LPMAK Bakal Terlibat program RESPEK

arnabas Suebu, SH bersalaman dengan Ketua BM LPMAK, Andreas AnggaibakMENYUSUL program RESPEK yang diterapkan Pemerintah Provinsi Papua saat ini, Lembaga Pengembangan Ma­sya­rakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) sebagai pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) bertekad untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Untuk mendapat gambaran jelas tentang Program RESPEK itu, Badan Musyawarah dan Badan Pengurus (BM-BP) LPMAK mendapat kesem­pat­an khusus untuk bertatap muka lang­sung dengan Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu,SH di Kaokanao, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mi­mi­ka ketika gubernur melakukan per­jalanan TURKAM belum lama ini. Per­temuan di Pastoran Katolik Kaokanao, Selasa (25/6) malam itu   berlangsung se­lama tiga jam.


Sekretaris Eksekutif LPMAK, John Na­kiaya pada pertemuan tersebut me­nyampaikan berbagai program yang se­lama lima tahun terakhir dilakukan LPMAK bersama lembaga mitra ter­ma­suk Pemerintah Kabupaten Mimika.  

Cakupan wilayah kerja LPMAK prak­tis menjangkau seluruh kampung di pesisir dan pedalaman Kabupaten Mi­mika. Namun demikian, berdasarkan eva­luasi perjalanan Dana Kemitraan se­sudah 10 tahun masa kontrak pertama, ter­nyata sebagian besar dana terserap ha­nya wilayah kota. Menyikapi kondi­si tersebut, LPMAK pada Tahun Ang­gar­an 2007 merubah strategi dengan le­bih mendekatkan pelayanan ke kam­pung-kampung. Nah, menurut John Na­kiaya, ibarat gaung bersambut, Gu­ber­nur Papua juga hadir dengan konsep pem­bangunan masyarakat berbasis kampung.

”Karena itu LPMAK mendukung gu­bernur agar program lebih menyentuh ke kampung,” kata John pada per­te­mu­an itu. Untuk program pendidikan, LPMAK akan berpartisipasi pada per­baikan mutu pendidikan dasar di Mi­mika. Begitupun melalui program ke­se­hatan, LPMAK akan mensupport pe­me­rintah setempat dalam hal pelayanan ke­sehatan masyarakat. Sedangkan un­tuk program pengembangan ekonomi kerakyatan, saat ini LPMAK tak lagi membagi-bagi uang tunai kepada kelom­pok atau masyarakat binaan tapi lebih ber­bentuk natura.

Bahkan LPMAK akan bekerjasama dengan bank, jadi kalau ada kelompok usa­ha yang berdasarkan analisa usa­ha­nya baik, akan diarahkan mengambil kre­dit sangat lunak ke bank. Sedangkan un­tuk masyarakat di kampung-kam­pung asli, LPMAK akan mendukung pro­gram gubernur dengan mengalokasi­kan dana yang cukup yang nantinya di­kelola langsung oleh masyarakat kam­pung.

Hindari tumpang tindih program
Secara kelembagaan, pada pertemuan itu Ketua BP-LPMAK, Pdt Matheus Ada­dikam memperkenalkan LPMAK sebagai sebuah lembaga yang telah meng­akomodir berbagai stakeholder di Ka­bupaten Mimika.

”LPMAK sudah sangat terwakili, di­dalam lembaga ini ada pemerintah, lem­baga adat Kamoro dan Amungme, ge­reja, PT Freeport Indonesia sebagai do­nor utama,” jelas Adadikam. Namun de­mikian dalam perjalanannya, kerap ter­jadi tumpangtindih program yang me­nu­rut Adadikam bisa dipahami sebagai  sebuah proses yang sedang dijalani dengan melakukan perbaikan sana-sini.

”Banyak kendala yang dihadapi ber­sama selama melayani masyarakat me­la­lui program yang bersumber dari Dana Ke­mitraan. LPMAK merupakan se­buah komponen kecil yang telah bekerja se­kitar lima tahun. Dari evaluasi yang dilakukan, ternyata disimpulkan bahwa ternyata uang banyak saja tidak cukup, ka­rena ada banyak hal yang harus diru­bah dalam proses perjalanan ke depan. Banyak kali LPMAK bertemu dengan mitra lain untuk membahas kepentingan pe­layanan bagi masyarakat di kam­pung-kampung namun tak jarang LPMAK menghadapi serangan yang ber­tubi-tubi. Cukup lama terjadi saling ba­ku tolak antara pemerintah dengan LPMAK tentang pembangunan di Mi­mi­ka. Begitupun dengan masyarakat yang saling menuding antara satu dengan yang lain tentang hak dan kepemilikan dana ini,” jelas Adadikam.

Diharapkan melalui arahan gubernur tentang program pembangunan berbasis kampung, maka semua yang diinginkan bersama dapat berjalan termasuk program LPMAK yang nantinya dipadu­kan bersama konsep pembangunan Pe­me­rintah Provinsi Papua.

”Kalau kita lihat komponen kekuatan keuanganpun khususnya di Kabupaten Mimika sangat luar biasa, tinggal ba­gaimana kita belajar dari masa lalu dan me­lu­pakan semua itu dan saling bergan­deng­tangan membangun bersama. Se­lama ini kita berdiri di sudut masing-ma­sing dan saling berteriak padahal sa­ma-sama berdiri atas sebidang tanah de­ngan tujuan yang sama yaitu me­m­ba­ngun masyarakat yang sama yaitu ma­syarakat Mimika,” tegas Adadikam.

Pertemuan dengan gubernur meru­pa­kan penyegaran tapi juga sebuah pe­ker­jaan rumah untuk LPMAK sehingga apa yang dirasakan sudah berbuat ba­nyak, harus buat lebih dari yang selama ini dipikirkan. Tentunya bukan bekerja sen­diri tapi dengan program peren­ca­naan pemberdayaan aparat pemerintah akan mendukung program LPMAK se­hingga apa yang diturunkan oleh pe­merintah akan disupport oleh apa yang dimiliki oleh LPMAK sehingga bisa membuahkan sesuatu yang berguna. (thobias maturbongs)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s