Penderitaan ‘Bathin’ Masyarakat Adat

TANPA disadari pemerintah orde baru melakukan konsepsi, strategi dan arah kebijaksanaan yang memarjinalkan masyarakat adat. Kearifan lokal memelihara nilai adat pencerminan realitas budaya bangsa Indonesia dalam prilakunya sehari-hari tidak dikembangkan menjadi acuan para pejabat negara. Para pemimpin negara/pemerintahan hanya bicara kulit luarnya dan tidak memahami nilai budaya bangsa, tidak menyeimbangkan nilai adat dan juga tidak mensosialisasikan perilaku kepemimpinan untuk diteladani oleh warga masyarakat. Akibat kondisi budaya bangsa rapuh, merosot, gampang terhasut dan gampang dieksploitasi provokator.

Orang Indonesia yang berperangai halus, bersifat santun serta sopan bahkan cenderung mengalah berubah secara drastis menjadi pemarah, kasar, bertindak anarki/brutal, bunuh-membunuh anak bangsa yang baku basudara. Nilai-nilai solidaritas antar sesama dalam masyarakat kian memudar. Bila diklasifikasikan yang membuat masyarakat adat batinnya menderita adalah, kebijakan politik yang sangat sentralistik bersifat otoriter yang sarat dengan tindak kekerasan, pengurusan sumber-sumber ekonomi dari daerah dialirkan ke pusat serta menjadi lahan basah untuk dikorupsikan. Pembangunan yang disusun dan dilaksanakan demi kepentingan masyarakat perkotaan, menggusur sistem sosial budaya, sistem ekonomi berbasiskan rakyat yang berbudaya agraris. Sistem babat tebang habis oleh pemilik HPH. Tidak mengindahkan sistem kepercayaan masyarakat adat yang percaya bahwa setiap jenis pepohonan di hutan ada rohnya, yang menjaga manunggalnya kehidupan manusia dengan eksistensi. Sistem hukum nasional/UU agraria tidak mengakomodasikan hak ulayat/tanah adat/tanah leluhur. Ideologi syariat agama dan sekuler yang dipaksakan, mendorong warga masyarakat tercabut dari akar budaya dan akar sejarah serta struktur sosial yang tradisional.

Semoga melalui Otsus di Papua ini, bathin masyarakat adat tak lagi menderita karena mereka bisa menikmati kebebasan diatas negerinya sendiri tanpa harus mendapat campurtangan pihak lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s