Prosedur Rujukan Pasien Tujuh Suku

UPAYA meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme-Kamoro (LPMAK). Misalnya membuat prosedur rujukan pasien tujuh suku dari fasilitas kesehatan milik (LPMAK) ke fasilitas kesehatan milik PT Freeport Indonesia (PT FI) di RS Tembagapura.

Kebijakan ini dilakukan agar keterbatasan jenis peralatan medis (maupun tenaga medis) yang ada difasilitas kesehatan milik LPMAK, seperti di RS Mitra Masyarakat dan RS Waa Banti dapat diatasi. Untuk itu dibutuhkan prosedur dan kebijakan untuk menjamin bahwa pasien tujuh suku benar-benar menjadi prioritas sebagai penerima layanan kesehatan di RS Tembagapura dan fasilitas kesehatan milik PT Freeport Indonesia (PT FI) lainnya.

Misalnya, kriteria pasien tujuh suku yang dirujuk ke fasilitas kesehatan PT FI adalah pasien yang secara medis benar-benar memerlukan pemeriksaan atau perawatan medis lanjutan di fasilitas kesehatan PT FI, karena keterbatasan yang ada di fasilitas kesehatan LPMAK. Pasien yang dirujuk ke RS Tembagapura tentunya sudah memenuhi kriteria sebagai penerima layanan kesehatan LPMAK bagi tujuh suku, sesuai dengan Keputusan Badan Pengurus LPMAK pada 26 September 2006.

Keputusan untuk merujuk pasien tujuh suku ke RS Tembagapura dilakukan secara profesional oleh Komite Medik dari rumah sakit yang merujuk dan berkoordinasi dengan tim medis dari Rumah Sakit rujukan.

Pasien tujuh suku yang di rawat di RS Mitra Masyarakat, dapat dirujuk ke RS Tembagapura setelah dokter yang memeriksa pasien tersebut menentukan indikasi medis yang akan dijadikan dasar untuk merujuk pasien yang bersangkutan ke fasilitas kesehatan PT FI. Tentunya kebijakan untuk merujuk pasien ke fasilitas kesehatan PT FI terlebih dahulu diajukan ke Komite Medik RS Mitra Masyarakat.

Komite Medik yang akan menilai dan memberi rekomendasi apakah pasien—berdasarkan penilaian medik secara profesional—perlu dirujuk. Jika disetujui maka Komite Medik akan mengajukan kasus ini kepada Komite Penilai Medik (Judicating Committee) yang terdiri dari Direktur RS Mitra Masyarakat, CMO SOS-Freeport dan Medical Advisor SOS-Freeport Lowland.

Komite Penilai Medik, berdasarkan penilaian dan pertimbangan medis secara professional selanjutnya akan menentukan apakah pasien perlu dirujuk atau tidak. Jika pasien akhirnya akan dirujuk, Komite Penilai Medik akan menginformasikan hal ini ke Biro Kesehetan LPMAK.

Pasien yang sudah mendapat persetujuan untuk dirujuk, akan dikirim ke Klinik Kuala Kencana—membawa surat rujukan medis dari dokter yang merawat. Selanjutnya, pasien akan dirujuk ke RS Tembagapura menggunakan transportasi yang disediakan oleh Intl SOS. Setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan di fasilitas kehesatan PT FI, pasien akan dikembalikan ke RS Mitra Masyarakat.

Pasien di RS Waa Banti dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan PT FI, setelah dokter yang memeriksa pasien memberi indikasi medik dan mengajukan kasus ini ke Koordinator RS Waa banti dan Medical Advisor (MA) atau Chief Medical Officer (CMO). Jika disetujui, dokter yang merawat pasien (yang akan dirujuk) membuat surat rujukan ke RS Tembagapura tentang pasien bersangkutan.

Pasien akan mendapat perawatan kesehatan di RS Tembagapura selama dibutuhkan. Jika perawatan kesehatan selesai dilakukan, pasien akan dikembalikan ke RS Waa Banti. Prosedur rujukan pasien dari RS Waa Banti akan dievaluasi oleh Intl SOS dalam laporan bulanan yang selanjutnya akan diberikan kepada Biro Kesehatan LPMAK sebagai laporan pertanggungjawaban.

Pasien dari tempat lain dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan PT FI, tetapi sebelumnya pasien harus dirujuk ke RS Mitra Masyarakat (wilayah dataran rendah) dan RS Waa Banti (wilayah dataran tinggi) agar pasien bersangkutan dapat dinilai secara medis oleh Komite Medik RS Mitra Masyarakat atau Tim Medis RS Waa Banti. Jika Komite Medik setuju untuk merujuk pasien, maka prosedurnya sama dengan proses rujukan pasien dari RS Mitra Masyarakat dan RS Waa Banti.

RS Mitra Masyarakat dan RS Waa Banti bertanggungjawab memberikan pertimbangan (pendapat profesi) mengenai kondisi pasien selama di rawat di RS Tembagapura, tetapi tidak terlibat secara langsung (tidak dapat melakukan intervensi) selama proses perawatan berlangsung di RS Tembagapura. Beban biaya seluruh proses perawatan pasien akan ditagihkan RS Tembagapura kepada LPMAK melalui system penagihan FFIJD setiap bulan. RS Tembagapura bertanggungjawab untuk mengatur seperlunya jika pasien kemudian meninggal dunia di RS Tembagapura, dan kemudian akan dibawa kembali ke RS yang merujuk.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s