Pulau Karaka yang Memprihatinkan hingga Sungai yang Menegangkan

 

Pulau Karaka salahsatu tempat
bermukimnya masyarakat Suku Kamoro

Beberapa minggu lalu, saya ikut mengambil kapal yang baru dikirim dari surabaya. Kapal milik LPMAK akan digunakan untuk menampung ikan hasil tangkapan nelayan tradisional Suku Kamoro dan kemudian dipasarkan. Kapal putih yang panjangnya sekitar 20 meter itu dipesan dari surabaya, dikirim dengan kapal barang PTFI.

Karena dikirim menggunakan kapal barang PTFI, kami harus mengambil kapal tersebut di Cargodok Portsite. Pukul 12.30, kami berangkat menuju portsite. Perjalanan ke sana kurang lebih1,5 jam. Sesampainya di Cargodok, kami harus melewati beberapa prosedur untuk dapat mengambil kapal.

Foto2nya disiniĀ 


Tepat disamping Cargodok Portsite, ada sebuah pulau yang bernama Pulau Karaka. Pulau tersebut tempat bermukimnya masyarakat Suku Kamoro yang merupakan salahsatu penduduk asli Kabupaten Mimika. Dari pantauan sesaat, kehidupan mereka sungguh sangat memprihatinkan, rumah-rumah masih dibuat secara tradisional. rumah panggung itu, beratapkan daun kelapa hutan, berdinding papan dan daun seng bekas serta plastik, karung dijadikan alternatif atap dan dinding rumah.

Mata pencaharian masyarakat Pulau Karaka yaitu nelayan. Mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan hasil tangkapan yang ditangkap secara tradisional. Dilihat dari kejauhan saja kehidupan di Pulau Karaka sangat tidak layak dan memprihatinkan. Saya pun belum mengetahui upaya apa yang dilakukan pemerintah maupun PTFI mengenai masyarakat Pulau Karaka.

Setelah mengabadikan Pulau Karaka dan proses menurunkan kapal melalui kamera yang saya bawa, pukul 15.30 kami meninggalkan Cargodok Portsite dan Pulau Karaka yang memprihatinkan menuju tempat berlabuhnya kapal yang telah dipersiapkan, waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke sana sekitar 5 jam.

Disepanjang perjalanan, kami melihat hijaunya mangrove, nelayan tradisional yang menggunakan perahu sedang mencari ikan, besarnya kapal merah pengangkut konsentrat tambang serta megahnya Cargodok Portsite.

Kami sempat berlabuh di Pelabuhan Pomako untuk membeli makanan ringan dan memanggil beberapa teman sebagai penunjuk jalan yang mengetahui jalur sungai menuju perairan cenderawasih. Saat kami tiba di Pelabuhan Pomako, kami melihat di pinggir dermaga banyaknya orang yang sedang memancing. Selain itu banyak pula orang yang akan berangkat dan sekadar menunggu kerabat yang datang karena pada saat itu kapal penumpang dari merauke akan sandar di dermaga Paumako.

Setelah berlabuh beberapa saat, kami melanjutkan perjalanan menuju perairan cenderawasih tempat berlabuhnya kapal yang kami tumpangi. Pukul 5 sore kami meninggalkan Pomako dan tentunya akan kemalaan diperjalanan. 3,5 jam kami menyusuri sungai, di kiri dan kanan hanya terlihat rimbunnya magrove.

Kerjasama tim memang sangat diperlukan saat melewati sungai, selain sungai yang berkelok-kelok, malam hari, serta air yang mulai surut menjadikan tantangan tersendiri meskipun kapal itu dilengkapi dengan lampu sorot. Satu orang bertugas mengendalikan lampu sorot, satu orang sebagai nahkoda kapal dan seorang lagi sebagai penunjuk jalan.

Teriakan seringkali terucap dari mulut kami, adaya bilang, “kiri, kiri, kiri,” kemudian ada yang bilang, “jangan sorot lampunya di air, tanjungnya aja atau daratan aja yang disorot,” dan penunjuk jalan melambaikan tangannya agar nahkoda kapal mengikuti petunjuknya.

Seru rasanya selama mengarungi sungai yang berkelok-kelok dan gelapnya malam serta teriakan yang kadangkala disertai dengan makian. Tapi mau bagaimana lagi kalau tidak seperti itu, tak akan sampai atau bisa jadi kami karam di sungai.

Serunya selama di sungai, gelap dan dinginnya malam akhirnya bisa kami lalui. Sekitar pukul 20.30 kami sampai ditempat berlabuhnya kapal. Setelah menunggu satu jam lamanya mobil yang menjemputi kami tiba. Kami meninggalkan pelabuhan cenderawasih dan saya sampai di rumah pukul 22.00.

Senang, seru, letih menjadi pengalaman yang berharga bagi saya. Setelah menjalani perjalan yang panjang, saya tidur dan beristirahat untuk menyambut datangnya pagi dan beraktifitas seperti biasanya……

uuh……….senangnya hati ini.

Iklan

2 thoughts on “Pulau Karaka yang Memprihatinkan hingga Sungai yang Menegangkan

  1. tolonglah kami pemda dan freeport jgn ttp mata,di mana hati nurani kalian, kenapa selalu ad pemilihan baru kalian membutuhkan masyrakat tapi kalu sdh jadi orng no.satu langsung lupakan rakyat yg mengangkatmu jd org no satu,dasar mata uang.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s