Bayar Angkot Pakai Uang Gula-gula

SETELAH bikin postingan Uang Gula-gula, gw jadi teringat kembali kejadian lucu tapi pintar. Saya tidak ingat kapan kejadiannya karena sudah lama sekali yang jelas saat itu gw masih SLTA.

Gini critanya: Awalnya ongkos angkot dalam kota seribu rupiah, cuma saat itu ada kenaikan jadi Rp 1.500,-. karena pecahan 500 susah didapat akhirnya para kondektur menyiap gula-gula, nah tiap penumpang yang membayar tidak dengan uang pas maka akan dikembalikan dengan 5 buah gula-gula (dulu dapat 5 skarang 2).

Suatu ketika ada seorang Ibu yang naik angkot, dia bayar Rp 2.000,- dan si kondektur mengembalikan Rp 500,- dengan 5 gula-gula. Kalau penumpang yang lain gula-gula tersebut untuk dikonsumsi.

Tapi Ibu ini hanya menyimpan gula-gulanya dan ia meninggalkan angkot. Setelah belanja di pasara si Ibu naik angkot lagi untuk pulang ke rumah, sesampainya ditempat tujuan si ibu membayar dengan uang Rp 1.000,- + gula-gula 5 buah. Kontan saja si kondektur marah, tapi dengan santainya si Ibu menjawab: “ini gula-gula kembalian dari angkot juga jadi ya gula-gula ini saya pakai untuk bayar angkot, makanya sediakan uang 500”, dan ia pergi meninggalkan angkot itu.

Mana yang salah? si kondektur atau si ibu? tapi menurut gw si ibu bener-bener pintar nah yang salah ya pihak bank karena nga nyediain pecahan 500.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s