Militan Pendidikan

Militan Pendidikan, komunitas Buku Untuk Papua @buptimika

Militan Pendidikan, komunitas Buku Untuk Papua @buptimika

Menurut kamus besar bahasa Indonesia Militan berarti bersemangat tinggi; penuh gairah; berhaluan keras.

Sedangkan menurut Wikipedia : Kata militan merujuk kepada orang atau kelompok orang-orang yang ikut serta dalam suatu pertempuran fisik/verbal yang agresif, biasanya dikarenakan suatu penyebab. Jurnalis seringkali mempergunakan kata miiltan sebagai istilan netral untuk prajurit yang tidak termasuk di dalam suatu organisasi militer. Secara khusus, seorang yang militan turut serta dalam tindak kekerasan sebagai bagian dari alasan memperjuangkan suatu tujuan politis.

Secara populer, kata “militan” seringkali disamaartikan dengan teroris, walaupun mungkin dengan karakteristik yang lebih lemah. Istilah “negara militan” dalam bahasa sehari-hari merujuk kepada suatu negara yang memiliki sikap agresif dalam mendukung sebuah ideologi atau perkara. Dalam bahasa Perancis, istilah “militan” memiliki makna yang lebih lunak yang berarti “aktivis“.

Menurut saya Militan Pendidikan bisa memiliki arti orang yang bersemangat tinggi, penuh gairah untuk memajukan pendidikan. Berbeda dengan para militan yang menggunakan kekerasan untuk tujuan politis tetapi militan pendidikan menggunakan kemampuan dan semangatnya untuk mendobrak kebodohan yang masih banyak dialami oleh Masyarakat, khususnya anak-anak di Indonesia.

Pemerintah sudah pasti memiliki program tersendiri untuk mengembangkan pendidikan di seluruh Indonesia Raya ini. Meskipun kenyataannya tidak semua warga Negara dapat memperoleh pendidikan yang layak, seperti yang pemerintah canangkan.

Di Kabupaten Mimika, pemerintah tidak berjalan sendiri dalam mengembangkan pendidikan, ada Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) sebuah Lembaga nirlaba pengelola Dana Kemitraan PT Freport Indonesia yang memiliki progam untuk mengembangkan pendidikan seperti, pemberian beasiswa, sekolah pola asrama, bantuan sarpras ke sekolah-sekolah, adapula tempat khusus untuk anak-anak untuk memperoleh keahlian dan masih banyak lagi.

Pemerintah Kabupaten Mimika sangat beruntung ada LPMAK, malah  LPMAK lebih banyak bekerja daripada pemerintah (fakta loh! bukan karena saya kerja di LPMAK, lalu saya meninggikan kantor saya) bagaimana di daerah lain yang tidak memiliki LSM atau Yayasan yang peduli akan pendidikan?. Pemerintahlah yang menanggung semua.

Untuk mengembangkan pendidikan, tak hanya pemerintah dan LSM saja, semua kalangan pun dapat bersama-sama memajukan pendidikan. Salah satu contoh yaitu komunitas Buku Untuk Papua (BUP). Komunitas ini dibentuk oleh orang-orang yang peduli pendidikan di Papua.

Anak-anak belajar di Rumah Baca Alam Riang

Anak-anak belajar di Rumah Baca Alam Riang

Latar belakang berdirinya @bukuntukpapua

Selain harga buku yang mahal, awal ide bergerak akibat keinginan founder gerakan ini yaitu @dayurifanto untuk membantu sahabat baik di Nabire  (Bpk Longginus Pekei – seorang guru dan pegiat PAUD di Nabire) Papua yang ingin membuat sebuah rumah baca, tetapi tidak memiliki buku yang memadai dengan beragam tema.

Sehingga pada awal gerakan pengumpulan buku hanya untuk satu rumah baca, tetapi karena permasalahan di daerah- daerah di Papua relatif  sama. Maka lahirlah gerakan Buku Untuk Papua.

BUP bergerak lebih luas, mendukung proses pemberdayaan masyarakat di Papua dengan menyumbang dan mengajak peran aktif masyarakat untuk bersama-sama membuat rumah baca. setiap warga boleh memiliki buku – disumbang, asal mau mengelola buku – buku tersebut dalam bentuk rumah baca walaupun sederhana. Setiap orang dapat menjadi volunteer asalkan bersunguh-sunguh dan berkomitmen untuk pengembangan pendidikan di Papua.

Komunitas BUP yang di Jawa atau di daerah menerima sumbangan buku yang layak dibaca. Sementara komunitas yang ada di Papua menjadi volunteer mengajak masyarakat berpartisipasi lalu membentuk rumah baca atau membuat rumah baca lalu mengelolanya.

Komunitas BUP bisa disebut Militan Pendidikan, komunitas ini tempat orang-orang yang bersemangat tinggi dan penuh gairah dalam mengembangkan pendidikan di Papua. Di indonesia banyak yang peduli akan pendidikan bagi anak-anak salah satunya, Butet Manurung dengan sekolah rimba-nya di Jambi, ada sekolah dibawah kolong jembatan yang diperuntukkan bagi aanak-anak jalanan di Jakarta dan masih banyak lagi. mereka inilah para Militan Pendidikan!

Dibutuhkan banyak militan agar pendidikan di Papua dapat berkembang dan anak-anak di Papua dapat mensejajarkan diri dengan saudara-saudaranya yang lain di Indonesia.

Ini langkah kecil akan tetapi dapat menjadi garam dan terang bagi pendidikan di Papua.

Siapapun di Mimika yang berminat menjadi pendonor atau volunteer dapat menghubungi buptimika@gmail.com. Sementara di Jawa bukuntukpapua@gmail.com.

Mari menjadi Militan Pendidikan untuk masa depan anak-anak di Papua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s