Pasar Kumuh Tetap Jadi Idola

Pasar TimikaPASAR adalah sebuah tempat bertemunya penjual dan pembeli yang melayani transaksi jualbeli. Pasar dibagi menjadi dua: pasar tradisional dan pasar modern.

Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung, pasar tradisional kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya.

Sedangkan Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Contoh dari pasar modern adalah pasar swalayan dan hypermarket, supermarket, dan minimarket.

Di Timika yang paling terkenal ya Pasar Timika, di pasar ini segala kebutuhan ada mulai dari bahan makanan, pakaian, sepatu, emas hingga bahan bangunan dan masih banyak lagi, pokoknya apapun ada termasuk sampah dan kotoran manusia (bau đŸ˜€ ).

Pasar Timika berdiri sejak dahulu kala sejak tahun 1985 atau mungkin sebelum tahun itu sudah ada (gw sejak 1985 di Timika), seiring dengan berjalannya waktu pasar Timika menjadi pusat perekonomian masyarakat di Kabupaten Mimika. Segala kebutuhan sehari-hari ada disitu.

Sekitar tahun 2001 terjadi kebakaran hebat, Pasar Timika rata dengan tanah kemudian dibangun lagi tapi sayang tak ada perubahan tetap saja kumuh dan berantakan. 2003 saya meninggalkan Timika, entah tahun berapa saya dikirimi kabar bahwa Pasar Timika terbakar lagi, hanya dalam hitungan bulan pasar Timika sudah beroperasi lagi.

Lain dulu lain sekarang, kalau dulu kan pasarnya tidak seramai sekarang jadi ya bersih. Tapi kalau sekarang?? kotornya minta ampun, sampah dimana-mana, pedagang semrawut apalagi musim hujan, becek.

Pasar Timika sudah tak mampu lagi menampung para pedagang banyak pedagang menjajakan dagangannya di aspal jalan raya, para pedagang berebut tempat dengan tukang becak, serta ojek dan sampah. Di sore hari pasti terjadi kemacetan disekitar pasar, jalan yang seharusnya digunakan untuk lalulintas kendaraan beralih fungsi menjadi tempat jualan.

Meskipun Pasar Timika Kotor, Kumuh, Bau, Semrawut tetap saja menjadi tujuan dan idola warga Timika saat berbelanja. Memang ada pasar modern seperti minimarket dan swalayan tetapi tidak semuanya tersedia disitu.

Sudah tak terhitung berapa kali masyarakat meminta Pemda agar membangun Pasar Central yang layak dan lebih modern. Semua hanya rencana, belum ada realisasinya. 10 tahun yang lalu Pemda Mimika berencana membangun pasar di SP II sampai kini belum terealisasi. lokasi pasar SP II sekarang tertutup oleh rumput, beberapa bangunan yang sempat dibuat tertutup oleh tingginya rumput.

Pemda Mimika akan membangun Pasar Central untuk menggantikan Pasar Timika, tapi hingga kini belum terlaksana. Ya itu tadi rencana hanya tinggal rencana. Kapan pasar central dibangun?? hanya Pemda Mimika yang tahu.

Sambil menunggu Pasar Central dibangun, nikmati dulu Pasar Timika yang kumuh, kotor, semrawut dan bau.

Iklan

4 thoughts on “Pasar Kumuh Tetap Jadi Idola

  1. saya juga pernah tinggal di timika th2005 setahun,waduh kotanya semrawut jalan2 pada bolong becek sana sini apalagi lewat pasar baunya super banget kayak wc. sampahnya dimana mana padahal daerahnya penghasil emas,ya itulah orang indonesia banyak korup dan begok banget gampang dikadalin ama amerika. lihat aja ama kuala kencana bagai langit dan bumi.kesenjangan sosial di timika terasa sekali. bagaikan bom yg siap meledak.

    Suka

  2. jujur aja semua ini karna korupsi yg tdk pernah berorentasi utk kepentingan rakyat, kasian rakyat papua khussnya timika yg pasarnya jorok, sementara pejabat2nya mondar mandir di mall2 jkarta, contoh kepala dinas tatakota timika, nicolas kuahati sprtinya banyak waktunya dia habiskan di jakarta dan kota2 lain, dana2 yg digunakan diluar mungkin lbih banyak dibandingkan dgn yg dimamfaatkan utk kepentingan daerah, smg kedepan pak nico sadar bahwa uang yg dihambur2kan itu uang rakyat, ada bukti catatan di saya betapa banyaknya uang yg sdah bapak hambur2kan,

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s