Ratusan Miliar Rupiah Seakan Sia-sia

Sambungan kemarin

Dari obrolan sekitar dua jam, kami yang datang sedikit menyinggung mengapa Pak Allo tidak mencalonkan menjadi Bupati dan kami memberi jaminan jika Ia mencalonkan diri sudah dipastikan akan menang meskipun tanpa kampanye. Kami berani memberikan garansi seperti itu karena selama beliau memimpin Mimika menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan lima tahun yang lalu.

Dengan bijak Bupati mengatakan bahwa Ia tidak mampu memenuhi permintaan partai politik agar memberika sejumlah uang. Di Mimika satu koalisi ada yang berjumlah 10 Parpol dan setiap parpol meminta sekitar Rp. 600 juta.

Dengan jumlah uang sebanyak itu dikalikan 10 parpol tentunya jumlah yang sangat besar. Jangankan Rp 6 Miliar, Rp 600 juta saja jumlah yang sangat besar, begitu katanya kepada kami. Selain masalah keuangan, salah satu tujuannya menjadi penjabat Bupati untuk menyukseskan Pemilu Kada Mimika sehingga tidak dapat mencalonkan menjadi Cabup.

Jika Pemilu Kada berjalan dengan lancar tanpa terjadi sesuatu yang diinginkan, masa jabatannya akan berakhir. Akan tetapi karyanya tak akan dilupakan oleh masyarakat di kabupaten ini. Mimika sebenarnya membutuhkan pemimpin yang benar-benar merakyat seperti yang ada dalam diri Bupati saat ini. Dengan APBD yang melimpah, mestinya Mimika menjadi Kabupaten yang maju dalam hal insfrastruktur maupun kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakatnya. Yang terjadi malah sebaliknya uang melimpah Mimika seperti tak ada perkembangannya, hanya penduduknya saja yang semakin tahun semakin meningkat sekitar 10 persen.

Selain bercerita mengapa Ia tidak mencalonkan diri menjadi Bupati untuk periode ini, Ia juga bercerita tentang pengalamannya saat mengunjungi Distrik Jita. Di Distrik itu, pusat pemerintahannya sangat jauh dari pemukiman penduduk. Ketika Ia datang, Ia disambut oleh Kepala Distrik. Ia cukup heran sebuah Distrik yang ditumbuhi rumput liar yang tingginya hamper setengah badan orang dewasa.

Di Jita jarak Puskesmas dengan Kantor Distrik sekitar satu kilometer, Polsek juga satu kilometer, kemudian jarak pemukiman penduduk dengan kantor Distrik sekitar satu jam perjalanan. “Saya heran siapa yang bangun Distrik seperti ini,” katanya kepada kami dengan wajah yang penuh rasa heran.

Seperti layaknya seorang teman, Bupati sedikit curhat kepada kami. Ia menilai program pendidikan yang menelan ratusan miliar rupiah seakan sia-sia. Banyak gedung sekolah yang berada di kampung-kampung di Mimika oleh Dinas P & P kebanyakan tak digunakan dan kondisinya tak layak pakai.

Di Jila (kalau saya tidak salah dengar 🙂 ) ada sebuah gedung sekolah yang benar-benar tak digunakan, ketika ia berkunjung ke daerah itu, menurut masyarakat setempat gedung itu tak pernah digunakan dan tak ada satupun guru apalagi murid.

Tetapi yang di tulis di Koran seorang pejabat Dinas P & P mengatakan bahwa didaerah itu ada aktifitas belajar mengajar . Membaca berita itu rupanya Bupati geram, “Saya akan cari orang yang bicara seperti itu dan akan saya kipas dia,” katanya disambut tawa kami.

Pandangan-pandangannya serta pemikirannya untuk Mimika di masa depan ada dalam dirinya akan tetapi tak akan terealisasi karena jabatannya akan segera berakhir. Mudah-mudahan Bupati yang terpilih nanti bisa meneruskan apa yang sudah di rintis oleh Bupati saat ini, Allo Rafra, SH.
SEMOGA….

Iklan

One thought on “Ratusan Miliar Rupiah Seakan Sia-sia

  1. trims utk critanya. sekarang sdh jelas mengapa pak Allo tdk mencalonkan diri…menurut saya, sunguh amat langka pemimpin di negeri ini yang idealis, jujur, konsisten memegang amanah dan sungguh-sungguh bekerja keras semata-mata untuk kesejahteraan rakyatnya, spt yang selama ini sudah beliau tunjukkan. tidak hanya Mimika, tapi Indonesia butuh seorang pemimpin yang jujur, amanah, pekerja keras, tidak mementingkan diri dan kelompoknya, cerdas, berwawasan… dan punya hati nurani…. Adakah???

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s