You are currently browsing the category archive for the 'Kritikan' category.
Sudah empat kali saya ke Kaokanao. Kota tua yang benar-benar terlupakan, kota yang penuh sejarah namun masih sedikit tersentuh pembangunan. Di Kaokanao ada sebuah SMA Negeri, ketika saya berkunjung kesana saat itu telah selesai ujian akhir nasional.
Seperti biasa, saya dan kawan - kawan menginap di pastoran. Di situ kami bercengkerama dengan beberapa orang tua. Mereka bercerita bahwa siswa/i SMA itu tahun ini yang LULUS 0.09 % atau bisa dikatakan hampir semua TAK LULUS benar-benar menyedihkan. Menurut mereka guru-guru yang mengajar di SMA itu tak mengajar sampai berbulan-bulan, pantas saja mereka tidak lulus. Melihat kenyataan itu membuat geram para orang tua di Kaokanao.
Ah… benar- benar menyedihkan. Ada cerita lain. Di Kaokanao ada sebuah lapangan sepak bola, seperti kebanyakan lapangan di kampung tentunya lapangan itu ditumbuhi rumput liar. Upaya pemerintah untuk memperbaiki memang ada tapi, yah begitulah pemerintah bekerja asal-asalan. Di lapangan itu dibangun yang kata penduduk Kaokano adalah sebuah tribun penonton.
Tapi apa yang ada tampak bukan seperti sebuah tribun melainkan seperti panggung hiburan malah lebih cocok disebut PosKamling atau pos ronda. Bagamana tidak disebut sperti itu, dilihat dari bentuk bangunannya saja sudah tak menyakinkan dan tak layak disebut tribun penonton.
Sebenarnya apa seh tujuan pemerintah membangun tribun seperti itu?? mungkin maksudnya baik tapi pelaksanaannya saja yang asal-asalan, bagaimanapun juga yang penting PROYEK.
Pekan Lingkungan Indonesia & CSR Indonesia Expo 2008
Kamis, 5 Juni 2008 hingga 8 Juni 2008, saya mengikuti Pameran Pekan Lingkungan Indonesia & CSR Indonesia Expo 2008 di JCC. Pameran tersebut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Menteri Perumahan Yusuf Asy’arid dan secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie.
LPMAK berada satu stand dengan PTFI selain itu juga turut Forum Kemitraan Pengelolaan Lingkungan Hidup Papua (FKPLH) mengenai program lingkungan di Provinsi Papua. Pameran tersebut dikunjungi oleh para pemerhati di bidang CSR, pejabat pemerintah, aktivis kemasyarakatan, pengusaha dan para mahasiswa.
Ini pengalaman terbaru yang saya alami mengikuti pameran berskala nasional. Banyak pengunjung yang ingin mengetahui program-program yang di kelola LPMAK dan apa yang telah dilakukan PTFI untuk masyarakat di Mimika. Selain itu ada pula pengunjung yang sekadar mengkritik maupun memberikan saran-saran.
Namun sangat disayangkan ketika seorang pengunjung bertanya kepada saya tentang Forum Kemitraan Pengelolaan Lingkungan Hidup Papua (FKPLH), saya kebigungan dan menoleh kekanan dan kiri unntuk mencari orang yang dapat menjelaskan mengenai FKPLH. Usaha saya sia-sia, teman-teman dari PTFI pun kebingungan. Seharusnya yang menjaga dan menerangkan poster yang dibuat FKPLH adalah pejabat dari Bapeldalda Papua.
Hari pertama saat persiapan stand pejabat itu ada setelah itu tak tahu dimana rimbanya hingga saat membereskan stand sang pejabat yang terhormat beserta krunya baru muncul di stand. Memang sangat disayangkan kesempatan yang baik untuk memberikan informasi kepada masyarakat Jakarta tidak digunakan dengan baik. Perjalanan dianas digunakan untuk jalan-jalan keliling Jakarta.
Sebenarnya mereka itu mau ikut pameran atau hanya menggunakan pameran sebagi kedok untuk bersenang-senang. Aah….. benar-benar mental pejabat….
Sedikit kisah tentang pameran, kisah lain mengenai saya akan ditulis lain kesempatan
Hari ini Senin (19/5), PEMILU KADA Mimika berlangsung. Masyarakat se Kabuaten Mimika berbondong-bondong ke TPS terdekat, jika biasanya di pagi hari jalanan ramai dengan kendaraaan berlalulalang, hari ini sedikit lenggang. KPUD Mimika sepertinya kurang siap dan terkesan memaksakan agar Pemilu Kada segera dilakukan.
Di Kampung saya, hingga tadi malam banyak warga yang belum mendapatkan kartu pemilih. Kebetulan saya dan Ketua Panwaslu pernah satu kantor sehingga saya mempertanyakan masalah kartu pemilih yang belum dibagikan. Lalu ia menjelaskan dan memberitahukan petugas TPS di wilayah kampung saya.
Malam berlalu hingga pagi tiba, seorang tetangga dengan tergesa-gesa memberikan lembaran bukti tanda terima kartu pemilih beserta kartunya ke rumah saya. Dan ternyata kartu yang dibagikan tidak sesuai dengan nama kami. Dari lima buah kartu yang kami terima semua menggunakan nama orang lain. Nama saya menjadi AGUS IWAN Kelahiran tahun 1969. (Tua Bangetz….
) meskipun alamatnya sama.
Itu masalah kartu pemilih yang dibagikan dengan sembarangan. Ada lagi bukti bahwa KPUD belum siap yaitu pagi tadi kawan saya melihat panitia masih sibuk menarik tenda dan membuat TPS. Seharusnya semua masalah kartu pemilih dan TPS sudah siap pada H -2 atau H-1 sehingga pada hari H pemilih tinggal memilih bukan masih sibuk dengan kartu dan membuat TPS, semua itu terkesan PEMILU KADA Mimika dilakukan tanpa persiapan yang matang dan terburu-buru.
Kalau saya mendapatkan kartu pemilih dengan nama dan usia yang tuaaaaa. ada orang lain sama sekali tidak mendapatkan kartu. mudah-mudahan PEMILU KADA Mimika berjalan dengan baik dan aman. SEMOGA…..
Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata sudah lama saya dengar saat saya masih di Balikpapan dan sampai masuk acara kick andy di Metro TV. Desas desus yang saya dengar tak memancing minat saya untuk membaca apalagi membeli
saya lebih cenderung membeli dan membaca buku-buku yang berbau komputer dan desain. Saat itu untuk novel bukan buku yang saya gemari.
Begitu kembali ke Timika, saya membaca semua jenis buku dan tiap bulan saya menyiapkan budget khusus untuk membeli buku, semua itu saya lakukan untuk mengisi waktu daripada nonton sinetron2 yang menyebalkan itu. Kemaren, saya berburu buku dan yang saya buru adalah Novel Laskar Pelangi. Beberapa toko buku yang saya datangi hanya menyediakan dua yaitu Sang Pemimpi dan Endensor sementara Laskar Pelangi tidak saya temukan (habis kale, kan dah lama
).
Selain harga yang mahal, tak banyak koleksi buku di Timika. Saya pun membeli dua buku tersebut. Ketika pulang ke rumah listrik dari PLN yang Brengsek itu padam. Dengan ditemani dua buah lilin saya membaca novel itu untuk mengusir rasa penasaran. Memang saat itu saya tidak menyelesaikan membacanya, saya hanya membuka mozaik demi mozaik.
Alangkah terkejutnya saya ketika melihat Mozaik 15, Ekstrapolasi Kurva yang Menanjak yang berakhir di halaman 213, nomor halamannya langsung berubah ke 247. Ada selisih 34 Halaman dan saya tak dapat membaca 1,5 bab. Hiks….
Kok bisa ya selisih sampai 34 halaman. seandenya hanya 2 ato 4 halaman saya masih memaklumi. Yang terjadi 34 halaman, kesalahan yang sangat besar. Novel yang bagus itu ketika saya membaca terkadang mengingatkan masa kecil saya saat berjuang dengan sekuat tenaga mulai dari pikul kayu dari hutan hingga jualan nasi kuning disekolah hanya untuk sekolah harus ternoda dengan kesalahan saat penjilidan.
Saya pun akhirnya mengirimkan email ke Penerbit dan memberikan komentar pada blog resmi Andrea Hirata.
Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang kembali dan Endesor yang saya beli lengkap tanpa cacat.
Pemerintah Kabupaten Mimika mengeluarkan kebijakan Ujian Nasional Tahun 2008 GRATIS/tidak dipungut biaya. Kebijakan tersebut tentunya disambut gembira oleh para orang tua/wali murid ditengah-tengah kebutuhan hidup yang serba mahal.
Mudah-mudahan saja kebijakan itu dapat terlaksana dengan baik serta tidak ada parktek kecurangan yang dilakukan pihak sekolah. Tahun lalu, ketika adik saya mengikuti Ujian Akhir Nasional harus membayar Rp 600.000. Alasan pihak sekolah uang itu sebagian akan digunakan untuk biaya perpisahan dan belum turunnya dana dari pemerintah. Dan pihak sekolah berjanji jika dana dari pemerintah sudah cair maka akan dikembalikan. Nyatanya sampai sekarang tidak ada kabarnya.
Keputusan Pemda Mimika menggratiskan biaya UN merupakan angin segar bagi orang tua/wali murid. Mengapa Pemda Mimika baru berani menggratiskan biaya UN saja? padahal di daerah lainnya SD hingga SLTA GRATIS.
Untuk sementara nikmati saja dulu UN gratis lumayan kan saya tidak mengeluarkan biaya tambahan buat adik-adik yang masih sekolah
sambil menunggu sekolah Gratis. Tapi KAPAN??
Majalah Mingguan Tempo, selain sebuah majalah terbesar di Indonesia juga majalah yang tampil dengan isi yang cerdas. Tapi kali ini sampul edisi edisi 4 - 10 Februari 2008 bergambar ilustrasi Soeharto (mantan Presiden RI) bersama anak-anaknya yang hampir sama dengan karya The Last Supper Leonardo da Vinci.
Lukisan Leonardo da Vinci tentang Perjamuan Kudus Yesus dan murid-muridnya hampir mirip dengan sampul tersebut dimana Soeharto duduk diantara anak-anaknya. Sampul Majalah Mingguan Tempo edisi 4-10 Februari 2008 tersebut, telah menghina dan menyakiti hati umat Kristiani serta dinilai melecehkan Perjamuan Kudus serta Yesus kristus.
Tempo memang masih beruntung, meskipun mengecewakan umat Kristen tak ada reaksi yang berlebihan. Seandainya tempo melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh media di Denmark, mungkin saja kantor tempo bisa luluh lantak oleh kemarahan umatnya.
Media Denmark saja yang jauh di negeri seberang diprotes besar-besaran apalagi terjadi di Indonesia? Mengapa Tempo kali ini benar-benar ceroboh??
Dan secara resmi Pihak tempo meminta maaf, lengkapnya lihat disini
Dua minggu lalu, saya bertemu seorang kenalan yang bekerja di Instansi Pemerintah (Maap nga perlu disebutin). Kami pun bercakap2 mengenai pekerjaan.
kenalan: “Namumu ada di daftar penerima uang transport”
saya: “kan saya sudah bilang saya nga mau ambil amplop itu, saya sudah
dikasih uang transport ama kantor”
kenalan: “ah yang lain sudah ambil, biasalah kalo cuma uang transport
dan memang ada anggarannya”
Lalu saya dengan sedikit pengetahuan menjelaskan betapa seorang
jurnalis/wartawan itu tidak diperkenankan menerima apapun saat menjalankan tugas.
Sejak mantan Presiden RI ke-2, Soeharto jatuh sakit hampir semua TV berlomba-lomba menayangkan perkembangannya dari waktu ke waktu dan para wartawan pun sampai menginap di RSPP. Pokoknya berita selalu ada Soeharto…. Soeharto dan Soeharto. Hingga Akhirnya Minggu (27/1) pukul 13.10 WIT Soeharto meninggal, sejak saat itu TV juga masih berlomba-lomba menayangkan prosesi pengangkutan mayat ke Cendana hingga pemakaman di Astana Giribangun Karanganyar, Jawa Tengah.
Bukan hanya TV saja, tadi malam sebelum saya tidur ada sebuah SMS yang masuk bunyinya seperti ini :
“<forwarded from 085267703575> Permohonan Ibu Siti Hardianti Rukmana (mbak Tutut). Atas nama semua anak dan cucu mantan Presiden Soeharto, mohon pengampunan beliau pd masa2 yg lalu. Sebarkan ke 10 tmn dan pulsa anda bertmbh 500.000 scr otomatis. Sudah terbukti!!! Cepat, hanya berlaku hr ini (s/d pkl 23)”
+62081354106809.
Ah hare gene masih ada orang Bodoh yang percaya ama SMS HOAX seperti itu. Dua minggu lebih TV2 dihiasi oleh perkembangan Soeharto…. hingga pagi tadi sebelum saya berangkat ke kantor. Tapi emang benar2 BODOH tuh orang yang mau ngirim ke 10 orang SMS HOAX itu, bukannya pulsa bertambah yang benar malah pulsa anda berkurang.
Petugas keamanan dibayar untuk
mengamankan jalannya pertandingan bukan menonton!
Marah, Kesal, Kecewa semua bercampur menjadi satu ketika menyaksikan pertandingan babak 8 besar Liga Indonesia antara Persiwa Wamena dan Arema Malang. Bagaimana tidak marah, pertandingan yang begitu seru harus dinodai oleh kepemimpinan wasit yang sangat tidak adil. Seandainya malam itu wasit bisa memimpin dengan baik, partai tersebut bisa menjadi suguhan yang sangat menghibur bagi penonton maupun penggemar Liga Indonesia.
Tercatat tiga kali gol Arema dianulir oleh wasit. Dua gol Patricio Morales dan satu gol Mba mba semuanya dianulir. Keputusan wasit untuk gol pertama yang di cetak oleh Pato memang sangat tepat karena sebelum Pato mencetak gol terlebih dahulu handsball dan gol kedua Pato sudah terjebak Offside.
Ketika membaca sebuah surat kabar, saya menemukan sebuah berita yang sangat bertolak belakang dengan yang terjadi di Timika. Inti beritanya seperti ini:
“Dua Ibu Rumah Tangga ditangkap oleh jajaran kepolisian Biak Numfor saat menjual KUPON PUTIH alias TOGEL. Menurut Kapolres Biak Numfor itu merupakan salahsatu bukti bahwa polisi serius dalam pemberantasan perjudian di Biak Numfor dan itu adalah perintah dari atasan (Kapolda dan Kapolri)”.
Berbeda dengan Kabupaten Mimika, judi TOGEL aman-aman saja. Penjual dan pembeli bebas bertransaksi. Hadiah yang ditawarkan dari judi TOGEL memang menggiur, satu kupon (nomor 2,3,4 angka) minimal RP 5.000 dan jika menang yang didapat untuk 2 angka 350.000, 3 angka 1 juta lebih sedangkan 4 angka Rp 13 juta. (saya nga tau pastinya).
Ironis memang disaat daerah lain memberantas perjudian, di Timika malah tak tersentuh. Atau mungkin pihak kepolisian Timika masih belum mendapat perintah dari atasannya sehingga tidak ada gerakan untuk pemberantasan perjudian.
Eeem………… Bagi ada penggemar TOGEL, kalau mau pasang ke Timika Aja Bueeeebaas………… (eit buka promosi cuma sekedar info
)
Pendidikan merupakan sebuah kebutuhan dan setiap warga negara berhak mendapat kesempatan untuk memperoleh pendidikan dasar dengan harapan akan memperoleh pendidikan lanjutan. Dengan memiliki dan dibekali kemampuan dasar itu, maka ia akan memiliki harga diri, dapat menambah wawasan melalui kemampuan baca, sehingga ia menjadi warga negara yang tidak picik, mampu menerima pembaruan, dan meningkatkan kemampuannya.
Kenyataan yang ada, anak-anak usia sekolah di Kabupaten Mimika banyak yang tidak menerima pendidikan dasar yang layak terutama mereka yang tinggal di daerah pedalaman. Mereka tidak merasakan pedidikan seperti yang dirasakan oleh anak-anak yang berada di kota Timika. Mereka belajar dengan segala keterbatasan yang ada. Kekurangan tenaga guru, gedung sekolah yang kurang memadai serta buku-buku menjadi barang yang langka dan mewah.
Membaca postingan ini yang dibuat oleh ini, saya jadi ingin menceritakan sedikit tentang lowongan pekerjaan di Timika. Timika belum tentu dikenal oleh semua orang tetapi jika menyebut Freeport orang akan mengenalnya. Freeport sebuah perusahaan tambang emas dan tembaga di Timika, keberadaanya menjadi daya tarik bagi orang-orang yang ingin mencari kerja.
5 tahun atau 10 tahun lalu mencari pekerjaan di Timika masih mudah, tetapi sekarang sangat susah, dengan bertambahnya penduduk persaingan semakin ketat. Bukan hanya modal keahlian saja untuk dapat mendapat pekerjaan tapi butuh keberuntungan dan orang dalam bahkan dari mana asalnya (suku) .
“Proyek apa sih itu?”, begitulah komentarku ketika melihat pekerja sedang menambal jalan raya yang berlubang di depan pasar Timika.
“Biasalah Pak, tiap tahun juga begitu proyeknya”, kata temanku.
Kami pun ngobrol ngalor ngidul tentang pembangunan di Mimika yang intinya menghujat Pemerintah dengan proyek-proyeknya.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mimika berada diurutan ke-4 setelah Kutai Kartanegara, Riau dan Jakarta yang berarti Kabupaten Mimika kaya raya dan sebenarnya dana bukan jadi kendala dalam membangun daerah ini. Alokasi dana dari APBD untuk tahun 2007 sebesar Rp 934 Miliar, sebanyak Rp 600 Miliar untuk belanja publik yang tercakup dalam 779 kegiatan.
Sisa penambangan emas (tailing) yang dilakukan PTFI mengalir melewati sungai di Kampung Banti hingga pantai. Kampung Banti sebuah perkampungan Suku Amungme yang terletak di Distrik Tembagapura, Mimika dan berada di wilayah operasi PT Freeport Indonesia kurang lebih 5 Km dari Tembagapura.
Sisa penambangan emas PTFI itu menyisakan rejeki bagi penduduk di Mimika. Tailing itu masih menyisakan butiran emas maka tak heran jika disepanjang sungai banyak orang yang mendulang secara tradisional mulai dari Kampung Banti hingga di pesisir pantai. Read the rest of this entry »
Apa sih wartawan itu???
Wartawan atau jurnalis adalah seorang yang melakukan jurnalisme, yaitu orang yang menciptakan laporan sebagai profesi untuk disebarluaskan atau dipublikasi dalam media massa, seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet. Wartawan mencari sumber mereka untuk ditulis dalam laporannya; dan mereka diharapkan untuk menulis laporan yang paling objektif dan tidak memiliki pandangan dari sudut tertentu untuk melayani masyarakat.
Sudah cukup jelas kan apa sih wartawan itu. Tapi pada kenyataanya profesi sebagai wartawan banyak disalahgunakan seperti wartawan bodreks dan wartawan amplop.
Wow Timnas Irak melaju ke final Piala Asia setelah mengalahkan Korea di final Irak menantang Arab Saudi yang mengalahkan Jepang, prestasi yang cukup membanggakan buat sebuah negara yang kondisi dalam negrinya masih kacau akibat ulah Amerika. Perang anti Amerika maupun antar Suku masih terjadi di Irak.
Dalam negri yang kacau, desingan peluru, ledakkan mortir jadi menu sehari-hari warga Irak, semua itu bukan menjadi hambatan untuk menorehkan prestasi. Kemenangan Irak dirayakan oleh seluruh warga Irak, ditengah suka cita mereka sebuah ledakan bom bunuh diri terjadi yang menewaskan 50 orang serta melukai 61 orang.
Apa sih tujuan bunuh diri itu?? bentuk protes atau berjihad atau memang ingin mati konyol. Akibat tindakan bodoh itu korban berjatuhan, sukacita yang dirasakan para fans berbaur dengan dukacita.
Kalau tujuannya berjihad memang ada jaminan bahwa akan masuk surga?? menurut saya tidak, wong membunuh kok masuk surga?? Bom dunuh diri salahsatu cara untuk mati konyol bukan masuk surga dan hanya orang-orang bodoh saja yang berbuat seperti itu.
Turut berdukacita buat para fans Irak yang tewas dalam bom bunuh diri.
Siapa tak kenal KPK? Komisi Pemberantasan Korupsi. Keberadaan KPK di Kabupaten Mimika sudah sebulan lebih, mereka sedang audit di semua lembaga pemerintahan dalam lingkup pemerintahan Kabupaten Mimika.
Mudah-mudahan KPK tidak main mata mengenai hasil audit. Selama ini para pejabat di Mimika tak tersentuh padahal kalau dilihat dengan hasil proyek-proyek yang dijalankan tak sesuai antara besarnya dana dan hasilnya.
Seorang tokoh masyarakat saja sudah pesimis akan hasil audit KPK, pemeriksaan sudah sebulan lebih tapi hasilnya belum diketahui. ada apa ini? Kabupaten Mimika memang aneh, karena dari dulu pejabatnya tidak ada yang tersandung masalah korupsi padahal kalau dilihat banyak sekali penyelewengan dana.
Seandainya pejabat di Mimika bersih dari Korupsi dan proyek-proyek hasilnya luar biasa ya wajar. Tapi ini proyek dah nga beres, nga korupsi lagi. Inilah tugas KPK untuk mengetahui apakah terjadi praktek korupsi atau tidak di Mimika.
Petugas KPK yang terhormat periksalah dengan sebaik mungkin dan berikan hasil yang sesuai dengan fakta. Tangkaplah Tikus-tikus kantor yang makan uang rakyat, karena inilah tugas Anda.
Semoga saja……..KPK Jujur dalam pemeriksaan.
Kita tunggu hasilnya.
PLN, huuh…..dimana-mana sama aja. Byar pet mulu memang Perusahaan Lilin Negara!!!
Semalem pas nonton bola Indonesia versus Bahrain, pertandingannya seru banget dan enak di tonton. Pas gol pertama wah bahagia banget gw, begitu dibales jadi 1-1 sempat pesimis Indonesia Kalah.
Babak kedua Indonesia mampu unggul, tapi yang bikin gw emosi dan ngedumel 18 menit terakhir lagi seru-serunya lampu MATI. BRENGSEK PLN. itu kata yang pertam keluar dari jongos gw.
Gimana nga emosi posisi Indonesia lagi di serang, kuatir juga kalah atau menang nih masa harus nunggu pagi baru tau hasilnya. 10 Menit kemudian lampu nyala lagi jadinya bisa tau hasilnya INDONESIA MENANG OIIII……
Biar PLN nga dibilang brengsek yah tingkatkan dunk mutu pelayanannya jangan byar pet mulu….. makanya kalo beli Genset yang baru jangan bekas. eiitt laporannya pasti beli genset baru tuh
“Kasihan tukang ojek itu, sudah ditabrak, dipukul lagi sampai telinganya berdarah dan kakinya ditedang” Komentar Salah seorang saksi mata.
Tabrakan itu terjadi antara seorang anggota polisi dan tukang ojek. Menurut saksi mata, Oknum Polisi melaju dengan kecepatan tinggi. Polisi tersebut mencoba melambung si Tukang ojek namun sayang ia tidak berhasil dan tabrakan pun tak terelakkan.
Dilihat dari kronologis kejadian tentunya sang polisi yang salah. Bahkan saksi mata pun percaya itu. tapi yang disayangkan mengapa harus ada kekerasan?? Polisi kan seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat, bukan bertindak arogan.
Sudah naek motor ngebut, nabrak, mukul lagi….. Apakah semua Aparat di Indonesia tercinta ini seperti itu?? maen hantam aja seenaknya, nga perduli salah atau benar…
DINAS P&P Mimika menyatakan 98% pelajar SMP lulus UAN tahun ajaran 2006/2007. Hasil ini menduduki peringat pertama atau terbaik untuk wilayah Papua.
Wah!! Sungguh prestasi yang cukup membanggakan bagi seluruh masyarakat kabupaten Mimika. Akan tetapi timbul pertanyaan apakah mutu pendidikan di Mimika lebih baik dari yang lain? Atau hanya tingkat kelulusannya yang terbaik tapi mutunya tidak?
Mari kita lupakan euforia menjadi yang terbaik se-Papua, masih banyak yang perlu diperbaiki di lingkungan Dinas P&P Mimika. Mulai dari gedung sekolah yang memprihatinkan, kekurangan tenaga guru, kedisplinan guru, dan tentunya meningkatkan mutu di setiap sekolah.
Untuk meningkatkan mutu pendidikan dilakukan mulai dari pendidikan dasar. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, pendidikan dasar di Mimika turun drastis, salah satu penyebabnya yaitu kekurangan guru. Sekolah-sekolah di kampung-kampung satu orang guru bisa mengajar dua atau tiga kelas, bahkan ada yang mengajar enam kelas (gile…semua jabatan dipegang dunk :D).
Selain menambah jumlah guru, sarana belajar tiap-tiap sekolah perlu ditambah, mulai dari perpustakaan, laboratorium dan sarana penunjang pendidikan lainnya. Ini tantangan buat dinas P&P Mimika. Apakah benar-benar memperhatikan kemajuan pendidikan di Mimika atau hanya sekedar komitmen??
SEORANG anggota DPRD Mimika mengatakan bahwa pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman dan pesisir Kabupaten Mimika masih jauh tertinggal bila dibandingkan dengan yang ada di kota Timika dan dibutuhkan komitmen bersama dari Pemda dan stakholder untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
Jangankan di pedalaman dan pesisir yang akses transportasinya susah, di Kampung-kampung seputar kota Timika saja masih banyak Puskesmas yang tak difungsikan dengan baik.
Bangunan tak terurus, petugas hanya kadang-kadang saja ada.
Wahai Bapak dan Ibu DPRD Mimika yang terhormat, permasalahan pelayanan kesehatan dari dulu ya begitu tidak ada perbedaan dengan sekarang. Para pejabat hanya bisa cuap-cuap dimedia, tanpa turun ke lapangan melihat langsung. Laporan tidak sesuuai dengan kenyataan………..
Jangan hanya komitmen saja….tapi perlu pelaksanaan dan pengawasan yang benar-benar serius, kalau cuma komitmen sudah basi….dari dulu juga sudah ada komitmen…tapi mana pelaksanaannya…..
Apakah kabupaten Mimika yang kaya ini kekurangan dana untuk meningkatkan pelayanan kesehatan??? Ayo urus dunk kesejahteraan masyarakat, jangan hanya memperkaya diri.
Hidup cuma sekali, berbuatlah yang terbaik, kekayaan hanya sementara. Menikmati harta dan kekayaan serta kesenangan lainnya tidak ada gunanya jika kita tidak mempunyai tujuan hidup. (lah kok khotbah gw
)
BTW, tujuan hidup DPRD Mimika apa ya??? ![]()
DALAM beberapa bulan terakhir ini, media cetak lokal dan sejumlah media nasional memberitakan praktek-praktek korupsi yang mulai terbongkar di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Dari pemberitaan itu, aparat penegak hukum, sangat responsif dengan mulai memeriksa para pelakunya dan melimpahkan sebagian berkas ke pengadilan.
Uniknya, dari kasus yang sempat diperiksa itu, belum ada seorangpun yang sudah divonis bersalah karena melakukan praktek korupsi. Pada hal publik yang mengikuti proses tersebut sangat berharap bahwa mereka yang jelas-jelas menyelewengkan uang rakyat harus dijatuhi hukuman. Read the rest of this entry »
Tahun ini usia Kota Timika menjadi 24 Tahun, diusia yang beranjak dewasa pemerintah masih berbenah. Pembangunan sarana umum begitu lambat, hanya jumlah penduduknya saja yang cepat bertambah. banyak proyek-proyek dikerjakan dengan asal-asalan, kualitasnya tidak bagus sehingga cepat rusak.
Sebagai bukti, jalan raya sepanjang Timika-Pelabuhan Pomako kualitasnya tidak sesuai dengan besar anggaran yang dikeluarkan Pemda. Jalan Timika-Pomako merupakan jalan utama dan satu-satunya jalan yang digunakan untuk perekonomian. Read the rest of this entry »
TANPA disadari pemerintah orde baru melakukan konsepsi, strategi dan arah kebijaksanaan yang memarjinalkan masyarakat adat. Kearifan lokal memelihara nilai adat pencerminan realitas budaya bangsa Indonesia dalam prilakunya sehari-hari tidak dikembangkan menjadi acuan para pejabat negara. Para pemimpin negara/pemerintahan hanya bicara kulit luarnya dan tidak memahami nilai budaya bangsa, tidak menyeimbangkan nilai adat dan juga tidak mensosialisasikan perilaku kepemimpinan untuk diteladani oleh warga masyarakat. Akibat kondisi budaya bangsa rapuh, merosot, gampang terhasut dan gampang dieksploitasi provokator. Read the rest of this entry »
APA jadinya jika pemerintah suatu kabupaten/kota lebih memprioritaskan membeli mobil bagi para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta membangun gedung pemerintahan, sementara banyak bangunan sekolah nyaris roboh, kota dibiarkan penuh sampah, perkampungan makin kumuh dan rumah sakit kekurangan obat-obatan.
Hal itu bukan tidak mungkin terjadi di era otonomi daerah saat ini, mengingat sejumlah kewenangan didelegasikan dan anggaran pembangunan diserahkan secara block grant berupa dana alokasi umum (DAU) kepada pemerintah daerah. Read the rest of this entry »


Yang mengomen