100 Persen tak lulus, Tribun atau Poskamling….

tribun di lapangan KaokanaoSudah empat kali saya ke Kaokanao. Kota tua yang benar-benar terlupakan, kota yang penuh sejarah namun masih sedikit tersentuh pembangunan. Di Kaokanao ada sebuah SMA Negeri, ketika saya berkunjung kesana saat itu telah selesai ujian akhir nasional.

Seperti biasa, saya dan kawan – kawan menginap di pastoran. Di situ kami bercengkerama dengan beberapa orang tua. Mereka bercerita bahwa siswa/i SMA itu tahun ini yang LULUS 0.09 % atau bisa dikatakan hampir semua TAK LULUS benar-benar menyedihkan. Menurut mereka guru-guru yang mengajar di SMA itu tak mengajar sampai berbulan-bulan, pantas saja mereka tidak lulus. Melihat kenyataan itu membuat geram para orang tua di Kaokanao.

Ah… benar- benar menyedihkan. Ada cerita lain. Di Kaokanao ada sebuah lapangan sepak bola, seperti kebanyakan lapangan di kampung tentunya lapangan itu ditumbuhi rumput liar. Upaya pemerintah untuk memperbaiki memang ada tapi, yah begitulah pemerintah bekerja asal-asalan. Di lapangan itu dibangun yang kata penduduk Kaokano adalah sebuah tribun penonton.

Tapi apa yang ada tampak bukan seperti sebuah tribun melainkan seperti panggung hiburan malah lebih cocok disebut PosKamling atau pos ronda. Bagamana tidak disebut sperti itu, dilihat dari bentuk bangunannya saja sudah tak menyakinkan dan tak layak disebut tribun penonton.

Sebenarnya apa seh tujuan pemerintah membangun tribun seperti itu?? mungkin maksudnya baik tapi pelaksanaannya saja yang asal-asalan, bagaimanapun juga yang penting PROYEK.

Iklan

Keramahan orang Kaokanao hingga Menu Burung Mata Merah yang Lezat

Setelah menghabiskan malam di sepanjang perjalanan dan meninkmati dinginnya AC hotel bintang lima itu, kami menitipkan barang-barang ke salah seorang warga Kaokanao. Setelah itu, kami menelusuri kampung-kampung di Kaokanao. Seorang teman yang lahir di tempat itu menjelaskan seluk beluk kampung dan sedikit mengingat masa kecilnya.

Seperti kebanyakan kampung-kampung tradisonal, perumahan di Kaokanao rata-rata masih sederhana dan tradisional hanya ada beberapa yang terbuat dari kayu yang terlihat lebih baik, rumah itu milik pedagang. Semua rumah di Kaokanao dibuat panggung kecuali pasar,  gereja dan masjid. Meskipun Kaokanao adalah kota tua di Kabupaten Mimika jangan berharap ada kendaraanyang lalu lalang. Ketika kami menelusuri perkampungan, hanya terlihat sebuah motor itu pun milik seorang pedagang.

Baca lebih lanjut