Orang Papua Harus Mempelajari Adat dan Sejarahnya

PT FREEPORT Indonesia melakukan serah terima buku Mengenal Papua kepada Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), Keuskupan Timika dan Dinas Pendidikan dan Kabupaten Mimika yang dilakukan pada Jumat (4/7) di Hotel Sheraton Timika. Acara serah terima buku Mengenal Papua itu dihadiri oleh Kepala Dinas P & P Mimika, Ausilius You, Sekretaris Eksekutif LPMAK, John Nakiaya, Vice President SLD, Arief Latif.

Buku Mengenal Papua ini ditulis oleh Dr Kal Muller, ahli sejarah dan antropologi. Buku ini ditulis untuk memberi pengenalan mengenai Papua, khususnya kepada pelajar dan mahasiswa asli Papua, dan khalayak umum atas keterbatasan informasi tentang sejarah dan budaya Papua.

Buku Mengenal Papua diterbitkan atas prakarsa Pemerintah Daerah Provinsi Papua dengan dukungan dari PT Freeport Indonesia (PTFI)  dan melalui buku ini, diharapkan para pelajar dapat mengetahui secara benar mengenai berbagai informasi yang terkait dengan Papua dan kearifan lokal yang dapat mereka adopsi dan yang perlu dilestarikan.

Dalam sambutannya, Dr Kal Muller mengatakan buku ini penting bagi orang-orang Papua karena mereka bisa mengerti dan bisa bicara tentang adat serta sejarahnya. “Sekarang ini buku-buku sekolah banyak mempelajari  tentang budaya Jawa atau Sumatera maupun budaya daerah lain di Indonesia,  orang Papua pun mempelajarinya. Saya tidak mengatakan jangan mempelajarinya akan tetapi orang Papua juga harus mempelajari tentang adat dan sejarahnya,” katanya seraya menambahkan, seluruh orang Indonesia juga harus mengerti tentang Papua.

Buku ini akan disalurkan ke lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah asrama yang dikelola oleh Dinas P & P Kabupaten Mimika, Keuskupan Timika maupun lembaga pendidikan yang memiliki kerjasama dengan LPMAK. Ketiga lembaga tersebut dipilih untuk membantu mendistribusikan buku ini karena mereka memiliki perhatian dan komitmen yang kuat bagi pengembangan pendidikan di Kabupaten Mimika.
Buku yang dicetak oleh PTFI ini sebanyak 500 buah dan diserahterimakan kepada ketiga lembaga itu. Sebanyak 250 buku diberikan kepada Dinas P & P Mimika dan 125 buku diberikan ke Keuskupan Timika. Sementara LPMAK mendapatkan 125 buku.

Buku ini merupakan seri pertama dari kelima buku yang dirancang sebagai salah satu sumber informasi akan beragam budaya dan tatanan hidup masyarakat Papua, terutama bagi orang Papua sendiri. Dalam buku ini dijelaskan secara umum gambaran tentang Papua, dimulai terbentuknya benua New Guinea, evolusi iklim yang terjadi, keanekaragaman kehidupan, sejarah masyarakat Papua dan Melanesia, perbedaan masyarakat yang hidup di pesisir dan pegunungan hingga masalah perdagangan dan kontak dengan dunia luar.  Juga diuraikan tentang penjelajahan-penjelajahan yang dilakukan bangsa Eropa, dimana akhir dari buku ini  ditutup dengan cerita tentang Perang Dunia ke II di tanah Papua.

Pada kesempatan yang sama, Pastor Vincent mewakili Uskup Timika dalam sambutannya menyambut baik dan mengucapkan selamat atas terbitnya buku Mengenal Papua. Ia berharap semoga kehadiran buku ini dapat membuka wacana baru bagi generasi muda semua jenjang pendidikan khususnya di Keuskupan Timika dan dalam masyarakat Papua pada umumnya.

“Kehadiran buku ini bukan sekadar untuk dibaca dan disimpan akan tetapi informasi dalam buku ini dibagikan kepada siapapun yang datang untuk mengunjungi tanah ini baik untuk mengadakan penelitian, turis maupun yang hanya sekadar berkunjung sehingga Timika tidak identik dengan Freeport begitu saja padahal didalamnya ada banyak kekayaaan warisan dari leluhur yang mestinya kita jaga,” kata Pastor Vincent.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Biro Humas LPMAK, Yeremias Imbiri ketika mewakili Sekretaris Eksekutif LPMAK saat memberikan sambutan mengatakan bahwa buku ini sangat baik untuk dijadikan referensi, karena selama ini tidak banyak buku yang mengulas tentang Papua. “LPMAK akan memanfaatkan buku ini untuk mendukung program-program yang dijalankan,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas P & P Mimika juga mengucapkan terimakasih atas dukungan, perhatian dan komitmen yang diberikan oleh PTFI dan Dinas P dan P Papua sehingga buku ini dapat terbit sesuai dengan yang diharapkan. “Kami atas nama Dinas P dan P Mimika juga mengucapkan terimakasih kepada Kal Muller yang mana dengan semangat yang gigih telah menulis buku ini, dimana buku ini dapat  menambah wawasan berpikir kami sebagai guru di satuan pendidikan yang ada di kabupaten ini,” katanya.

Buku Mengenal Papua merupakan salah satu bentuk konkrit dari komitmen PTFI untuk melestarikan kearifan lokal masyarakat Papua. Sebelum ada buku ini, informasi mengenai Papua sangat minim dan cenderung negatif. “Besar harapan kami dengan adanya buku ini hal-hal tersebut bisa berubah dan bisa diasosiasikan Papua adalah dinamis mempunyai keanekaragaman dan mempunyai kebanggaan terhadap tradisi-tradisi lokal yang kompleks. Kami berharap bukan masyarakat Papua dan Indonesia saja yang mengenal melainkan belahan dunia lainnya,” kata Vice President SLD, Arief Latif.

Ia juga berharap agar kedepannya nanti ada tulisan-tulisan lain yang lebih mendetail tentang Papua baik di daerah pegunungan, pesisir maupun daerah kepulauan masih sangat perlu dituangkan lagi dalam dokumentasi maupun literatul lainnya agar kekayaan keanekaragaman itu tidak hilang di masa depan.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan serah terima buku secara simbolis dari PTFI kepada LPMAK, Keuskupan Timika serta Dinas P dan P Kabupaten Mimika.

Mengenal Kal Muller
Dr Kal Muller, pria kelahiran Hongaria tahun 1963, ia menjadi telah konsultan PTFI selama 15 tahun. Ia juga berperan sebagai penyelenggara fesival kamoro, lebih khusus ukiran dari Kamoro. Selain itu Kal Muller juga menjadi salah satu perwakilan PTFI untuk masyarakat Kamoro dan pengurus Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (LEMASKO) untuk mengangkat budaya Kamoro sebagai pelaksanaan komitmen PTFI dalam pelestarian budaya lokal.

Kal juga sering melakukan seminar, menulis artikel dan buku mengenai Papua, khususnya mengenai Amungme dan Kamoro. Dr. Kall Muller memiliki pengalaman luas dalam bidang penelitian di bidang antropologi, sejarah, budaya, pariwisata, dan biodata laut dari berbagai Negara di dunia. (*)

Iklan

5 thoughts on “Orang Papua Harus Mempelajari Adat dan Sejarahnya

  1. @ Regita

    Kabar Baik….
    Sayangnya buku ini dicetak terbatas dan tidak diperjual belikan. Buku ini di bagikan gratis kepada mahasiswa maupun tenaga pendidik di Mimika 🙂

    Mengenai bandara

    Emang bagus seh…. namanya juga baru jadi banyak kurangnya, hehehehe…..

    Suka

  2. Beberapa pelanggan toko kami juga menanyakan buku tersebut, sayang yach hanya terbatas cetaknya. Sebenarnya banyak orang non Papua yang tertarik dengan buku2 mengenai Papua. Buktinya buku2 laris di toko kami seperti Ekspedisi Tanah Papua, Papua Sebuah Fakta & Tragedi Anak Bangsa, Jejak Pekabar Injil Gerruit di Papua, Hak2 Ekososbud Papua. Salam sukses berkarya di Timika, Mas.

    Suka

  3. Saya mahasiswa mau membuat penelitian untuk pengembangan masyarakat Papua di bidang pendidikan tapi susah mendapat buku-buku tentang Papua. gimana mendapatkannya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s