Robot Pendeteksi Kejujuran

Ada seorang bapak yang bisa menciptakan sebuah robot. Robot itu bisa mendeteksi apakah manusia itu jujur atau tidak. Suatu malam bapak ini pu anak baru pulang dari bajalan. Bapak Tanya diapu anak begini, “Anak ko darimana?”. Jawab anak itu,”sa dari belajar”. Langsung si robot menampar muka anak itu.

Bapak bilang lagi,”ko bicara yang jujur, kalo ko tipu robot ini akan tampar ko lagi,”.

“Sa baru nonton film perang,” kata anak itu dan robot menampar muka anak itu. “Ko bicara jujur, nonton film apa,” kata bapak. “Film porno,” kata anak itu dan si robot tak menampar.

Lalu si bapak mulai memberi wejangan kepada anaknya,”Kamu ini masih kecil trus su nonton film porno. Bapak dulu itu tara pernah nonton film porno” lalu si robot menampar si bapak.

Kemudian si ibu muncul dari belakang lalu bilang,”pace, biar jelek-jelek begitu, itu kopu anak juga” tiba-tiba si robot menampar si ibu.

Iklan

Tidak Sekolah Tapi Dapat Gelar Sarjana

SIAPA yang jadi sarjana tanpa sekolah? Yoooo, salah satu diantaranya Sob Komen, hebat ‘kan ? Lho, Kok bisa ? Hmmmm, dalam jaman edan (gila-Red) sekarang ini, semua hal yang nggak masuk akal bisa diakali sedemikian rupa sampai menjadi ‘masuk akal kok, hehehehehe’.

Potongan percakapan di atas ini, satu wartawan dia yang rekam waktu dia beli rokok di warung kopi. Di situ, ada beberapa orang yang duduk minum kopi, sambil dorang bicara macam-macam masalah. Karena merasa tertarik, akhirnya wartawan ini duduk di bangku warung, trus dia pesan satu gelas kopi dan kue. Tape kecil yang dia bawa, sengaja dia buka terus untuk rekam dorang pu ceritera. Ternyata dorang pu ceritera makin menarik karena dorang sisip dengan mop-mop sampe dorang pica-pica ketawa.

Ada satu mop, katanya pernah terjadi di Nabire. Ada satu ibu yang tidak tamat SD tapi karena dia ikut ujian persamaan SD, trus ujian persamaan SMP dan juga ujian persamaan SMA, akhirnya dia masuk Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) yang baru dibuka di Nabire. Waktu kuliah, dosen yang ajar bidang study Ketata Negaraan dia tanya sama ibu itu.

“Bagaimana hubungan Presiden dan MPR?” Dosen itu pu maksud, apakah di dalam struktur tata negara, Presiden lebih tinggi dari MPR atau sebaliknya ? Tapi ibu itu yang pake bibir merah menyala dan alis mata biru-biru langsung menjawab, “Boooo, selama ini Presiden dan MPR dorang dua bae-bae saja moooo.”

Dengar jawaban begitu, si dosen dan semua mahasiswa di ruang kuliah langsung pica ketawa, “huhahahahahahahaha,………. huahahahahah.”

Begitulah jaman gila sekarang, ada mahasiswa yang tara bisa baca, tulis dan berhitung, karena sekolah-sekolah mulai dari SD sampai SMU/SMK, bukan kase lulus, tapi kase ‘lolos’ anak, yang penting bisa bayar.

“Begitu juga di Universitas, dengan bekal ijazah hasil ujian persamaan, saya bisa dapat wisuda dan karena saya bayar dorang dengan uang yang cukup besar, saya dapat nilai paling tinggi dan dorang bilang saya, ‘Cum Laude’, padahal saya tara pernah kuliah, hehehehehehe.” Sob Komen dia sambung dari belakang sampe bikin kaget orang-orang yang duduk di warung kopi. Akhirnya pemilik warung itu dia robah nama warung kopinya dengan nama,  ‘Warung Edan’. (*)