Peran Wartawan dan Media

Apa sih wartawan itu???

Wartawan atau jurnalis adalah seorang yang melakukan jurnalisme, yaitu orang yang menciptakan laporan sebagai profesi untuk disebarluaskan atau dipublikasi dalam media massa, seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet. Wartawan mencari sumber mereka untuk ditulis dalam laporannya; dan mereka diharapkan untuk menulis laporan yang paling objektif dan tidak memiliki pandangan dari sudut tertentu untuk melayani masyarakat.

Sudah cukup jelas kan apa sih wartawan itu. Tapi pada kenyataanya profesi sebagai wartawan banyak disalahgunakan seperti wartawan bodreks dan wartawan amplop.

Wartawan Bodreks (WB) adalah seorang yang melakukan jurnalisme tapi tidak jelas dari media mana. Dengan bermodalkan sebuah koran atau tabloid yang asal print saja mereka ini beraksi dengan penuh percaya diri. Tanya kanan tanya kiri ujung-ujungnya ya duit. Misi WB tak lain hanya mengejar uang, apalagi sampai mereka tahu kalau ada pejabat yang terjerat kasus. Kadang-kadang mereka tak segan-segan untuk mengancam nara sumber yang terjerat kasus, ya itu tadi intinya cuma DUIT.

Lain halnya dengan Wartawan Amplop (WA), wartawan seperti ini biasanya bekerja di sebuah media masa tapi ketika berada dilapangan setelah meliput berita, mereka menerima bayaran. Apabila ada seorang pejabat terkena kasus atau mereka menemukan data adanya penyelewangan, data tersebut digunakan untuk alat mengumpulkan uang atau hanya dimuat di medianya satu kali jika tidak ada reaksi dari pejabat yang kena kasus maka akan di follow up terus menerus hingga si pejabat memberi uang tutup mulut.

Di tempat saya, Timika kebanyakan ya seperti ini wartawan amplop, makanya banyak kasus yang hanya satu, dua kali dimuat kemudian hilang begitu saja. Banyak faktor penyebab seorang menjadi wartawan amplop, diantaranya: Tidak adanya kesejahteraan di tempat ia bekerja (gajinya kecil) makanya mereka mencari tambahan dengan menerima amplop ketika selesai meliput atau profesi wartawan sebagai iseng kemudian amplopnya yang serius.

Para pejabat sangat senang dengan dua wartawan ini (bodreks dan Amplop), kecurangan-kecurangan yang mereka buat tidak akan dibongkar, pejabat-pejabat brengsek dengan seenaknya menghambur-hamburkan uang rakyat untuk kepentingan pribadi. Mereka menari-nari diatas penderitaan rakyat. Dan tentunya wartawan bodreks dan Amplop ikut kebagian ulah pejabat-pejabat brengsek.

Bagaimana dengan Wartawan Independent (WI)?? Wartawan seperti ini menggunakan hati nurani, menulis sesuai fakta dan tidak menerima amplop dari nara sumber. Menjadi wartawan yang benar-benar independent memang susah, banyak dimusuhi.

Kalau sudah ada Wartawan Independent bagaimana dengan media tempat Ia bekerja? Ada media yang hanya mencari keuntungan semata, media seperti ini menjadi alat bagi pemerintah atau pejabat-pejabat brengsek. Makanya berita-berita yang ditampilkan datar-datar saja, tidak ada yang ’wah’ dan ’heboh’ seperti memberitakan kasus korupsi hingga tuntas.

Kalau Wartawannya sudah independen kemudian medianya tidak ya sama saja, wartawan sudah menulis berita, belum tentu dimuat karena yang mempunyai kuasa untuk menentukan layak atau tidaknya sebuah berita dimuat bukan wartawan. Wartawan hanya bertugas menulis, redaktur mengedit tulisan kemudian di desain oleh layout dan semua itu dikontrol oleh Pemimpin Redaksi (Pemred).

Kalau redakturnya oke terus Pemrednya tidak, ya tidak akan dimuat beritanya. Memang dibutuhkan keberanian dalam mengekspos berita yang ’wah’ dan ’heboh’ antara wartawan, redaktur dan Pemred serta pemimpin perusahaan. Kalau tidak ada keberanian diantara mereka, pejabat-pejabat brengsek semakin leluasa menghambur-hamburkan uang negara.

Padahal media juga memiliki peran dalam mengontrol pemerintahan. Media menjadi alat penghubung bagi pemerintah dan masyarakat. Melalui media masyarakat mengetahui informasi seputar pemerintahan dan perkembangannya. Dapat dihitung dengan jari media yang benar-benar independent.

Dicari Media Independent di TIMIKA.

Iklan

One thought on “Peran Wartawan dan Media

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s