Pendirian IPN Berawal dari Suatu Komitmen

INSTITUT Pertambangan Nemangkawi (IPN) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) yang dibangun sejak 2003 lalu, bertujuan untuk mengembangkan ketrampilan dan keahlian tenaga kerja Papua, terutama putra-putri asli dari daerah di sekitar operasi perusahaan. Tujuan lainnya adalah melipatgandakan jumlah karyawan Papua di lingkungan PTFI. Dari segi kuantitas kebutuhan itu telah tercapai namun dari segi kualitas, sangat diharapkan dengan kehadiran IPN bisa lebih ditingkatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Pendirian IPN itu berawal dari suatu visi dan komitmen bersama antara PTFI, Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Irian Jaya (kini Papua) pada 1996 silam.

Awal pendirian IPN, tercatat sedikitnya 500 siswa yang dibagi dalam beberapa kelas yaitu pra-appretince dimana semua siswa diberi kesempatan untuk meningkatkan ketrampilannya sampai ke tingkat appretince yaitu masa persiapan sebelum menjadi karyawan. Pada masa-masa itu, kendala utama yang dihadapi yaitu skill manpower dan ini menjadi tugas utama dari IPN untuk menjawab kendala tersebut.

Dalam perjalanannya hingga April 2007 terdapat 1.500 siswa. Sementara total jumlah siswa yang pernah belajar pada IPN sebanyak 2000 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian telah menyelesaikan pendidikan dan telah bekerja sebagai karyawan PTFI. Sebagian lagi terserap pada bursa tenaga kerja di perusahaan privatisasi dan kontraktor PTFI.

Sinta Sirait pada presentasi singkat mengenai IPN kepada Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu,SH di Board Room Sheraton Hotel Timika, Jumat (25/5) mengatakan, IPN juga menyelenggarakan program Master of Business Administration (MBA) bekerjasama dengan School of Business Management Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipelopori oleh President Direktur PTFI, Armando Mahler. Saat ini, kata Sinta Sirait, ada 44 karyawan PTFI yang menjadi peserta dan enam orang diantaranya adalah karyawan putra asli Papua yang secara khusus mendapat beasiswa dari PTFI.

IPN juga bekerjasama dengan Politeknik Semarang untuk program Diploma Tiga (D3) dengan mendatangkan tenaga pengajarnya dari Politeknik Semarang.

Kehadiran Gubernur Barnabas Suebu di Timika pada Jumat (25/5) itu dalam rangka meresmikan sarana pendidikan IPN yang berlokasi di atas lahan seluas enam hektar di area Light Industrial Park (LIP) Kuala Kencana.

Fasilitas yang diresmikan gubernur itu meliputi perpustakaan (resource center) dan ruang kelas yang merupakan pembangunan tahap kedua sejak 2004 lalu. Sedangkan bengkel (workshop) diperkirakan akan selesai pembangunannya pada 2007 ini. Pembangunan sarana-sarana pendidikan tersebut dilakukakan oleh para peserta magang dengan bimbingan instruktur dari IPN.

Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu, SH mengatakan IPN akan memberikan kontribusi yang besar dan merupakan bagian terpenting agar macth antara educational planning dengan manpower planning.

“Masa depan pertambangan PT Freeport Indonesia hanyalah satu titik dari sepanjang titik di pegunungan tengah. Dalam jangka panjang, institut ini akan terus berperan dalam membantu tenaga-tenaga kerja terampil untuk memenuhi kebutuhan Freeport atau perusahaan lain,” demikian Gubernur Barnabas Suebu saat meresmikan bangunan tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s