak bukan seperti sebuah tribun melainkan seperti panggung hiburan malah lebih cocok disebut PosKamling atau pos ronda. Bagamana tidak disebut sperti itu, dilihat dari bentuk bangunannya saja sudah tak menyakinkan dan tak layak disebut tribun penonton.
Sebenarnya apa seh tujuan pemerintah membangun tribun seperti itu?? mungkin maksudnya baik tapi pelaksanaannya saja yang asal-asalan, bagaimanapun juga yang penting PROYEK.
Pekan Lingkungan Indonesia & CSR Indonesia Expo 2008
Kamis, 5 Juni 2008 hingga 8 Juni 2008, saya mengikuti Pameran Pekan Lingkungan Indonesia & CSR Indonesia Expo 2008 di JCC. Pameran tersebut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Menteri Perumahan Yusuf Asy’arid dan secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie.
LPMAK berada satu stand dengan PTFI selain itu juga turut Forum Kemitraan Pengelolaan Lingkungan Hidup Papua (FKPLH) mengenai program lingkungan di Provinsi Papua. Pameran tersebut dikunjungi oleh para pemerhati di bidang CSR, pejabat pemerintah, aktivis kemasyarakatan, pengusaha dan para mahasiswa.
Ini pengalaman terbaru yang saya alami mengikuti pameran berskala nasional. Banyak pengunjung yang ingin mengetahui program-program yang di kelola LPMAK dan apa yang telah dilakukan PTFI untuk masyarakat di Mimika. Selain itu ada pula pengunjung yang sekadar mengkritik maupun memberikan saran-saran.
Namun sangat disayangkan ketika seorang pengunjung bertanya kepada saya tentang Forum Kemitraan Pengelolaan Lingkungan Hidup Papua (FKPLH), saya kebigungan dan menoleh kekanan dan kiri unntuk mencari orang yang dapat menjelaskan mengenai FKPLH. Usaha saya sia-sia, teman-teman dari PTFI pun kebingungan. Seharusnya yang menjaga dan menerangkan poster yang dibuat FKPLH adalah pejabat dari Bapeldalda Papua.
Hari pertama saat persiapan stand pejabat itu ada setelah itu tak tahu dimana rimbanya hingga saat membereskan stand sang pejabat yang terhormat beserta krunya baru muncul di stand. Memang sangat disayangkan kesempatan yang baik untuk memberikan informasi kepada masyarakat Jakarta tidak digunakan dengan baik. Perjalanan dianas digunakan untuk jalan-jalan keliling Jakarta.
Sebenarnya mereka itu mau ikut pameran atau hanya menggunakan pameran sebagi kedok untuk bersenang-senang. Aah….. benar-benar mental pejabat….
Sedikit kisah tentang pameran, kisah lain mengenai saya akan ditulis lain kesempatan
Sambungan kemarin
Dari obrolan sekitar dua jam, kami yang datang sedikit menyinggung mengapa Pak Allo tidak mencalonkan menjadi Bupati dan kami memberi jaminan jika Ia mencalonkan diri sudah dipastikan akan menang meskipun tanpa kampanye. Kami berani memberikan garansi seperti itu karena selama beliau memimpin Mimika menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan lima tahun yang lalu.
Dengan bijak Bupati mengatakan bahwa Ia tidak mampu memenuhi permintaan partai politik agar memberika sejumlah uang. Di Mimika satu koalisi ada yang berjumlah 10 Parpol dan setiap parpol meminta sekitar Rp. 600 juta.
Dengan jumlah uang sebanyak itu dikalikan 10 parpol tentunya jumlah yang sangat besar. Jangankan Rp 6 Miliar, Rp 600 juta saja jumlah yang sangat besar, begitu katanya kepada kami. Selain masalah keuangan, salah satu tujuannya menjadi penjabat Bupati untuk menyukseskan Pemilu Kada Mimika sehingga tidak dapat mencalonkan menjadi Cabup.
Jika Pemilu Kada berjalan dengan lancar tanpa terjadi sesuatu yang diinginkan, masa jabatannya akan berakhir. Akan tetapi karyanya tak akan dilupakan oleh masyarakat di kabupaten ini. Mimika sebenarnya membutuhkan pemimpin yang benar-benar merakyat seperti yang ada dalam diri Bupati saat ini. Dengan APBD yang melimpah, mestinya Mimika menjadi Kabupaten yang maju dalam hal insfrastruktur maupun kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakatnya. Yang terjadi malah sebaliknya uang melimpah Mimika seperti tak ada perkembangannya, hanya penduduknya saja yang semakin tahun semakin meningkat sekitar 10 persen.
Selain bercerita mengapa Ia tidak mencalonkan diri menjadi Bupati untuk periode ini, Ia juga bercerita tentang pengalamannya saat mengunjungi Distrik Jita. Di Distrik itu, pusat pemerintahannya sangat jauh dari pemukiman penduduk. Ketika Ia datang, Ia disambut oleh Kepala Distrik. Ia cukup heran sebuah Distrik yang ditumbuhi rumput liar yang tingginya hamper setengah badan orang dewasa.
Di Jita jarak Puskesmas dengan Kantor Distrik sekitar satu kilometer, Polsek juga satu kilometer, kemudian jarak pemukiman penduduk dengan kantor Distrik sekitar satu jam perjalanan. “Saya heran siapa yang bangun Distrik seperti ini,” katanya kepada kami dengan wajah yang penuh rasa heran.
Seperti layaknya seorang teman, Bupati sedikit curhat kepada kami. Ia menilai program pendidikan yang menelan ratusan miliar rupiah seakan sia-sia. Banyak gedung sekolah yang berada di kampung-kampung di Mimika oleh Dinas P & P kebanyakan tak digunakan dan kondisinya tak layak pakai.
Di Jila (kalau saya tidak salah dengar
) ada sebuah gedung sekolah yang benar-benar tak digunakan, ketika ia berkunjung ke daerah itu, menurut masyarakat setempat gedung itu tak pernah digunakan dan tak ada satupun guru apalagi murid.
Tetapi yang di tulis di Koran seorang pejabat Dinas P & P mengatakan bahwa didaerah itu ada aktifitas belajar mengajar . Membaca berita itu rupanya Bupati geram, “Saya akan cari orang yang bicara seperti itu dan akan saya kipas dia,” katanya disambut tawa kami.
Pandangan-pandangannya serta pemikirannya untuk Mimika di masa depan ada dalam dirinya akan tetapi tak akan terealisasi karena jabatannya akan segera berakhir. Mudah-mudahan Bupati yang terpilih nanti bisa meneruskan apa yang sudah di rintis oleh Bupati saat ini, Allo Rafra, SH.
SEMOGA….
Senin (19/5) PEMILU KADA Mimika digelar, banyak kendala mulai dari salah nama hingga pemilih tak terdaftar tapi bagaimanapun itu pemilukada tetap digelar dan telah selesai dilaksanakan.
Saat pencoblosan ada kejadian lucu di TPS kampung saya, seorang ibu tidak mendapatkan kartu pemilih, kemudian ia mendengar bahwa tanpa kartu pemilih pun bisa asal mempunyai KTP. Ia pun ikut mengantri, saat gilirannya ia ditolak oleh petugas. Petugas menyarankan agar melihat daftar yang ditempel. Jika dalam daftar itu ada namanya, maka tanpa kartu pemilih tetap bisa ikut memilih dengan menunjukan KTP.
Si Ibu kemudian mencari namanya, namun sial namanya tak tercantum dalam daftar. Si ibu menghadap petugas, lalu petugas itu menyarankan agar si ibu pulang dan tak usah memilih. Dengan spontan ibu itu berkata,”Wah Kalo saya nga nyoblos ntar nga dapat duit, ya rugi saya”.
Semua orang yang mendengar kata itu lantas tertawa dan sang petugas memberitahukan pada si ibu bahwa disini hanya untuk nyoblos bukan bagi-bagi duit.
Ibu itu sudah terhasut dengan desas desus bahwa kalau memilih pasangan ….. atau …. akan di beri uang. Atau apakah memang ada praktek money politik??? Saya tidak tahu
tanyakan saja ke Panwaslu ![]()
Jumat (7/3) lalu, saya dan beberapa orang teman pergi ke Kaokanao. Tujuan kami kesana untuk melihat pabrik es balok dan pabrik pembuat kapal dari fiber bantuan dari USAID. Diperjalanan sejauh mata memandang hanya tampak hijaunya hutan bakau, rimbunnya pandan hutan dan coklatnya air sungai serta derasnya ombak di lautan.
Hari sudah mulai sore yang menuju Kaokanao. Setelah melewati sungai, kapal yang kami tumpangi menuju lautan karena air di sungai sudah mulai surut. Kami terombang ambing oleh ombak lautan yang malam hari itu agak deras. Selain menikmati guncangan ombak, kami pun dapat melihat indahnya sunset.
Surutnya air di muara yang menuju Kaokanao, membuat kapal yang kami tumpangi tak dapat melanjutkan perjalanan. Kami pun berhenti di Kampus Biru sambil menunggu air mulai pasang. Di Kampus Biru, kami membuat api unggun, memancing dan untuk mengisi perut yang mulai kosong kami membuat sagu bola-bola.
Pemerintah Kabupaten Mimika mengeluarkan kebijakan Ujian Nasional Tahun 2008 GRATIS/tidak dipungut biaya. Kebijakan tersebut tentunya disambut gembira oleh para orang tua/wali murid ditengah-tengah kebutuhan hidup yang serba mahal.
Mudah-mudahan saja kebijakan itu dapat terlaksana dengan baik serta tidak ada parktek kecurangan yang dilakukan pihak sekolah. Tahun lalu, ketika adik saya mengikuti Ujian Akhir Nasional harus membayar Rp 600.000. Alasan pihak sekolah uang itu sebagian akan digunakan untuk biaya perpisahan dan belum turunnya dana dari pemerintah. Dan pihak sekolah berjanji jika dana dari pemerintah sudah cair maka akan dikembalikan. Nyatanya sampai sekarang tidak ada kabarnya.
Keputusan Pemda Mimika menggratiskan biaya UN merupakan angin segar bagi orang tua/wali murid. Mengapa Pemda Mimika baru berani menggratiskan biaya UN saja? padahal di daerah lainnya SD hingga SLTA GRATIS.
Untuk sementara nikmati saja dulu UN gratis lumayan kan saya tidak mengeluarkan biaya tambahan buat adik-adik yang masih sekolah
sambil menunggu sekolah Gratis. Tapi KAPAN??
Majalah Mingguan Tempo, selain sebuah majalah terbesar di Indonesia juga majalah yang tampil dengan isi yang cerdas. Tapi kali ini sampul edisi edisi 4 - 10 Februari 2008 bergambar ilustrasi Soeharto (mantan Presiden RI) bersama anak-anaknya yang hampir sama dengan karya The Last Supper Leonardo da Vinci.
Lukisan Leonardo da Vinci tentang Perjamuan Kudus Yesus dan murid-muridnya hampir mirip dengan sampul tersebut dimana Soeharto duduk diantara anak-anaknya. Sampul Majalah Mingguan Tempo edisi 4-10 Februari 2008 tersebut, telah menghina dan menyakiti hati umat Kristiani serta dinilai melecehkan Perjamuan Kudus serta Yesus kristus.
Tempo memang masih beruntung, meskipun mengecewakan umat Kristen tak ada reaksi yang berlebihan. Seandainya tempo melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh media di Denmark, mungkin saja kantor tempo bisa luluh lantak oleh kemarahan umatnya.
Media Denmark saja yang jauh di negeri seberang diprotes besar-besaran apalagi terjadi di Indonesia? Mengapa Tempo kali ini benar-benar ceroboh??
Dan secara resmi Pihak tempo meminta maaf, lengkapnya lihat disini
Dua minggu lalu, saya bertemu seorang kenalan yang bekerja di Instansi Pemerintah (Maap nga perlu disebutin). Kami pun bercakap2 mengenai pekerjaan.
kenalan: “Namumu ada di daftar penerima uang transport”
saya: “kan saya sudah bilang saya nga mau ambil amplop itu, saya sudah
dikasih uang transport ama kantor”
kenalan: “ah yang lain sudah ambil, biasalah kalo cuma uang transport
dan memang ada anggarannya”
Lalu saya dengan sedikit pengetahuan menjelaskan betapa seorang
jurnalis/wartawan itu tidak diperkenankan menerima apapun saat menjalankan tugas.
Sejak mantan Presiden RI ke-2, Soeharto jatuh sakit hampir semua TV berlomba-lomba menayangkan perkembangannya dari waktu ke waktu dan para wartawan pun sampai menginap di RSPP. Pokoknya berita selalu ada Soeharto…. Soeharto dan Soeharto. Hingga Akhirnya Minggu (27/1) pukul 13.10 WIT Soeharto meninggal, sejak saat itu TV juga masih berlomba-lomba menayangkan prosesi pengangkutan mayat ke Cendana hingga pemakaman di Astana Giribangun Karanganyar, Jawa Tengah.
Bukan hanya TV saja, tadi malam sebelum saya tidur ada sebuah SMS yang masuk bunyinya seperti ini :
“<forwarded from 085267703575> Permohonan Ibu Siti Hardianti Rukmana (mbak Tutut). Atas nama semua anak dan cucu mantan Presiden Soeharto, mohon pengampunan beliau pd masa2 yg lalu. Sebarkan ke 10 tmn dan pulsa anda bertmbh 500.000 scr otomatis. Sudah terbukti!!! Cepat, hanya berlaku hr ini (s/d pkl 23)”
+62081354106809.
Ah hare gene masih ada orang Bodoh yang percaya ama SMS HOAX seperti itu. Dua minggu lebih TV2 dihiasi oleh perkembangan Soeharto…. hingga pagi tadi sebelum saya berangkat ke kantor. Tapi emang benar2 BODOH tuh orang yang mau ngirim ke 10 orang SMS HOAX itu, bukannya pulsa bertambah yang benar malah pulsa anda berkurang.
DALAM kehidupan masyarakat Suku Amungme, pembagian peran dalam perekonomian rumah tangga dapat dikatakan tidak berimbang. Perempuan biasanya mendapat porsi tanggung jawab terbesar.
Seorang ibu di Kampung Amungun, Distrik Akimuga mengatakan bahwa tugas laki-laki dalam pekerjaan berkebun adalah membuka lahan untuk berkebun. Menebang pohon dan membabat semak-semak sehingga terbentuk sebidang tanah yang siap ditanami oleh bibit sayuran adalah tugas kaum pria.
Ketika membaca sebuah surat kabar, saya menemukan sebuah berita yang sangat bertolak belakang dengan yang terjadi di Timika. Inti beritanya seperti ini:
“Dua Ibu Rumah Tangga ditangkap oleh jajaran kepolisian Biak Numfor saat menjual KUPON PUTIH alias TOGEL. Menurut Kapolres Biak Numfor itu merupakan salahsatu bukti bahwa polisi serius dalam pemberantasan perjudian di Biak Numfor dan itu adalah perintah dari atasan (Kapolda dan Kapolri)”.
Berbeda dengan Kabupaten Mimika, judi TOGEL aman-aman saja. Penjual dan pembeli bebas bertransaksi. Hadiah yang ditawarkan dari judi TOGEL memang menggiur, satu kupon (nomor 2,3,4 angka) minimal RP 5.000 dan jika menang yang didapat untuk 2 angka 350.000, 3 angka 1 juta lebih sedangkan 4 angka Rp 13 juta. (saya nga tau pastinya).
Ironis memang disaat daerah lain memberantas perjudian, di Timika malah tak tersentuh. Atau mungkin pihak kepolisian Timika masih belum mendapat perintah dari atasannya sehingga tidak ada gerakan untuk pemberantasan perjudian.
Eeem………… Bagi ada penggemar TOGEL, kalau mau pasang ke Timika Aja Bueeeebaas………… (eit buka promosi cuma sekedar info
)
Sebentar lagi Natal, setelah 4 taon Natalan sendirian taon ini natal bareng keluarga. Hampir setaon gw kerja, molai besok gw dah cuti. jadi sampe 14 januari gw nga maen2 kompi lage, nga ngenet, ngeblog dng aktipitas laen di kantor.
Gw hanya ucapin
Met Natal 2007 dan Taon Baru 2008
Semoga suka cita Natal dan damai sejahtera selalu menyertai Anda
dan Semoga di taon yang baru, kehidupan Anda jadi lebih baik.
Tuhan Memberkati Kita…
Pulau Karaka salahsatu tempat
bermukimnya masyarakat Suku Kamoro
Beberapa minggu lalu, saya ikut mengambil kapal yang baru dikirim dari surabaya. Kapal milik LPMAK akan digunakan untuk menampung ikan hasil tangkapan nelayan tradisional Suku Kamoro dan kemudian dipasarkan. Kapal putih yang panjangnya sekitar 20 meter itu dipesan dari surabaya, dikirim dengan kapal barang PTFI.
Karena dikirim menggunakan kapal barang PTFI, kami harus mengambil kapal tersebut di Cargodok Portsite. Pukul 12.30, kami berangkat menuju portsite. Perjalanan ke sana kurang lebih1,5 jam. Sesampainya di Cargodok, kami harus melewati beberapa prosedur untuk dapat mengambil kapal.
Foto2nya disini
Lagi Males mau ngeposting, iseng-iseng baca mail yang udah lama tersimpan. Ada artikel yang dikirim oleh seorang teman, dan patut kita ketahui dan sangat berguna bagi kita. Mudah-mudahan bermanfaat.
Inilah yang berbahaya dilingkungan kita:
1. BEKAS BOTOL AIR MINERAL
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA).
“Wartawan diharapkan dalam penulisan berita lebih berpihak pada anak dan perempuan
MEDIA memainkan peranan penting dalam membangkitkan kesadaran mengenai hak-hak anak. Melalui media masyarakat dapat lebih peduli terhadap hak-hak anak, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, pencegahan HIV/AIDS dan perlindungan anak.
Namun selama ini media cenderung mengeksploitasi anak dan kadangkala melupakan hak anak, hal ini terjadi karena jurnalis kurang memahami hak anak. Beberapa kasus liputan anak, yang semula bermaksud untuk membela anak justru membuat tereksploitasi sehingga anak akhirnya tidak bebas lagi karena identitasnya diketahui publik.
![]()
Tragis, menyedihkan, mengecewakan atau apalah terserah yang jelas Inggris gagal lolos ke EURO 2008 di Austria-Swiss. Sejak kualifikasi Inggris tampil tak pernah konsisten, maka tak heran kalau banyak pihak yang pesimis inggris bisa lolos.
Saingan Inggris saat itu hanya Rusia untuk menemani Kroasia yang terlebih dahulu memegang tiket EURO 2008. Saat Rusia akan berhadapan dengan Israel, publik Inggris berharap Israel mengalahkan Rusia agar peluang mereka semakin terbuka.
Mendulang sisa tambang (tailing) PTFI bisa menjadi satu mata pencaharian dan setiap orang bisa melakukannya, hasilnya pun lumayan. Dan mencari emas sepertinya mudah dilakukan, berbeda jika memasang listrik baru.
Untuk memasang listrik baru ke rumah saat ini bukan perkara mudah, alasan Perusahaan Lilin Negara (PLN) stok meterannya kosong dan tidak melayani pemasangan baru. Tapi kekosongan meteran tiba-tiba bisa menjadi ada jika konsumen mau membayar mahal.
Malaria adalah penyakit yang menyebalkan. Malaria menjadi penyakit yang khas untuk Papua. Untuk orang yang pertama kalinya menginjakkan kakinya di Papua dan berniat berdomisili untuk waktu yang lama, hati-hati dan bersiaplah kena malaria.
Saking dahsyatnya malaria, saat ini ada tiga jenis obat penyakit malaria, yaitu cloroquin, piremetamin dan sulvadoxin, sudah tidak mempan lagi untuk mengobati pasien malaria di Timika, Papua.
Sejak Sabtu(3/11) dini hari hingga Minggu (4/11) kota Timika mencekam kini sudah mencair, kesepakatan damai sudah disepakati. Kerusuhan yang terjadi akibat protes dari massa yang tidak terima dengan kematian salah satu tokoh masyarakat di kalangan mereka.
BERBICARA mengenai pengelolaan industri di suatu kawasan maka tak bisa dilepaskan dari pengakuan dan penghargaan terhadap hak-hak masyarakat setempat agar kegiatan industrialisasi yang tengah berlangsung tidak melahirkan marginalisasi penduduk setempat.
Karena itu, salah satu tanggung jawab moral yang dipenuhi oleh perusahaan yang menanamkan modalnya adalah komitmen untuk melaksanakan program community development (Comdev). Hal itu telah dibuktikan PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.
Selama 3 hari di Biak, selain mengikuti pelatihan tentang Hak-hak anak, saya berkesempatan melancong ke tempat2 yang bersejarah. Salahsatunya Goa Lima Kamar, Goa ini terletak di Biak Timur tepatnya berada di bawah jalan dekat pintu masuk Biak Timur.
Goa ini pertamakali ditemukan oleh Paulus Kafiar (kebetulan teman saat pelatihan) Goa ini berada di belakang rumahnya. Goa Lima Kamar merupakan goa peninggalan tentara jepang. Disebut Goa Lima Kamar karena didalam goa ini ada lima buah ruang, ya mirip sama kamar-kamar. (Foto-fotonya dibawah)
Kampung Banti yang beberapa bulan lalu saya kunjungi, situasinya sedang memanas. Panas bukan karena matahari terbit tapi membara karena perang suku.
Setiap ada masalah jalan terakhir untuk menentukan siapa yang salah dan benar hanya perang hingga kini perang masih berlangsung, korban meninggal hingga luka-luka berjatuhan. Belum jelas perang itu di picu oleh masalah apa, desa-desus yang terdengar perang berkobar lagi dipicu oleh masalah asusila yang terjadi bulan lalu.
Terpovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, perang pecah lagi padahal sempat didamaikan. Mengapa selalu saja perang yang digunakan untuk memecahkan masalah, bukannya perang malah menambah masalah. Kerugian perang bukan hanya materi saja akan tetapi juga kehilangan nyawa manusia, jika kepala keluarga meninggal siapa yang mengurusi anak dan istrinya??
Uuh… memang adatnya sudah begitu, jadi perang bukan hal yang biasa bagi mereka. Kapan mereka sadar bahwa perang sangat-sangat merugikan……
wa….wa………wa………..wa…………crot…… panah menancap di tubuh korban………

Hari Senin hingga Rabu lalu, saya ke pesisir pantai. Saya dan rombongan pergi ke Kampung Atuka tujuan kami kesana memberikan pelatihan tambal jaring bagi masyarakat Atuka yang mayoritas pekerjaannya sebagai nelayan.
Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah mayoritas penduduknya berasal dari Suku Kamoro. Atuka merupakan kampung asli Suku Kamoro, berada di Pesisir Pantai. Untuk sampai ke Atuka menggunakan jalur laut dan sungai. Kami memilih untuk melewati sungai selain lebih cepat sampai, saat itu air sedang pasang jadi longboat yang kami tumpangi bisa melewatinya. Tapi jika air surut maka harus melalui laut.
Read the rest of this entry »
ANGGARAN belanja Provinsi Irian Jayapada 20 tahun silam hanya berjumlah Rp 500 miliar saja. Berbeda dengan era Otonomi Khusus (Otsus) saat ini, anggaran yang kucurkan pemerintah pusat kepada Provinsi Papua sebesar Rp 15 triliun. Selain alokasi dana yang sangat besar, pemerintah pusat juga memberikan kewenangan dan kekuasaan yang lebih luas kepada Pemerintah Provinsi Papua. Kewenangan dan kekuasaan itu hampir menyamai sebuah negara merdeka. Walaupun implementasinya belum berjalan baik tapi secara normatif, kekuasaan sudah diberikan kepada Pemerintah Provinsi Papua.
Keleluasaan untuk mengatur daerahnya sendiri agar rakyat Papua di Bumi Cenderawasih bisa menjadi tuan di atas negerinya mengisyaratkan bahwa pemerintah harus bekerja keras meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua dalam berbagai sektor secara langsung, berkelanjutan dan menyeluruh.


Yang mengomen