Buku Gudang Ilmu, Membaca Kuncinya.

Sekilas tentang pendidikan dasar di Mimika

Di Kabupaten Mimika yang kaya dengan APBD diatas Rp 1 T ini masih banyak anak-anak yang tidak memperoleh pendidikan yang layak. Padahal pendidikan dasar merupakan salahsatu yang harus dilalui sebelum ke perguruan tinggi. Jika kualitas pendidikan dasar bagus maka tidaklah kesulitan meneruskan ke perguruan tinggi.

Kenyataannya terutama di daerah pegunungan dan pesisir  banyak anak-anak yang tidak memperoleh pendidikan dasar dengan baik. Ada gedung sekolah tetapi fasilitas seadanya, sudah begitu tak ada guru yang ada para sukarelawan dari kampung tersebut.

Guru-guru yang bertugas di pedalaman dan pesisir mimika lebih banyak menghabiskan waktunya di Kota Timika. Gaji yang diterima setiap bulan selalu utuh. Ada pula guru yang bersemangat mengajar di kampung tetapi kepala sekolahnya tidak pergi maka guru itupun ikut tak pergi. (kepsek yang pegang kunci longboat)

Kendala transportasi menjadi alasan utama guru-guru tak pergi ke tempat tugas. Guru yang bertugas di pegunungan harus menggunakan helikopter dan di pesisir menggunakan longboat. Biaya  transportasi mahal, sementara dinas pendidikan tak punya cukup dana mengenai hal ini (katanya begitu).

Buruknya kualitas pendidikan dasar membuat banyak anak yang sudah lulus pun masih kesulitan membaca dan berhitung. Ironis bukan!!

Tak hanya di pedalaman dan pesisir, di sekitar Timika – daerah-daerah satuan pemukiman, jaraknya paling dekat 7 KM dari kota – juga banyak anak yang tidak mendapat pendidikan yang baik. Fasilitas belajar minim, perpustakaan apa adanya.

Cukup sampai disitu saja mengenai pendidikan dasar, ngomongin pemerintah nga ada habisnya. Kita beralih ke topik berikutnya yaitu tentang Membaca. 😀

Tidak semua orang (yang tahu membaca) gemar membaca atau sekadar meluangkan waktunya untuk membaca. Tentunya banyak hal yang menghalangi hal tersebut tidak dapat dilakukan, salah satunya adalah keterbatasan dana untuk membeli buku, pilihan buku terbatas atau harganya yang selangit.

Di Timika, toko buku dapat dihitung dengan jari. Koleksi terbatas, kualitas seadanya dan yang pasti mahal. Sementara perpustakaan dan rumah baca terbatas pula. Berbagai suku bangsa hidup di Timika, ada yang sekadar mencari nafkah ada pula yang datang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dibanding di kampung halaman (salahsatunya saya 🙂 ).

Banyak anak yang tak gemar membaca, mereka usai sekolah lebih senang menghabiskan waktu dengan bermain. Meskipun bermain perlu dan tidak dilarang, akan tetapi alangkah baiknya lebih banyak belajar daripada bermain.

Dengan banyak membaca maka akan banyak pula pengetahuan yang didapat. Untuk menumbuhkan minat baca bagi anak-anak, @buptimika melalui Rumah Baca Alam Riang yang bersinergi dengan BUP | www.bukuntukpapua.org | memberikan pelatihan maupun memberi pinjaman buku bagi anak-anak di Timika.

Keberadaan rumah baca disambut gembira oleh anak-anak dan orang tua jika sore hari tiba, mereka pun selalu memberi dukungan serta mengarahkan anaknya untuk pergi ke rumah baca mengikuti les atau sekadar meminjam dan membaca buku.

Program Buku untuk Papua sangat membantu  memajukan pendidikan di Tanah Papua tercinta ini.

Mari sumbang buku dan menumbuhkan gemar membaca bagi anak-anak di Papua. Buat sobat sekalian yang ada di Timika dapat langsung memberikan donasinya ke @buptimika | Rumah Baca Alam Riang. Sobat yang berada di Jawa atau daerah lain dapat menghubungi : E-Mail : bukuntukpapua@gmail.com 
, Contact Admin : 081222967475

Buku adalah gudang ilmu, membaca kuncinya!

Kalau bukan sekarang kapan lagi kalau bukan kita siapa lagi!

Buatlah perubahan kecil namun berarti bagi banyak orang daripada diam berpangkutangan atau hanya berbicara saja!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s