Aremania Mengamuk, Salah Siapa??

Petugas keamanan dibayar untuk
mengamankan jalannya pertandingan bukan menonton!

Marah, Kesal, Kecewa semua bercampur menjadi satu ketika menyaksikan pertandingan babak 8 besar Liga Indonesia antara Persiwa Wamena dan Arema Malang. Bagaimana tidak marah, pertandingan yang begitu seru harus dinodai oleh kepemimpinan wasit yang sangat tidak adil. Seandainya malam itu wasit bisa memimpin dengan baik, partai tersebut bisa menjadi suguhan yang sangat menghibur bagi penonton maupun penggemar Liga Indonesia.

Tercatat tiga kali gol Arema dianulir oleh wasit. Dua gol Patricio Morales dan satu gol Mba mba semuanya dianulir. Keputusan wasit untuk gol pertama yang di cetak oleh Pato memang sangat tepat karena sebelum Pato mencetak gol terlebih dahulu handsball dan gol kedua Pato sudah terjebak Offside.

Namun gol ketiga yang diceploskan Mba Mba seharus sah, karena saat bola di udara Mba Mba dalam posisi Onside. Tetapi wasitlah yang mempunyai keputasan tertinggi di lapangan. Karena kurang adilnya wasit saat memimpin pertandingan membuat Aremania marah. Setelah gol kedua dari Pato, seorang oknum suporter memukul asisten wasit hingga terkapar di lapangan dan tidak dapat melanjutkan tugasnya. Pertandingan sempat ditunda 10 menit dan pergantian asisten wasit pun dilakukan.

Pertandingan dilanjutkan kembali dan Mba Mba mencetak gol ketiga Arema, lagi-lagi dinyatakan offside. Para pemain Arema melakukan protes tetapi hanya sesaat dan pertandingan kembali dilanjutkan. Dalam keadaan tertinggal satu gol Arema meningkatkan serangan, namun bukan gol yang mereka peroleh tapi malah gawang Arema yang dibobol oleh pemain Persiwa yang membuat keunggulan 2-0. Beberapa menit kemudian Mba Mba mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan Arema.

Namun di Menit 76, seorang suporter dengan membawa boneka singa berlari ke lapangan dan memukul seorang wasit. Suasana makin tak terkendali dan tertadilah kerusuhan di Stadion Brawijaya Kediri.

Yang sangat disesalkan tentunya kepemimpinan wasit yang tidak adil dan petugas pengamanan. Petugas kan dibayar untuk mengamankan jalannya pertandingan bukan untuk menonton. Seperti di luar negeri, yang namanya petugas pengamanan menghadap ke penonton karena mereka tahu bahwa mereka dibayar untuk mengamankan jalannya pertandingan bukan untuk menonton.

Kalau di Indonesia?? Petugas sudah masuk stadion gratis, dibayar lagi eh sampai di dalam stadion malah ikut nonton. Petugas hanya berfungsi saat suporter membuat onar, seharus mau onar kek mau aman kek yang namanya petugas harus menghadap penonton supaya saat suporter akan masuk ke lapangan langsung bisa ketahuan tidak seperti yang terjadi tadi malam suporter sampe bisa berlari ketengah lapangan.

Aaaah ini memang asiknya nonton Liga Indonesia bisa dua partai sekaligus dinikmati. Satu pertandingan bola dan yang satunya lagi kick boxing.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s