Mengais Rejeki di Sungai Kotor

mencari ikanMASA liburan sekolah sudah dimulai, aktifitas anak-anak diisi dengan bermain, berlibur ke luar kota dan ada pula yang mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari.

Nawaripi sebuah kampung di Kabupaten Mimika yang di huni mayoritas masyarakat Kamoro. Daerah rawa ini dibuka sekitar tahun 90-an maka tak heran rumah panggung mengihasi kampung itu.

Ada sebuah sungai kecil dan kotor diantara rumah penduduk, warna airnya pun sudah hitam dan keruh karena banyaknya sampah yang berasal dari kota Timika. Ketika musim hujan dan air meluap, bau tak sedap menjadi menu sehari-hari.

Sungai yang kotor itu masih menyisakan rejeki bagi anak-anak disekitarnya. Mereka mencari ikan dan seakan tak peduli dengan warna air serta bau. Dengan kedumencari ikan1a tangannya ia meraba-raba didalam lumpur, berharap mendapakan ikan.

Sekilas ketika melihat sungai itu, tak meyakinkan saya bahwa di situ ada ikannya. Ternyata apa yang saya pikirkan berbeda dengan kenyataan yang ada, anak-anak mendapatkan ikan.

Ikan-ikan yang didapat memang masih kecil dan hanya dua jenis ikan saja yaitu ikan betik dan gabus. Tapi setidaknya usaha yang dilakukan tidak sia-sia dan lumayan juga yang didapatkan.

Sungai kecil yang bau itu ternyata masih menghasilkan rejeki bagi anak-anak tersebut.

Iklan

3 thoughts on “Mengais Rejeki di Sungai Kotor

  1. Saya kangen berat ikan betik, tolong kirimkan ke Jakarta dalam keadaan hidup 5-10 kg, biaya diganti.
    Wassalam,

    Hasanuddin Dharsono, 0811809072.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s