Pemalsu Bir Diproses, Pemasok tak Tersentuh

MINGGU lalu Polsek Mimika Baru menangkap seorang sopir angkot yang menjual bir palsu. 19 karton bir palsu tersebut dijual di salahsatu bar di Timika, karena ulahnya sang sopir dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun.

Ini ke tiga kalinya menjual bir palsu dan baru ketahuan dan tertangkap, pelaku mengisi botol bir kosong dengan air kolam bandara Timika lalu dijual di bar.

Pelaku penipuan tertangkap dan dalam proses hukum sedangkan pemasok atau distributor bir tak tersentuh. Padahal beberapa bulan terakhir Lembaga Adat dan tokoh-tokoh masyarakat dan Agama menyerukan larangan menjual miras di Mimika. Semua itu hanya teori, miras dijual bebas, banyak orang mabuk berkeliaran.


Disamping kantor saya ada sebuah gang dan gang tersebut dinamakan gang 20. Mengapa gang 20? karena tepat dipinggir gang tersebut tempat menjual miras salahsatunya anggur seharga 20.000 makanya dinamakan gang 20.

Memberantas peredaran miras di Mimika butuh keseriusan bila perlu bikin Perda selain itu mengkonsumsi miras sudah menjadi kebiasaan atau tradisi jadi susah dihilangkan. Bukan di Mimika saja mabuk sudah menjadi kebiasaan tapi se-Papua.

Lebih baik menjadi pemasok miras daripada pemalsu miras, karena pemasok aman sedangkan penipu diproses. Pemasok kan bisa memberi setoran atau malah dipelihara yang penting setoran rutin, aman deh. Ayo rame-rame jadi pemasok miras dijamin aman deh nga bakalan meringkuk di penjara. 🙂

Seharusnya yang ditangkap dua-duanya si pemalsu bir dan pemasok, seandainya nga ada pemasok pasti nga ada pemalsu. Bila perlu pengkonsumsinya semua ditangkap biar penuh tuh penjara, eit…..brarti saya juga ditangkap dunk 😀

Iklan

2 thoughts on “Pemalsu Bir Diproses, Pemasok tak Tersentuh

  1. rakyat kecil hanya jadi korban dari ketidak tahuan dan yang gede malah pada memanfaatkan kebodohan masyarakat saja. mari sosialisasikan kepada masyarakat agar tidak mudah lagi di bohongi oleh cukong2 MIRAS tak bertanggung jawab. seharusnya kalau pingin bersih ya cabut sampai ke akar nya jangan hanya di pangkas saja. tul ga?
    nah atau mungkin ini juga merupakan salah satu sumber devisa negara ya? kok dari dulu yang di urusin cuma pengedarnya saja.
    ngapain repot kan di setiap botol MIRAS ada alamat pabrik nya khan kok bingung nangkep pemiliknya mending tutup aja PABRIK nya pasti yang punya langsung keliatan

    BRO kalau mau SMS gratis silahkan mampir ke blog aku yach http://papuaxxx.wordpress.com
    di tulisan terbaru aku ada link nya dan silahkan kalau mau link ke website ini

    keep going brother……..

    Gw setuju kalo mberantas ya cabut ma akar2nya, cuma ntar jadi berkurang devisanya…ini yang repot.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s