Belajar Bercocok Tanam dari Pendatang

SETELAH melewati Jalan yang berliku dan aspal yang berlubang kurang lebih satu jam lebih, akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Seandainya jalan yang kami pakai aspalnya tidak rusak mungkin hanya 30 menit sudah sampai, tapi apa mau dikata yang ada sudah begitu.suku amungme di SP V

Kampung Limau Asri (SP V) daerah transmigrasi yang dibuka tahun 1992 penduduknya berasal dari Jawa, namun ada juga trans lokal dari suku Amungme. Mata pencaharian masyarakat Kampung Limau Asri kebanyakan bertani.

Kalau orang jawa bertani bukan hal yang baru, mereka sudah mempunyai kemampuan bertani/bercocok tanam. Tapi bagi masyarakat suku Amungme bercocok tanam sayur mayur merupakan hal yang baru.

Secara tradisional Suku Amungme memang bertani hanya cara dan jenis tanamannya yang berbeda. Di daerah pegunungan tempat pemukiman Suku Amungme, mereka hanya menanam ubi-ubian dan beberapa jenis sayuran secara tradisional.

Ketika Suku Amungme pindah dari pegunungan ke SP V, lambat laun mereka mengikuti cara bercocok tanam seperti orang-orang Jawa (pendatang). Mereka belajar bagamaina cara mencangkul, menyemai, merawat tanaman serta menghitung jangka waktu tanaman tersebut dapat dipanen.

Seringnya mereka bertanya kepada pendatang membuat mereka jadi mengerti cara bercocok tanam yang baik.

“Pinggang ini terasa sakit dan pegal, biasanya kita hanya buka lahan kemudian bikin gundukan pakai sekop lalu tanam betatas dan tunggu saja hingga panen. Sekarang kita harus mencangkul dengan pacul terus menanam, merawat, rasanya setengah mati” demikian komentar Lukas Owemena.

“Orang-orang Jawa yang ada di Kampung ini yang mengajarkan kami bagaimana cara bercocok tanam sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan” Ia menambahkan.

Dan sekarang masyarakat suku Amungme di SP V mempunyai keahlian bercocok tanam yang sama dengan para pendatang. Ketika panen hasil yang mereka dapatkan cukup memuaskan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s