Heboh, Timika Membara…

Kampung Banti yang beberapa bulan lalu saya kunjungi, situasinya sedang memanas. Panas bukan karena matahari terbit tapi membara karena perang suku.

Setiap ada masalah jalan terakhir untuk menentukan siapa yang salah dan benar hanya perang hingga kini perang masih berlangsung, korban meninggal hingga luka-luka berjatuhan. Belum jelas perang itu di picu oleh masalah apa, desa-desus yang terdengar perang berkobar lagi dipicu oleh masalah asusila yang terjadi bulan lalu.

Terpovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, perang pecah lagi padahal sempat didamaikan. Mengapa selalu saja perang yang digunakan untuk memecahkan masalah, bukannya perang malah menambah masalah. Kerugian perang bukan hanya materi saja akan tetapi juga kehilangan nyawa manusia, jika kepala keluarga meninggal siapa yang mengurusi anak dan istrinya??

Uuh… memang adatnya sudah begitu, jadi perang bukan hal yang biasa bagi mereka. Kapan mereka sadar bahwa perang sangat-sangat merugikan……

wa….wa………wa………..wa…………crot…… panah menancap di tubuh korban………

Iklan

One thought on “Heboh, Timika Membara…

  1. turut prihatin. kita sebagai generasi muda sudah seharusnya mensosialisasikan hal tersebut agar tidak ada lagi perang suku di tanah papua. perang bukan hanya menyebabkan korban nyawa tapi juga korban perasaan…. šŸ˜¦

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s